Pariwisata DIY 2014 Masih Prospektif

Kompas.com - 01/01/2014, 11:19 WIB
Wisatawan asing berjalan kaki menuju obyek wisata Taman Sari, Yogyakarta. Kunjungan ke Taman Sari dan Keraton Yogyakarta yang berada di dekatnya menjadi salah satu agenda yang jarang dilewatkan wisatawan asing saat berwisata di Yogyakarta. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOWisatawan asing berjalan kaki menuju obyek wisata Taman Sari, Yogyakarta. Kunjungan ke Taman Sari dan Keraton Yogyakarta yang berada di dekatnya menjadi salah satu agenda yang jarang dilewatkan wisatawan asing saat berwisata di Yogyakarta.
EditorI Made Asdhiana
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Bisnis industri pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta pada 2014 masih prospektif dan semua ini tidak lepas dari potensi serta daya tarik pariwisata daerah ini yang terus berkembang.

Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tazbir Abdulah di Yogyakarta, Selasa (31/12/2013), mengatakan potensi tersebut selain obyek wisata lama yang sudah berkembang, kini juga bermunculan obyek baru yang mulai banyak dikunjungi wisatawan.

Kondisi ini juga berpengaruh pada minat investor untuk menanamkan investasinya di sektor pariwisata. "Secara internal dan eksternal jajaran pariwisata DIY makin solid dan itu modal untuk membangun pariwisata DIY lebih maju lagi pada 2014. Potensi pariwisata DIY memang semakin menarik di kalangan investor," kata Tazbir Abdulah.

Menurut Tazbir, apresiasi pemerintah pusat terhadap kinerja pariwisata DIY juga makin meningkat. Hal ini dibuktikan dengan penerimaan dua penghargaan sekaligus dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yaitu 'The Most Popular MICE dan The Best Achievement Tourism yang diterima Kepala Dinas Pariwisata DIY, belum lama ini.

"Dua penghargaan prestisius dari Kementerian Pariwisata ini membuktikan bahwa kinerja jajaran pariwisata DIY bersama pemangku pariwisata sangat solid dan sangat produktif," kata Tazbir.

Ke depan, lanjut Tazbir, yang mendesak dilakukan memang membuat banyak destinasi pariwisata tidak terkonsentrasi di Kota Yogyakarta, khususnya Malioboro dan Kabupaten Sleman. Beberapa titik destinasi memang sudah harus disiapkan untuk mendorong pariwisata DIY makin berkembang.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Wisatawan bersiap memasuki mulut obyek wisata Gua Pindul di Desa Bejiharjo, Karangmojo, Gunung Kidul, DI Yogyakarta, yang beberapa saat sebelumnya ditutup oleh pihak pemilik lahan di atas gua tersebut, Kamis (7/3/2013). Konflik antara pihak pemilik lahan dengan sejumlah kelompok pengelola obyek wisata tersebut terus berlangsung meski terus dikunjungi wisatawan.
"Kawasan Kabupaten Gunung Kidul dan Kulon Progo memiliki prospek cerah untuk menjadi penyangga sekaligus lokomotif pariwisata DIY di masa mendatang," kata Tazbir.

Pariwisata Gunung Kidul, menurut Tazbir, memiliki keunggulan tersendiri karena memiliki obyek pariwisata petualangan di antaranya Goa Pindul, Brubuh, Kalisuci, Pantai Indrayanti, Pantai Pok Tunggal dan lain lainnya, belum lagi wisata kuliner dan sentra kerajinan yang memiliki keunikan tersendiri.

Sementara Kabupaten Kulon Progo sebentar lagi memiliki bandara internasional. Jelas hal ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata DIY bagian selatan serta Pulau Jawa bagian selatan pada umumnya. "Bandara akan menjadi lokomotif ekonomi dan pariwisata DIY yang sesungguhnya," tambah Tazbir.

BARRY KUSUMA Flying Fox Tradisional di Pantai Timang Gunung Kidul, Provinsi DI Yogyakarta.



Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X