Membangun Pariwisata DIY Harus Cerdas

Kompas.com - 04/01/2014, 09:20 WIB
Pemandu wisata (berbaju batik) mengantarkan wisatawan asing berkeliling Keraton Yogyakarta, Yogyakarta, Senin (31/1/2011). KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOPemandu wisata (berbaju batik) mengantarkan wisatawan asing berkeliling Keraton Yogyakarta, Yogyakarta, Senin (31/1/2011).
EditorI Made Asdhiana
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Membangun pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta harus cerdas dan memberikan rasa nyaman bagi wisatawan yang berkunjung ke daerah ini. "Apalagi peluang DIY untuk menjadi destinasi pariwisata unggulan di tanah air masih sangat terbuka. Potensi yang dimiliki pariwisata DIY sangat beragam," kata Kepala Dinas Pariwisata DIY, Tazbir, di Yogyakarta, Kamis (2/1/2014).

"Kita tidak kalah dengan Bali dan beberapa kota lain di Indonesia. Masalahnya, bagaimana upaya ujung tombak untuk menjual pariwisata DIY ini bisa tepat sasaran," sambung Tazbir.

Menurut Tazbir, keanekaragaman wisata budaya DIY sudah diakui banyak daerah di Indonesia. Karena DIY memiliki keunggulan karakteristik yang tidak dimiliki daerah lain seperti: bangunan wisata heritage, Keraton, Sentra Kerajinan, Budaya lokal Batik, Keindahan alam laut dan pegunungan.

"Semua ini menjadi titik penjualan bagi pariwisata DIY untuk bersaing dengan destinasi pariwisata lain di Indonesia," kata Tazbir.

Hal lain yang mendesak dilakukan dalam pembangunan pariwisata DIY adalah menjalin koordinasi dan komunikasi dengan pemangku kepentingan pariwisata daerah ini termasuk pelaku jasa pariwisata lain seperti: PHRI, HPI, ASITA maupun kalangan perguruan tinggi. "Ini penting karena pariwisata tidak bisa jalan sendiri, harus saling dukung dan sinergi," kata Tazbir.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Kelompok Acapella Mataraman menghibur rombongan wisatawan asing asal Belgia di obyek wisata Istana Air Taman Sari, Yogyakarta, Selasa (2/4/2013). Bekas tempat pemandian Raja Keraton Yogyakarta yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I tersebut merupakan salah satu aset utama industri pariwisata Yogyakarta.
Dia mengatakan tren kunjungan wisatawan ke DIY dalam beberapa tahun terakhir ini juga terus meningkat. Beberapa agenda pariwisata juga terus digelar dengan baik dan menarik perhatian wisatawan. "Agenda pariwisata yang unik tentu akan ditonton banyak orang. Tentunya acara unik dan memiliki nilai edukasi bagi wisatawan sehingga tidak terkesan monoton," katanya.

Tentunya, lanjut Tazbir, semua itu tidak lepas dari kapasitas dan kualitas SDM dan masyarakat pelaku pariwisata DIY untuk memiliki sense of tourism. "Bagaimana upaya pembangunan pariwisata DIY ke depan bisa lebih maju, nyaman dan lebih cerdas lagi," kata Tazbir.



Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X