Pasola, Perang di Atas Kuda

Kompas.com - 05/01/2014, 13:59 WIB
Tradisi Pasola di Sumba Barat, NTT KOMPAS.com/Ni Luh Made Pertiwi F.Tradisi Pasola di Sumba Barat, NTT
|
EditorI Made Asdhiana
KOMPAS.com - Tanah dan debu berterbangan. Derap kuda menghentak. Teriakan semangat menggema. Lembing-lembing terlempar ke mana-mana.

Inilah perang di atas kuda. Pasola merupakan tradisi berasal dari Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Sebuah festival tahunan yang diwariskan secara turun temurun selama berpuluh-puluh tahun.

Ada ketegangan tersendiri saat menonton Pasola. Para penonton menahan napas saat lembing-lembing dilemparkan. Warga kampung beradu ketangkasan.  Lembing yang dibawa pengendara kuda ini diarahkan ke kubu lawan.

Hati-hati, bisa-bisa penonton pun terkena lembing. Jadi saat menonton, harus pintar-pintar menjaga jarak. Padang sabana menjadi area pertempuran.

Perlu keahlian tersendiri melempar lembing dari atas kuda yang berjalan. Apalagi darah harus ditumpahkan. Oleh karena itu, setiap petarung berusaha membidik dengan tepat lembing ke arah lawannya.

KOMPAS.com/Ni Luh Made Pertiwi F. Tradisi Pasola di Sumba Barat, NTT
Pasola dirayakan untuk menyambut masa panen. Biasa dilakukan untuk memulai masa tanam. Ada kepercayaan, semakin banyak darah yang keluar saat pertarungan, maka hasil panen pun berlimpah.

Festival Pasola berlangsung di Sumba Barat. Biasanya ada tiga kecamatan yang menyelenggarakan festival ini yaitu Wanokaka, Lamboya, dan Gaura. Sebenarnya, festival ini berupa rangkaian. Sebelum Pasola, di pagi harinya dilakukan tradisi nyale, mencari cacing laut.

Sementara malam sebelumnya dilakukan ritual Pajura, yaitu adu tinju di tepi pantai pada dini hari. Uniknya tradisi Pasola mampu menarik perhatian turis domestik maupun asing.

Namun Festival Pasola sendiri tidak mengikuti tanggalan kalender masehi. Biasanya tanggal penyelenggaran Pasola baru ditetapkan dua minggu sebelum acara melalui upacara secara kepercayaan Marapu, kepercayaan yang dianut masyarakat setempat.

Biasanya festival ini berlangsung di bulan Februari atau Maret. Akan tetapi, ketidakpastian tanggal ini hanya menambah kelangkaan dan keunikan tradisi Pasola.

Baca tentang
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X