Goa Karst Potensi Wisata Baru Tasikmalaya

Kompas.com - 09/01/2014, 09:53 WIB
Tim Palawa Unpad melakukan ekspedisi di kawasan karst Tasikmalaya selatan, belum lama ini. Keunikan goa karst tersebut dinilai memiliki potensi wisata. DOK PALAWA UNPADTim Palawa Unpad melakukan ekspedisi di kawasan karst Tasikmalaya selatan, belum lama ini. Keunikan goa karst tersebut dinilai memiliki potensi wisata.
EditorI Made Asdhiana
TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Tim Palawa Universitas Padjadjaran kembali melakukan eksplorasi di salah satu bentang karst di Indonesia. Pada ekspedisi kali ini, Tim Palawa memilih goa kawasan karst di Desa Neglasari, Kecamatan Pancatengah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Selama tujuh hari, tim tidak saja menemukan keunikan goa, tapi juga hewan-hewan penghuni goa serta keindahan gua yang berpotensi dikembangkan sebagai obyek wisata goa karst di Kabupaten Tasikmalaya.

Mengusung topik kegiatan "Penelusuran, Pemetaan, dan Pendataan Lingkungan Goa Kawasan Karst Tasikmalaya Selatan", Tim Palawa Unpad selama tujuh hari melakukan eksplorasi. Sembilan anggota tim yang mereka sebut pengembara ini terdiri atas Fuadi atau Nanang sebagai ketua tim, dengan anggota tim Rizky, Aulia, Ichsan, Inung, Ronni, Adun Axel, dan Polin Situmorang.

Polin Situmorang menuturkan, mereka memilih kawasan karst untuk ekspedisi Palawa kali ini karena karst merupakan bentang alam yang memiliki karakteristik unik, selain untuk menjaga ketersediaan air tanah.

Di dalam goa karst, ada bentuk batuan yang mengalami proses yang kemudian disebut stalaktit dan stalakmit. Dan proses pembentukan tersebut berlangsung sangat lama.

Ia juga mengatakan, kawasan karst berfungsi sebagai jalan bagi aliran sungai bawah tanah. Selain itu, menjadi tempat bagi tumbuhan khas dan binatang seperti walet dan lalay (kelelawar) pemakan serangga yang berfungsi sebagai penyeimbang ekologi.

"Dengan segala fungsinya tersebut, wajar jika penting untuk menjaga pelestarian kawasan karst di Indonesia, juga di seluruh dunia," katanya, Selasa (7/1/2014).

Kawasan karst di Tasikmalaya selatan ini dipilih karena dari data yang dimiliki oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Tasikmalaya diketahui lebih dari 300 lubang goa terdapat di kawasan karst Tasikmalaya selatan ini.

Sebelum melakukan kegiatan, tim melakukan dulu survei dengan mengumpulkan data serta meminta keterangan dari warga setempat. Dari perbincangan dengan warga tersebut, sempat muncul mitos-mitos seputar goa yang salah satunya menjadi tempat "makhluk halus".

Untuk melakukan kegiatan ini, kata dia, tim Palawa juga bekerja sama dengan Tasikmalaya Caving Community (TCC), yang bertindak sebagai base komunikasi dan potensi team rescue. Dan untuk kegiatannya, tim membagi tugas.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X