15 Tempat Wisata Idaman pada 2014 - 2

Kompas.com - 04/01/2014, 16:21 WIB
Pulau Hoga, Taman Nasional Laut Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Sabtu (12/10/2013). KOMPAS.com/Indra AkuntonoPulau Hoga, Taman Nasional Laut Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Sabtu (12/10/2013).
|
EditorI Made Asdhiana
KOMPAS.com - Mungkin benar apa yang dikatakan orang. Menjelajah Indonesia tak ada habisnya, pun memerlukan waktu seumur hidup. Selalu ada kejutan baru meski mengunjungi tempat yang sama lebih dari satu kali.

Sepanjang tahun 2013, Kompas Travel berkesempatan menjelajahi beberapa destinasi yang ada. Beberapa destinasi terlihat telah siap menerima kehadiran wisatawan. Jalan aspal, transportasi darat hingga udara telah tersedia. Walau mungkin masih dengan standar belum maksimal.

Berikut adalah rangkuman destinasi yang pernah Kompas Travel datangi. Ada 5 tempat dari 15 destinasi yang dipilih yang mungkin bisa menjadi referensi Anda untuk merencanakan berwisata di tahun 2014. Adapun 5 destinasi sebelumnya adalah Jakarta, Pulau Samosir, Pangandaran, Lombok, dan Ende.

KOMPAS.COM/FITRI PRAWITASARI Gereja di Sawahlunto, Sumatera Barat, masih bergaya arsitektur zaman kolonial.
Sawahlunto

Kota tambang yang menggeliat menjadi kota wisata. Begitulah kira-kira cerminan Sawahlunto. Kota dikelilingi Bukit Barisan di Sumatera Barat itu memanfaatkan bekas penambangan peninggalan kolonial sebagai objek wisata. Dari Padang, Sawahlunto ditempuh selam 2.5 jam melalui jalan darat.

Gelaran akbar Sumatera Barat, Tour de Singkarak (TdS), salah satu yang memopulerkan kota ini. TdS adalah event balap sepeda yang menggabungkan pariwisata. Dalam etapenya melalui kontur keindahan alam Sumatera Barat, termasuk Sawahlunto.

Sawahlunto kerap menjadi tempat start atau finish per etape. Pada tahun ini, TdS digelar pada awal Juni 2014.

Obyek wisata yang ditawarkan Sawahlunto diantaranya obyek wisata sejarah dan alam. Obyek wisata sejarah adalah Museum Kereta Sawahlunto, Goedang Ransoem yang merupakan dapur umum pada masa kolinial, serta Lubang Mbah Soero yang menjadi bekas penambangan batu bara. Sedangkan wisata rekreasi ada water boom, dan resort kandi.

Sawahlunto mungkin juga cocok disebut kota tua. Bangunan peninggalan Belanda masih mendominasi arsitektur sebagian besar bangunan yang ada. Adanya silo yaitu tabung raksasa tempat penyimpanan batu bara menjadi pengukuh kegiatan penambangan masa itu.

KOMPAS.com / FITRI PRAWITASARI Keraton Kasepuhan, Cirebon, Jawa Barat
Cirebon

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X