Kompas.com - 27/12/2013, 17:19 WIB
Gas buang keluar dari pipa panas bumi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng yang dikelola PT Geo Dipa Energi di Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (14/4/2013). Potensi panas bumi di Dieng sebagai energi terbarukan sebenarnya sangat besar, yakni mencapai 400 megawatt. KOMPAS / AGUS SUSANTOGas buang keluar dari pipa panas bumi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng yang dikelola PT Geo Dipa Energi di Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (14/4/2013). Potensi panas bumi di Dieng sebagai energi terbarukan sebenarnya sangat besar, yakni mencapai 400 megawatt.
EditorI Made Asdhiana
BANJARNEGARA, KOMPAS — Dataran Tinggi Dieng di Kabupaten Banjarnegara yang menjadi salah satu destinasi unggulan Jawa Tengah selain Candi Borobudur segera dilengkapi hotel megah berbintang tiga. Salah satu investor lokal saat ini tengah membangun hotel dengan nilai investasi Rp 75 miliar di lahan bekas lokasi pabrik jamur Dieng.

Satriyo Yudiharto, pemilik sekaligus Komisaris Utama Grup Surya Yudha, selaku investor pembangunan hotel tersebut, Kamis (26/12/2013), mengatakan, pembangunan hotel dimulai awal Januari. Menurut dia, gagasan membangun hotel ini berawal dari keluhan sejumlah wisatawan asal Jakarta, Bandung, dan Surabaya yang berkunjung ke Dieng.

”Mereka selalu kesulitan jika ingin menginap di Dieng. Sebenarnya sudah ada homestay. Namun, mereka punya keinginan menginap tetap dalam satu rombongan dan dalam satu tempat sehingga bisa makan dan ngobrol bareng,” ujar Yudiharto.

Secara kebetulan, pemilik Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Surya Yudha tersebut bertemu dengan pihak eks pemilik pabrik jamur di Dieng yang berkeinginan melepas tanak miliknya. Ia meyakini kehadiran hotel berbintang di Dieng akan semakin meningkatkan citra kawasan wisata di ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut tersebut.

Yudiharto menilai, Dieng memiliki obyek wisata yang lengkap. Mulai dari candi, budaya, tari-tarian, hingga alam lingkungannya yang indah. Ia juga berkomitmen pembangunan hotel tidak akan mematikan mata pencarian warga yang selama ini mengandalkan pendapatan dari belanja wisatawan.

”Nanti, kami hanya akan menyediakan makanan pada pagi hari sehingga saat siang dan malam mereka tetap bisa jajan di luar sambil jalan-jalan. Ini bisa disediakan masyarakat sekitar hotel,” katanya.

Wakil Bupati Banjarnegara Hadi Supeno mengatakan, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara mengizinkan pembangunan hotel bukan tanpa syarat. ”Boleh dibangun hotel, tetapi dengan syarat arsiteknya harus menyatu dengan alam dan lingkungan. Selain itu, tarif hotel juga harus beda jauh dengan homestay. Pekerja hotel juga harus memakai tenaga-tenaga lokal,” ujarnya. (GRE)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X