Kompas.com - 07/01/2014, 11:12 WIB
Momen tahun baru 2014 dimanfaatkan sejumlah pencinta alam mendaki Gunung Burni Telong di Bener Meriah, Aceh, Rabu (1/1/2014). Gunung Burni Telong merupakan gunung api aktif tertinggi di Aceh. Selain itu, gunung ini juga menjadi puncak tertinggi Dataran Tinggi Gayo. KOMPAS/MOHAMAD BURHANUDINMomen tahun baru 2014 dimanfaatkan sejumlah pencinta alam mendaki Gunung Burni Telong di Bener Meriah, Aceh, Rabu (1/1/2014). Gunung Burni Telong merupakan gunung api aktif tertinggi di Aceh. Selain itu, gunung ini juga menjadi puncak tertinggi Dataran Tinggi Gayo.
EditorI Made Asdhiana

Tri Sugiono (28), petani di Desa Rembune, Timang Gajah, mengatakan, dirinya memiliki lahan kopi seluas 2 hektar. Belakangan diketahui, lahan itu berada di kawasan hutan. ”Saya tidak tahu itu kawasan hutan. Waktu saya beli, lahan sudah ada. Saya juga dikenai pajak terhadap lahan itu. Masak saya harus mengembalikannya sebagai lahan hutan,” ujarnya.

Alasan ketidaktahuan telah berkebun di kawasan hutan banyak dikemukakan petani setempat. Namun, sebenarnya tak sedikit yang memang dengan sengaja membabat hutan. Sebagian ada yang sekadar mengambil kayu hutan, lalu membiarkan lahan telantar. Sebagian besar lagi mengalihfungsikannya sebagai kebun kopi atau tembakau.

Kopi memang menjadi penggoda bagi petani untuk meluaskan lahan meskipun mereka sudah memiliki kebun. Tingginya permintaan ekspor kopi dari pasar internasional membuat harga kopi arabika gayo selalu tinggi, yaitu berkisar Rp 50.000 hingga Rp 60.000 per kilogram untuk jenis green bean (siap jual).

Keuchik (Kepala Desa) Rembune Sumarno mengatakan, pihaknya sudah memperingatkan warga agar menghentikan perambahan hutan. Namun, saat warga desa sudah berhenti merambah, ada warga di luar desa yang merambah untuk mengambil kayu hutan. Ada pula yang menjadikannya ladang, lalu menjual hasil ke warga sekitar.

”Warga dari luar ini yang sulit dikendalikan. Kadang sudah diperingatkan, tetapi tetap saja menebang secara diam-diam,” kata Sumarno.

Tak dipatuhi

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Burni Telong Sugito mengungkapkan, upaya mengajak warga untuk melestarikan hutan di lereng Gunung Burni Telong sangat sulit. Kadang saat aparat atau aktivis lingkungan datang memperingatkan agar warga menghentikan perambahan, mereka diam dan menerima. Namun, begitu kegiatan sosialisasi usai, perambahan berlanjut lagi. Tak sedikit pula sekelompok warga yang melawan saat Perhutani meminta kembali lahan hutan yang sudah dialihfungsikan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

”Kami pernah beberapa kali mengajak warga menanami hutan yang sudah rusak dengan benih tanaman keras, seperti mahoni dan nangka, tetapi tak ada benih yang ditanam. Malah ada benih yang dibuang begitu saja,” ujar Sugito.

Tak hanya perambahan, perburuhan liar juga membuat sejumlah spesies flora dan fauna khas Gunung Burni Telong kian langka dan sulit ditemui. Fauna yang selama ini ada di kawasan ini, di antaranya beruang madu, harimau, siamang, monyet, ayam hutan, burung murai batu, hingga kambing hutan, kini sangat sulit ditemui di gunung ini. Hal sama terjadi pada beragam jenis flora dilindungi, seperti anggrek hutan dan edelweis yang semakin sulit dicari.

Gubuk-gubuk perburuan mudah dijumpai saat mendaki Gunung Burni Telong. Dari waktu ke waktu, kegiatan berburu satwa langka dilindungi terus berlangsung. Hampir tak ada upaya mencegah kegiatan ini.

Degradasi lingkungan di kawasan hutan lereng dan kaki Gunung Burni Telong tersebut harus dibayar mahal oleh warga yang tinggal di sekitar kawasan tersebut. Banjir dan longsor kini hampir menjadi pemandangan setiap kali musim hujan tiba. Ini seperti yang dialami warga Dusun Mutiara, Desa Langkahan Induk, Kecamatan Timang Gajah, yang Senin (30/12) lalu dihantam banjir bandang. Sebanyak 20 keluarga harus mengungsi. Ini terjadi karena bukit gundul di kaki gunung dekat permukiman tersebut longsor dan menutup aliran sungai.

”Banjir bandang ini bukan kejadian pertama di wilayah sekitar Burni Telong. Beberapa tahun terakhir kerap terjadi hal serupa. Ke depan, jika kerusakan terus berlangsung, bencana lebih besar akan mengancam,” ujar Ketua Desk Bencana Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh Yusriadi. (Mohamad Burhanudin)   

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Hal yang Perlu Diketahui Seputar Angkutan Pariwisata Gratis di Banyuwangi

3 Hal yang Perlu Diketahui Seputar Angkutan Pariwisata Gratis di Banyuwangi

Jalan Jalan
Ayo Dolen nang Lamongan, Upaya Pulihkan Sektor Pariwisata di Kabupaten Lamongan

Ayo Dolen nang Lamongan, Upaya Pulihkan Sektor Pariwisata di Kabupaten Lamongan

Jalan Jalan
Rute dan Syarat Naik Angkutan Wisata Gratis di Banyuwangi

Rute dan Syarat Naik Angkutan Wisata Gratis di Banyuwangi

Travel Update
Jalan-jalan di Banyuwangi Kini Bisa Pakai Angkutan Gratis

Jalan-jalan di Banyuwangi Kini Bisa Pakai Angkutan Gratis

Travel Update
6 Oleh-oleh Kerajinan Khas Mataram, Ada Kendi Maling

6 Oleh-oleh Kerajinan Khas Mataram, Ada Kendi Maling

Jalan Jalan
Desa Wisata Carangsari Bali, Desa dengan 14 Daya Tarik Wisata

Desa Wisata Carangsari Bali, Desa dengan 14 Daya Tarik Wisata

Jalan Jalan
Menparekraf Sandiaga Tanggapi PHRI yang Menolak Sertifikasi CHSE

Menparekraf Sandiaga Tanggapi PHRI yang Menolak Sertifikasi CHSE

Travel Update
Setelah Bali, Batam dan Bintan Ditargetkan Buka untuk Turis Asing

Setelah Bali, Batam dan Bintan Ditargetkan Buka untuk Turis Asing

Travel Update
Syarat Turis Asing yang Boleh Wisata ke Bali, Sehat dan Bervaksin Covid-19

Syarat Turis Asing yang Boleh Wisata ke Bali, Sehat dan Bervaksin Covid-19

Travel Update
Ada Hoaks soal Wisata Jogja, Ini Daftar Resmi 7 Tempat Wisata di Sana yang Buka

Ada Hoaks soal Wisata Jogja, Ini Daftar Resmi 7 Tempat Wisata di Sana yang Buka

Travel Update
Rencana Argentina Terima Turis Asing Mulai November 2021

Rencana Argentina Terima Turis Asing Mulai November 2021

Travel Update
Norwegia Akan Buka Perbatasan secara Bertahap

Norwegia Akan Buka Perbatasan secara Bertahap

Travel Update
Kedai Kopi Pucu'e Kendal Ramai Pengunjung, meski Buka Saat Pandemi

Kedai Kopi Pucu'e Kendal Ramai Pengunjung, meski Buka Saat Pandemi

Jalan Jalan
Ingin Wisata ke Magelang? Yuk Kunjungi Desa Wisata Candirejo

Ingin Wisata ke Magelang? Yuk Kunjungi Desa Wisata Candirejo

Jalan Jalan
4 Tipe Glamping di The Lodge Maribaya Lembang, Mulai Rp 800.000 Per Malam

4 Tipe Glamping di The Lodge Maribaya Lembang, Mulai Rp 800.000 Per Malam

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.