Kompas.com - 28/12/2013, 13:05 WIB
Perahu mengantarkan wisatawan untuk menikamti keindahan bawah laut di sekitar Pulau Menjangan Kecil, Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Minggu (9/12/2012).Lembaga Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Regional Kementerian Jerman (GIZ RED Jateng), pelaku wisata Solo, dan pemerintah daerah mulai bekerja sama mengembangkan wisata dalam rangka Visit Jateng 2013. Hingga saat ini fasilitas kepulauan Karimunjawa masih minim dengan fasilitas jalan dan listrik untuk mendukung kenyamanan wisatawan.

KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASAPerahu mengantarkan wisatawan untuk menikamti keindahan bawah laut di sekitar Pulau Menjangan Kecil, Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Minggu (9/12/2012).Lembaga Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Regional Kementerian Jerman (GIZ RED Jateng), pelaku wisata Solo, dan pemerintah daerah mulai bekerja sama mengembangkan wisata dalam rangka Visit Jateng 2013. Hingga saat ini fasilitas kepulauan Karimunjawa masih minim dengan fasilitas jalan dan listrik untuk mendukung kenyamanan wisatawan.
EditorI Made Asdhiana
SEMARANG, KOMPAS — Cuaca buruk ternyata tak menghalangi sejumlah wisatawan untuk menikmati suasana Tahun Baru 2014 di Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Sehari setelah ratusan wisatawan yang terjebak di Karimunjawa pulang, Jumat (27/12/2013), ratusan wisatawan kembali berdatangan ke kepulauan itu menggunakan kapal pelayaran KMP Express Bahari dari Pelabuhan Jepara.

Camat Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Nuryanto menyatakan, kapal itu tiba sekitar pukul 13.00 dengan mengangkut penumpang sekitar 150 orang. ”Sebagian besar wisatawan dari Jakarta dan Bandung,” ujarnya.

Menurut Nuryanto, dalam dua hari ini kemungkinan cuaca memang membaik. Namun, dikhawatirkan saat pergantian tahun 2014 tidak lama lagi cuaca akan berubah. Cuaca bisa memburuk dan berdampak tingginya gelombang di perairan Karimunjawa ataupun perairan Jepara. Tinggi gelombang bisa mencapai 3,5 meter.

Dia menganjurkan, sebaiknya dalam dua minggu terakhir ini wisatawan tak berlibur ke Kepulauan Karimunjawa. Untuk kepentingan keselamatan, petugas Syahbandar Karimunjawa bekerja sama dengan badan pemantau cuaca memasang papan pengumuman mengenai kondisi cuaca terakhir di pintu masuk pelabuhan.

Pengumuman itu bertujuan agar para wisatawan dan penduduk yang tiba atau pergi dari Kepulauan Karimunjawa harus siap apabila terjadi perubahan cuaca. Jika cuaca memburuk, mereka harus siap tinggal lebih lama dari jadwal yang sudah diatur oleh biro perjalanan.

KOMPAS/ALBERTUS HENDRIYO WIDI Kapal Motor Cepat Express Cantika 89 tujuan Jepara-Karimunjawa.
”Kalau toh tetap di Karimunjawa, mereka juga tidak bisa menikmati pulau-pulau kecil atau menyelam dan berenang di pantai yang indah itu. Jika terjebak cuaca, hanya tidur atau jalan-jalan di seputar penginapan saja,” ujar Nuryanto.

Hingga Jumat, ujar Nuryanto, masih 25 wisatawan yang akan kembali ke Jepara menggunakan KMP Muria. Wisatawan itu bagian dari rombongan 293 wisatawan yang terjebak di Karimunjawa.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan, pihaknya meminta petugas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata memberikan penyuluhan pada biro perjalanan dan wisatawan. (WHO)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X