Kompas.com - 15/01/2014, 08:14 WIB
EditorI Made Asdhiana
APA artinya ke Hongkong jika hanya sibuk berbelanja. Sempatkan diri untuk mencicipi angsa panggang yang tersohor di restoran Yung Kee. Lalu, lengkapi kesempurnaan hari dengan bersantap di restoran berbintang Michelin, Tim’s Kitchen yang ”ramah” dompet.

Udara yang sejuk malam itu di Hongkong membikin perut dan lidah, mulai merajuk ingin dimanja. Tekad sudah bulat untuk mencari restoran Yung Kee yang tersohor akan kelezatan angsa panggangnya. Kami sedikit deg-degan khawatir tak mendapat meja karena tak sempat reservasi terlebih dahulu. Untunglah kekhawatiran itu tak terwujud. ”Angsa panggangnya terkenal banget, gurih manis,” kata Willy Wilson (28), orang Indonesia yang pernah tinggal di Hongkong.

Ucapan Willy itu membuat kelenjar saliva mulai berdesir. Kami menuju kawasan Central, tepatnya di Wellington Street. Jalan satu arah ini tak terlalu lebar, terentang di antara Wyndham Street dan Queen’s Road Central. Di antara deretan toko dan restoran, Yung Kee tampak cukup mencolok dalam warna keemasan pada fasad bangunan.

Restoran dua lantai ini rupanya sudah dipenuhi pengunjung. Di sebagian besar meja pengunjung tampak sajian angsa panggang mendominasi. Kami pun langsung memesan menu yang sama. Tak berapa lama seorang pelayan perempuan mengantarkan sepiring angsa panggang berwarna coklat karamel berkilat-kilat lalu meletakkannya dengan takzim di meja kami. Aromanya yang menggoda membuat tangan ingin segera mencomot seiris dagingnya. Untung saja segera teringat ”kewajiban” memotret hidangan ini sebelum ditandaskan.

Semangkuk nasi putih pulen yang hangat dan irisan-irisan angsa panggang serta-merta menjadikan hari itu terbungkus sempurna. Kami makan dalam diam menyesapi kelezatannya hingga ke tulang belulang. Serat daging angsa yang cukup halus terasa lembut sekaligus legit saat dilumat di dalam mulut. Kelegitan cita rasa serat-serat daging ini disempurnakan oleh bagian kulitnya yang rupanya renyah-renyah basah. Glek..!

Cairan yang membasahi angsa panggang ini merupakan sari yang merembes keluar saat pemanggangan lalu bercampur dengan saus perendam berbasis kedelai. Meski tampak ada pulau-pulau minyak di permukaan cairan, percayalah konsistensi sari angsa ini encer dan ringan di lidah. Jika suka, kita boleh mencelup-celupkan irisan daging angsa ke dalam kecap encer kecoklatan yang disajikan bersamaan.

KOMPAS/SARIE FEBRIANE Puding mangga, kue sagu, dan susu almond.
Restoran Yung Kee telah menorehkan sejarah lebih dari 50 tahun dan sanggup menjaga ketenarannya tetap tinggi hingga kini. Seperti kilasan cerita yang termuat di situsnya, restoran ini semula hanya berupa warung sederhana di Kwong Yuen West Street. Seiring dengan ketenaran angsa panggangnya, sang pendiri, Kam Shui Fai, akhirnya mampu membeli sebuah gedung di Wellington Street pada tahun 1964. Sejak itulah restoran ini kian mantap menyajikan angsa panggang nan lezat. Pada tahun 1968, majalah Fortune bahkan mencantumkan Yung Kee dalam 15 restoran terkemuka di dunia. Ketika itu Yung Kee adalah satu-satunya restoran China di dalam daftar tersebut.

Tim’s Kitchen

Keesokan malamnya jadwal makan malam enak berikutnya adalah restoran Tim’s Kitchen. Restoran ini terletak di kawasan Sheung Wan. Selain di Hongkong, restoran ini juga berdiri di Makau dan Shanghai, China. Restoran ini cukup populer karena sempat meraih bintang Michelin, predikat yang prestisius dalam bisnis kuliner. Meski begitu, rata-rata harga menu di restoran ini cukup ramah di dompet sekalipun tersemat penghargaan berkelas tersebut.

Kami langsung memesan beberapa menu sekaligus yang kerap disebut-sebut sebagai favorit di restoran ini. Sedikit kalap, kami memesan kepiting goreng (deep-fried whole fresh crab claw with peppercorn salt), ayam panggang renyah (crispy chicken), daging angsa gulung (chilled marinated goose meat roll), tahu sutra (braised tofu), dan tak lupa sayuran dengan jamur hitam (stewed seasonal vegetables with black mushrooms).

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Destinasi Wisata Disiapkan untuk Sport Tourism, Ada F1 di Danau Toba

6 Destinasi Wisata Disiapkan untuk Sport Tourism, Ada F1 di Danau Toba

Travel Update
8 Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia dengan Sensasi Berjalan di Awan

8 Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia dengan Sensasi Berjalan di Awan

Jalan Jalan
Mesut Oezil di Indonesia, Ingin Salat Jumat di Masjid Istiqlal

Mesut Oezil di Indonesia, Ingin Salat Jumat di Masjid Istiqlal

Travel Update
Tradisi Roko Molas Poco di Manggarai NTT, Budaya Hormati Perempuan sebagai Ibu Bumi

Tradisi Roko Molas Poco di Manggarai NTT, Budaya Hormati Perempuan sebagai Ibu Bumi

Travel Update
Sering Lihat Pramugari Letakkan Tangan Dibelakang, Ini Penjelasannya

Sering Lihat Pramugari Letakkan Tangan Dibelakang, Ini Penjelasannya

Travel Update
7 Tips Keliling Jakarta Naik Bus Wisata Gratis, Naik di Halte Pertama

7 Tips Keliling Jakarta Naik Bus Wisata Gratis, Naik di Halte Pertama

Travel Tips
Panduan Wisata Pantai Pulau Merah Banyuwangi, Ada Tips Lihat Sunset

Panduan Wisata Pantai Pulau Merah Banyuwangi, Ada Tips Lihat Sunset

Travel Tips
Mesut Oezil Pilih Rendang Sebagai Makanan Terenak Indonesia

Mesut Oezil Pilih Rendang Sebagai Makanan Terenak Indonesia

Travel Update
Mesut Oezil Ingin Kunjungi Bali dan Masjid Istiqlal

Mesut Oezil Ingin Kunjungi Bali dan Masjid Istiqlal

Travel Update
Menparekraf Sasar Micro Influencer Atlet untuk Promosi Sport Tourism

Menparekraf Sasar Micro Influencer Atlet untuk Promosi Sport Tourism

Travel Update
Kemenparekraf Gandeng Mesut Oezil, Bidik Pasar Timur Tengah dan Eropa

Kemenparekraf Gandeng Mesut Oezil, Bidik Pasar Timur Tengah dan Eropa

Travel Update
Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Pantai Pulau Merah Banyuwangi

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Pantai Pulau Merah Banyuwangi

Travel Tips
Covid-19 Melandai, Masyarakat Aceh Ramai Bikin Paspor untuk Wisata

Covid-19 Melandai, Masyarakat Aceh Ramai Bikin Paspor untuk Wisata

Travel Update
Pantai Pulau Merah Banyuwangi, Terkenal dengan Sunset Berwarna Merah

Pantai Pulau Merah Banyuwangi, Terkenal dengan Sunset Berwarna Merah

Jalan Jalan
Turis Indonesia Paling Banyak Kunjungi Singapura pada April 2022

Turis Indonesia Paling Banyak Kunjungi Singapura pada April 2022

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.