Kompas.com - 15/01/2014, 15:47 WIB
EditorI Made Asdhiana
KOMPAS.com - La galette des rois, begitu orang Perancis menyebut. Kue dari pastri dengan isi frangipane, biasa disebut krim dari almond. Krim yang berisi bubuk kacang almond, gula, mentega dan telur.

Kue bulat renyah dengan isi almond ini ketika datang masanya, akan dijumpai di mana-mana. Dari mulai toko roti sampai supermarket. Dari yang ukurannya kecil hingga besar. Boleh dibilang beken sekali kue ini! Setiap anak di Perancis, sejak kecil sudah diperkenalkan. Bahkan di TK hingga SD acara makan kue galette des rois, menjadi kegiatan di awal tahun.

Apa sih sebenarnya yang membuat galette des rois begitu terkenal? Tentu saja bukan hanya karena kuenya yang enak namun ada cerita di baliknya. Yang terpenting di dalam kue ini terdapat kejutan yang membuat orang khususnya anak-anak dibuat deg-degan agar bisa mendapatkan keberuntungan dan memperoleh mahkota sebagai raja, simbol keberuntungan!

Kehadiran kue raja ini dikaitkan dengan Hari Epifani yang dirayakan pada 6 Januari. Perayaan bagi umat Kristiani di mana orang-orang Majus dari Timur atau dikenal dengan sebutan Tiga Raja datang mengunjungi Yesus yang baru lahir.

Menurut legenda, pada awalnya tanpa kesengajaan, sebuah cincin emas jatuh saat sedang membuat kue untuk memperingati Hari Epifani. Seorang pria yang menemukannya dianggap memiliki keberuntungan atau berkah dan terpilih sebagai raja selama satu hari itu.

DINI KUSMANA MASSABUAU La Galette des Rois alias kue raja.
Kemudian tradisi itu berlanjut pada abad ke-8, di mana kejutan dalam kue diganti dengan uang logam emas. Seiring perjalanan waktu, logam emas pun berubah menjadi sebuah patung kecil dari porselin.

Di Perancis, tradisi ini berlanjut hingga saat ini. Namun dulu memang tradisi memakan galette merupakan sebuah kebudayaan yang dilakukan hampir di setiap keluarga, di mana pada hari Minggu pertama bulan Januari, mereka berkumpul menikmati kue raja.

Tradisi memakannya pun ada aturannya. Setelah semua anggota keluarga berkumpul, yang termuda, biasanya anak-anak, harus bersembunyi di bawah meja. Kemudian kue raja dipotong sesuai dengan jumlah orang yang hadir.

Setelah itu, anak yang sembunyi di bawah meja harus menentukan setiap potongan kue itu kepada siapa, tanpa melihat potongan kue yang akan dibagikan. Hal ini dilakukan agar tak terjadi kecurangan saat pembagian kue. Pasalnya, salah satu dari isi kue tersebut terdapat ‘feve’ (begitu sebutan dalam bahasa Perancis), dan yang mendapatkannya akan menjadi raja atau ratu selama sehari.

Kenapa di Perancis disebut dengan ‘feve’ yang berarti kacang, untuk kejutan dalam la galette des rois (kue raja)? Masih menurut cerita, jika dulu tradisi Perancis khususnya saat revolusi memang menaruh ‘feve’ yang berupa kacang di dalam kue raja tersebut. Namun tradisi tersebut tidak berlangsung lama, karena menemukan kacang sebagai kejutan kurang memuaskan dan tidak terlalu menggambarkan simbol kerajaan, dibandingkan uang logam atau porselin.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.