Kompas.com - 28/12/2013, 14:42 WIB
EditorI Made Asdhiana
SETIAP malam tiba, kawasan Bay Street, Boulevard, menunjukkan kemolekannya. Ratusan restoran yang bermandi cahaya bagai kumpulan kunang-kunang di gelapnya malam. Inilah salah satu kawasan favorit untuk santap malam di Kota Manado, Sulawesi Utara.

Kawasan Bay Street, Boulevard, membentang sepanjang kurang lebih tiga kilometer, mulai dari Kelurahan Bahu, Kecamatan Malalayang, hingga pusat Kota Manado. Di siang hari, kawasan yang sebagian di antaranya hasil reklamasi itu tampak gersang. Namun, begitu senja beringsut dan warna jingga di permukaan laut berubah jadi hitam, kawasan itu memperlihatkan geliatnya.

Saat itulah, ratusan restoran dan rumah makan membuka pintunya lebar-lebar. Sebagian menyalakan lampu kelap-kelip yang menyilaukan mata dan menyetel musik keras-keras. Dengan cara itu, pengelola restoran berusaha memikat orang-orang yang ingin santap malam.

Di pengujung November lalu, kami mampir ke Restoran Taipan Seafood yang Desember ini genap berusia satu tahun. Begitu masuk ke restoran kayu berdinding separuh, angin laut segera menyambar dingin. Syuuurrr....

Seperti ingin menantang terpaan angin, kami duduk menghadap laut. Dari sudut itu, kami bisa melihat orang-orang yang memancing ikan di tepi pantai. Kami juga bisa menatap lampu Kota Manado yang berkelap-kelip seperti ribuan bintang terang. Sebuah keasyikan yang hanya bisa diinterupsi oleh kedatangan para pelayan yang membawa aneka masakan lezat, mulai kakap merah bakar bumbu rica (cabai rawit), sup ikan kerapu (goropa), cumi tinta, udang woku, dabu-dabu, hingga oseng kangkung-bunga pepaya.

Makam malam itu dibuka dengan semangkuk sup goropa. Kuahnya terasa pedas dan segar. Rasa bawang putih, bawang merah, tomat, jahe, lengkuas, serai, dan jeruk lemon berpadu sempurna. Sup itu tandas dalam sekejap.

Kami beralih ke kakap rica. Rasa super pedas langsung menyengat lidah begitu kakap rica itu mendarat di lidah. Libby Sinsu, pengelola restoran, tertawa melihat wajah kami yang kepedasan. ”Itu ricanya hanya setengah dari seharusnya,” ujarnya menjelaskan.

KOMPAS/RIZA FATHONI Sup ikan kerapu
Beberapa detik kemudian, lidah mulai bisa menerima sengatan bumbu rica. Selain rasa pedas, berangsur-angsur lidah bisa menjejak gurih kemiri dan bawang putih serta cita rasa khas daun jeruk yang menyelinap di bumbu rica itu.

Ada beberapa menu lezat lain yang kami cicipi, yakni cumi tinta, udang woku, oseng bunga pepaya, cah daun pakis, dabu-dabu kecap, dabu-dabu jahe, dan dabu-dabu lilang (potongan cabai merah, tomat, dan bawang merah yang dicampur dan diberi asam dari perasan air lemon cui). Makan malam itu begitu kaya dengan cita rasa asam, gurih, dan pedas. Kami menutupnya dengan es kelapa muda yang dicampur gula aren.

Hari berganti, kami berkunjung lagi ke pusat kuliner di kawasan Boulevard. Kali ini, kami memilih Restoran Wisata Bahari yang berupa rumah panggung di atas laut. Dari kejauhan, restoran itu seperti kapal besar sedang berlayar di Teluk Manado. Kami mengambil tempat di bagian ujung restoran yang mirip anjungan kapal. Dari situ, Pulau Manado Tua terlihat bagai bayang-bayang. Air laut terlihat begitu tenang hingga riaknya terdengar bagai bisikan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisata Petik Stroberi di Lereng Gunung Singgalang

Wisata Petik Stroberi di Lereng Gunung Singgalang

Jalan Jalan
15 Hotel Dekat Malioboro, Instagramable dan Nyaman buat Nginap

15 Hotel Dekat Malioboro, Instagramable dan Nyaman buat Nginap

Travel Promo
Mengapa Pendakian Gunung Gede Pangrango Tutup Saat 17 Agustus?

Mengapa Pendakian Gunung Gede Pangrango Tutup Saat 17 Agustus?

Travel Update
Wisata Sejarah Bakal Hadir di Kota Malang, Pemkot Siapkan Penataan Kawasan Kayutangan

Wisata Sejarah Bakal Hadir di Kota Malang, Pemkot Siapkan Penataan Kawasan Kayutangan

Travel Update
Mal hingga Sungai Han, Lokasi Terdampak Banjir di Korea Selatan

Mal hingga Sungai Han, Lokasi Terdampak Banjir di Korea Selatan

Travel Update
3 Fakta Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak yang Baru Diresmikan Jokowi

3 Fakta Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak yang Baru Diresmikan Jokowi

Travel Update
5 Tips Keliling Ngarai Sianok di Sumatera Barat Naik Jip Offroad

5 Tips Keliling Ngarai Sianok di Sumatera Barat Naik Jip Offroad

Travel Tips
Berwisata ke Bantul Saat Bulan Suro, Ada Banyak Event Budaya

Berwisata ke Bantul Saat Bulan Suro, Ada Banyak Event Budaya

Travel Update
Festival Golo Koe di Labuan Bajo, Momentum Tingkatkan Kualitas UMKM Lokal

Festival Golo Koe di Labuan Bajo, Momentum Tingkatkan Kualitas UMKM Lokal

Travel Update
Kebun 123, Wisata Tanaman Hias di Kabupaten Malang yang Instagramable

Kebun 123, Wisata Tanaman Hias di Kabupaten Malang yang Instagramable

Jalan Jalan
Sanur Bali Bakal Jadi KEK Kesehatan dan Pusat Wisata Medis

Sanur Bali Bakal Jadi KEK Kesehatan dan Pusat Wisata Medis

Travel Update
Pop Art Jakarta 2022 Digelar Mulai 12 Agustus, Ini Cara Pesan Tiketnya

Pop Art Jakarta 2022 Digelar Mulai 12 Agustus, Ini Cara Pesan Tiketnya

Travel Update
HUT Ke-77 RI, Upacara 17 Agustus Akan Digelar di Puncak Gunung Talang

HUT Ke-77 RI, Upacara 17 Agustus Akan Digelar di Puncak Gunung Talang

Travel Update
Jelajahi Ngarai Sianok Sumatera Barat dengan Naik Jip Off-Road

Jelajahi Ngarai Sianok Sumatera Barat dengan Naik Jip Off-Road

Jalan Jalan
Jalan ke Taman Dinosaurus Potorono, Wisata Anak Yogyakarta yang Gratis

Jalan ke Taman Dinosaurus Potorono, Wisata Anak Yogyakarta yang Gratis

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.