Kontes Fotografi Bawah Laut Promosikan Pariwisata Indonesia

Kompas.com - 11/01/2014, 14:18 WIB
Puluhan foto tentang rekaman kehidupan dunia bawah air Indonesia dipamerkan di Mal Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (9/1/2014). Foto yang ditampilkan merupakan karya peserta lomba foto internasional tentang dunia bawah air Indonesia yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kretaif. Pameran berlangsung hingga 12 Januari 2014. KOMPAS/IWAN SETIYAWANPuluhan foto tentang rekaman kehidupan dunia bawah air Indonesia dipamerkan di Mal Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (9/1/2014). Foto yang ditampilkan merupakan karya peserta lomba foto internasional tentang dunia bawah air Indonesia yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kretaif. Pameran berlangsung hingga 12 Januari 2014.
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu mengapresiasi kontes fotografi bawah air yang diselenggarakan kementeriannya. Menurutnya, kontes tersebut merupakan salah satu sarana, untuk mengenalkan kekayaan beragam biota dan taman laut yang indah.

"Karya fotografi sebagai produk ekonomi kreatif sangat efektif untuk mempromosikan pariwisata di antara obyek wisata selam terbaik Indonesia ke seluruh dunia," ujar Mari dalam acara pengumuman pemenang Indonesia World Underwater Photo Contest (IWUPC), di Moulin Rounge Hall, Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (9/1/2014) lalu.

Mari menuturkan, dengan adanya kontes fotografi bawah air, nantinya diharapkan spot-spot diving yang tersebar di seluruh wilayah indonesia dikenal masyarakat internasional. Tidak hanya itu, kontes tersebut bisa menarik wisata yang datang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Lanjut Mari, kontes tersebut juga bertujuan untuk memperluas spot-spot atau dive operator yang belum terdaftar. Ia juga sudah meminta kepada dive operator untuk berpartisipasi mengikuti kontes fotografi bawah air. "Fotografer yang ikut kontes ini, hanya bisa datang di lokasi yang ada certified dive operator, karena kita ingin menunjukkan bahwa Indonesia, bukan hanya surganya menyelam, tetapi mempunyai standar internasional dalam melakukan diving," ungkap Mari sekaligus membuka pameran foto pemenang lomba IWUPC yang dimulai 9 Januari hingga 12 Januari 2014.

Menurut Menparekraf, Indonesia baru memiliki 178 dive operator yang terdaftar di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang sudah memiliki standar dan perlengkapan yang memadai. Tidak hanya itu Mari menilai, dive operator merupakan salah satu faktor dalam menyukseskan wisata diving dan menyelenggarakan kontes tersebut.

Kemenparekraf menargetkan pada tahun 2020, Indonesia menjadi rujukan dunia dalam hal diving. Ia akan merancang tidak hanya pengembangan obyek wisata bawah laut, juga terkait konservasi yakni penanaman kembali terumbu karang. "Kita persiapkan standarnya, masyarakatnya dan juga konsepnya, bukan hanya mengelola keindahan bahwa lautnya, termasuk bagian mengelola tempat. Ini bagian yang akan kita evaluasi untuk ke depan agar lebih baik," katanya.

Reputasi Dunia

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ditemui di tempat yang sama, Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Firmansyah Rahim mengatakan kontes fotografi IWUPC merupakan kontes internasional, yang memiliki reputasi dunia. Maka dari itu, pemerintah memberikan hadiah besar dengan total 200.000 dollar AS. IWUPC merupakan lomba yang bisa mengangkat keindahan alam bawah laut Indonesia ke atas kertas dan layar preview.

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Puluhan foto tentang rekaman kehidupan dunia bawah air Indonesia dipamerkan di Mal Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (9/1/2014). Foto yang ditampilkan merupakan karya peserta lomba foto internasional tentang dunia bawah air Indonesia yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kretaif. Pameran berlangsung hingga 12 Januari 2014.
"Kami sangat optimistis ini akan mampu menggerakkan seluruh pemangku kepentingan wisata selam Indonesia untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia sebagai Divers Heaven One Nation 2020," katanya.

Kontes fotografi IWUPC diselenggarakan selama 11 bulan dari Januari hingga Desember 2013, dengan lokasi pengambilan foto terluas yaitu seluruh perairan dan bawah laut Indonesia. Kontes ini melibatkan tujuh juri internasional ternama yakni Alex Mustard (Inggris), Stephen Wong (Hongkong), Matt Weiss (USA), Burt Jones (USA), David Espinosa (USA), Yoshi Hirata (Jepang), dan Keri Wilk (Kanada).

Sebanyak 403 peserta dari jumlah foto 2.625 dan 186 foto lolos dalam nominasi dan 27 foto ditetapkan sebagai pemenang yakni 18 peserta asing dan 18 peserta asal Indonesia, dalam berbagai kategori yaitu Best of Show, Basic Compact, Compact Plus Wide, Compact Plus Macro, DSLR Wide, DSLR Macro, dan sepuluh besar Junior Category.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.