Kompas.com - 04/01/2014, 17:11 WIB
Jam Gadang di Bukittinggi, Sumatera Barat KOMPAS.com / FITRI PRAWITASARIJam Gadang di Bukittinggi, Sumatera Barat
EditorI Made Asdhiana
PADANG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menggandeng empat kota di daerah itu melakukan promosi bersama untuk pengembangan dan pembangunan sektor kepariwisataan pada 2014.

Komitmen bersama ini diwujudkan dengan penandatangan perjanjian kerja sama antara Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dengan kepala daerah Kota Bukittinggi, Kota Padang, Kota Padang Panjang dan Kota Sawahlunto di Kantor Gubernur Sumbar, Jumat (3/1/2014).

Gubernur Irwan Prayitno menyampaikan, pembangunan dunia kepariwisataan di Sumbar merupakan sesuatu yang mesti pendapat perhatian karena potensi alam Sumbar unik dibandingkan daerah lain. Upaya itu, bertujuan untuk memajukan pertumbuhan ekonomi dan muaranya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Oleh karena itu, untuk memberikan pelayanan dan mutu kepariwisataan lebih baik lagi membutuhkan pembangunan infrastruktur di lokasi objek wisata yang ada, sehingga wisatawan dapat memperpanjang masa menginap.

"Jika wisatawan masa menginapnya di Sumbar semakin lama dengan menikmati destinasi-destinasi yang ada, jelas memberikan dampak positif terhadap kemajuan ekonomi masyarakat," katanya.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Patung pekerja tambang batu bara di Lubang Mbah Suro di Sawahlunto, Sumatera Barat.
Irwan mengatakan, untuk membangun infrastruktur, kendala yang dihadapi pemerintah kabupaten dan kota, di antaranya faktor pembiayaan dari APBD masih amat sedikit. Bahkan, untuk kebutuhan pembangunan rutin, sarana pokok kebutuhan masyarakat saja terkadang belum mencukupi di beberapa kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Kondisi itu, menurut Irwan, menjadi terbalik jika dilihat APBD Pemprov yang lebih baik dari APBD kabupaten dan kota, tapi ketika ingin melaksanakan pembangunan di daerah, hal ini tidak bisa dilakukan sesuai dengan fungsi dan kewenangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Justru itu, agar tujuan pembangunan dapat tercapai dengan baik, perlu dilakukan kesepakatan kerja sama atau sharing pembiayaan terhadap sasaran pembangunan sarana prasarana termasuk di bidang kepariwisataan," katanya.

Gubernur mengingatkan, yang tak kalah pentingnya perlu fokus pada potensi pariwisata daerah masing-masing, sehingga wisatawan menjadi betah dan mengunjungi semua lokasi wisata di Sumbar.

KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN Lokomotif uap Mak Itam menarik gerbong berisi pebalap dan ofisial yang berlaga di Tour de Singkarak 2012 menuju start etape pertama di Sawahlunto di tepian Danau Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Minggu (3/6/2012).
Saat ini kunjungan wisatawan terbesar di Sumbar masih terkonsentrasi di Kota Bukittinggi, Padang, Padang Panjang dan Kota Sawahlunto. "Empat kota ini mestinya menyiapkan fasilitas yang baik dengan pelayanan lebih maksimal lagi, sehingga menjadi lokasi transit (menginap) bagi wisatawan yang mengunjungi potensi wisata lainnya," katanya.

Dalam pengembangan dan pembangunan sektor kepariwisataan yang dibutuhkan fasilitas tranpostasi, penginapan serta pusat wisata kuliner. Hal itu, mesti menjadi perhatian secara strategis dalam melayani kebutuhan para wisatawan baik dalam negeri maupun mancanegara.

"Ada banyak alasan orang tidak lama menetap di Sumbar, di antaranya karena kurangnya fasilitas pendukung dunia kepariwisataan," ujarnya.

KOMPAS IMAGES / KRISTIANTO PURNOMO Perempuan menggunakan pakaian adat Sumatera Barat saat penyambutan tamu di garis finish etape tiga Tour de Singkarak 2013 di Istano Basa Pagaruyung, Nagari Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Selasa (4/6/2013).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Travel Update
Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Travel Update
Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Travel Update
Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Travel Update
Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Travel Update
Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Travel Update
Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Travel Update
Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Travel Update
Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Travel Update
Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Travel Update
9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

Travel Update
Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Travel Update
Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Travel Update
MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

Travel Update
Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.