Kompas.com - 06/01/2014, 17:19 WIB
EditorI Made Asdhiana

Namun, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan justru berpendapat berbeda. Dia justru berharap semangat mengkaji Gunung Padang terus dilakukan untuk mengungkap kejayaan masa lalu yang bisa mengubah sejarah Indonesia. ”Saya tegaskan, pembahasan Gunung Padang harus tuntas agar pro-kontra juga tuntas,” ujar Heryawan saat Festival Gotrasawala yang digelar di Bandung.

Untuk mendukung penelitian, luas kawasan Gunung Padang yang semula ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan seluas 1,7 hektar, lewat peraturan gubernur diperluas jadi 25 hektar. ”Jika para ahli bangsa lain begitu peduli, apalagi kita sebagai pemiliknya,” kata Heryawan.

Mirip Machu-Picchu

Sementara itu, kesimpulan awal TTRM antara lain menyatakan, semula di atas bukit situs Gunung Padang dianggap berupa teras-teras dari tumpukan batu yang disusun sederhana, tetapi ternyata tidak demikian. Tim sudah membuktikan, situs Gunung Padang adalah sebuah struktur punden berundak raksasa yang menutup lereng-lereng bukitnya dan dibuat dengan desain arsitektur-konstruksi tingkat tinggi.

”Bisa kita bilang setara atau mirip dengan konstruksi bangunan Machu-Picchu di Peru,” ungkap Boediarto Ontowirjo atas nama TTRM melalui surat elektronik.

Ahman Sya, budayawan, yang juga Direktur Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya memaklumi reaksi sebagian budayawan terhadap TTRM. Persoalannya, tidak hanya koordinasi antarberbagai unsur yang terabaikan, tetapi juga aspek etika kultural yang mungkin terlupakan. Masyarakat di sekitar Gunung Padang punya kepercayaan yang harus dihormati.

”Sebab itu, diperlukan kesepakatan sebelum kegiatan riset dilanjutkan,” kata Ahman.

Penelitian boleh saja dilakukan, apalagi untuk mengungkap misteri masa silam. Namun, tentu tata krama harus diindahkan agar tradisi dan adat istiadat yang berlaku tidak dilanggar. (Dedi Muhtadi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.