Inilah 9 Destinasi Wisata Syariah di Indonesia

Kompas.com - 07/01/2014, 17:17 WIB
KOMPAS/AGUS SUSANTO Gerbang dan menara Masjid Agung Banten Lama di Kaseman, Serang, Banten, Minggu (25/12/2011). Peziarah yang datang usai sholat biasanya melanjutkan berdoa di makam Sultan Maulana Hasanudin yang berada satu kompleks di kawasan tersebut. Masjid Agung Banten didirikan pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanudin dan putranya, Sultan Maulana Yusuf, pada tahun 1566.
JAKARTA, KOMPAS.com — Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia berupaya terus mengembangkan wisata syariah di Tanah Air. Untuk itu, ke depan, sembilan destinasi akan menjadi wilayah tujuan wisata syariah, yaitu Sumatera Barat, Riau, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Makassar, dan Lombok.

Sembilan wilayah tujuan wisata syariah tersebut ditentukan berdasarkan kesiapan sumber daya manusia, budaya masyarakatnya, produk wisata daerah, serta akomodasi wisatanya. Adapun penetapan destinasi wisata syariah itu merupakan persiapan menjelang peluncuran produk wisata syariah tahun 2014.

KOMPAS IMAGES / KRISTIANTO PURNOMO Istano Basa Pagaruyung, Nagari Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Selasa (4/6/2013). Rumah tradisional bergaya khas Minangkabau ini digunakan sebagai tempat jamuan makan saat pelaksanaan Tour de Singkarak 2013.
Dirjen Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Esthy Reko Astuti, mengutarakan bahwa sembilan destinasi tersebut dianggap siap karena telah menyediakan banyak tempat makan halal, tempat peribadatan yang mudah dijangkau, serta akomodasi yang terjamin aman bagi wisatawan Muslim. Selain itu, penerapan wisata syariah juga harus didukung layanan jasa biro perjalanan dan kemampuan pemandu wisata.

Wisata syariah bukanlah wisata eksklusif karena wisatawan non-Muslim juga dapat menikmati pelayanan yang beretika syariah. Wisata syariah bukan hanya meliputi keberadaan tempat wisata ziarah dan religi, melainkan pula mencakup ketersediaan fasilitas pendukung, seperti restoran dan hotel yang menyediakan makanan halal dan tempat shalat.

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Kelompok kesenian ondel-ondel
Produk dan jasa wisata, serta tujuan wisata dalam pariwisata syariah adalah sama seperti wisata umumnya selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai dan etika syariah. Contohnya adalah menyediakan tempat ibadah nyaman seperti sudah dilakukan di Thailand dan negara lainnya yang telah menerapkan konsep tersebut terlebih dahulu.

Potensi wisata syariah di Indonesia sangat besar dan bisa menjadi alternatif selain wisata konvensional. Sekitar 7 juta wisatawan dan 17 persen di antaranya merupakan wisatawan Muslim.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Kampung Tradisional Senaru di Kecamatan Bayan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.
Oleh karena itu, promosi aktif wisata syariah diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan Muslim agar naik menjadi 20 persen hingga 25 persen pada 2014-2015. Kunjungan wisatawan Muslim ke Indonesia mencapai 1.270.437 orang per tahun yang berasal dari Arab Saudi, Bahrain, Malaysia, Brunei, dan Singapura.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorI Made Asdhiana
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X