Kompas.com - 17/01/2014, 11:47 WIB
Kelompok Acapella Mataraman menghibur rombongan wisatawan asing asal Belgia di obyek wisata Istana Air Taman Sari, Yogyakarta, Selasa (2/4/2013). Bekas tempat pemandian Raja Keraton Yogyakarta yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I tersebut merupakan salah satu aset utama industri pariwisata Yogyakarta.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOKelompok Acapella Mataraman menghibur rombongan wisatawan asing asal Belgia di obyek wisata Istana Air Taman Sari, Yogyakarta, Selasa (2/4/2013). Bekas tempat pemandian Raja Keraton Yogyakarta yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I tersebut merupakan salah satu aset utama industri pariwisata Yogyakarta.
EditorI Made Asdhiana
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Istidjab Danunagoro, mengatakan DIY sampai kini masih menjadi destinasi wisata unggulan, khususnya bagi wisatawan keluarga.

"Itu terbukti selama liburan Natal 2013 dan Tahun Baru 2014 kunjungan wisatawan ke DIY meningkat tajam. Bahkan okupansi hotel di Yogyakarta rata-rata mencapai 90 persen, sehingga membuat para pengelola hotel merasa lega," katanya di Yogyakarta, Kamis (16/1/2014).

Menurut Istidjab, pengalaman tahun-tahun sebelumnya setiap liburan Natal dan Tahun Baru maupun liburan panjang akhir pekan, beberapa obyek wisata di daerah ini selalu dipenuhi kunjungan wisatawan. "Hal itu membuktikan DIY memang masih menjadi destinasi unggulan khususnya untuk wisatawan nusantara," katanya.

Beberapa obyek wisata unggulan yang selalu dipadati wisatawan tiap liburan di antaranya kawasan Malioboro, Taman Pintar, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Kotagede, pantai selatan Gunung Kidul, Bantul dan Kulon Progo, serta beberapa desa wisata.

Selain itu, obyek wisata petualangan Goa Pindul, Brubuh, dan Gua Kalisuci di Kabupaten Gunung Kidul, desa wisata petualangan Kalibiru di Kulon Progo, dan kawasan Imogiri termasuk obyek wisata di luar Malioboro yang ramai dikunjungi wisatawan.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Gelaran pawai budaya Festival Kuno lan Kini Sari Melati menyemarakkan suasana di Jalan Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (19/1/2013). Festival yang dipusatkan di Benteng Vredeburg tersebut turut dimeriahkan dengan acara temu sapa bersama anggota keluarga Keraton Yogyakarta dan sajian berbagai permainan tradisional.
"Yogyakarta tetap masih favorit bagi wisatawan, karena Yogyakarta memiliki keunikan dibanding kota lain di Indonesia. Yang perlu dipersiapkan ke depan tentu fasilitas transportasi yang nyaman," katanya.

"Kalau masa libur, jalan-jalan di Kota Yogyakarta mulai macet oleh banyaknya kendaraan. Ini perlu solusi yang cerdas ke depannya. Namun, secara umum pariwisata DIY masih memiliki magnet tersendiri bagi wisatawan," tambah Istidjab.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kedatangan Penumpang ke Bali Anjlok Saat Larangan Mudik

Kedatangan Penumpang ke Bali Anjlok Saat Larangan Mudik

Travel Update
Apa Itu Penerbangan Charter yang Disetop Menhub Selama Larangan Mudik?

Apa Itu Penerbangan Charter yang Disetop Menhub Selama Larangan Mudik?

Travel Tips
Taman Nasional Kelimutu Ditutup Sementara Selama Libur Idul Fitri

Taman Nasional Kelimutu Ditutup Sementara Selama Libur Idul Fitri

Travel Update
Lihat Pelanggar Protokol Kesehatan, Sandiaga: Potret, Viralkan!

Lihat Pelanggar Protokol Kesehatan, Sandiaga: Potret, Viralkan!

Travel Update
Unik, Kastel Drakula di Rumania Beri Vaksin Covid-19 untuk Wisatawan

Unik, Kastel Drakula di Rumania Beri Vaksin Covid-19 untuk Wisatawan

Travel Update
Peningkatan Skill Jadi Program Kemenparekraf Pasca-Lebaran

Peningkatan Skill Jadi Program Kemenparekraf Pasca-Lebaran

Travel Update
Syarat Wisata ke Bromo Selama Libur Lebaran

Syarat Wisata ke Bromo Selama Libur Lebaran

Travel Tips
Wisata Gunung Bromo Tetap Buka Selama Idul Fitri

Wisata Gunung Bromo Tetap Buka Selama Idul Fitri

Travel Update
Syarat Berwisata ke Candi Prambanan dan Ratu Boko Saat Libur Lebaran

Syarat Berwisata ke Candi Prambanan dan Ratu Boko Saat Libur Lebaran

Travel Tips
Gunungkidul dan Bantul Siagakan Ratusan Petugas di Tempat Wisata Saat Libur Lebaran

Gunungkidul dan Bantul Siagakan Ratusan Petugas di Tempat Wisata Saat Libur Lebaran

Travel Update
Pemkot Lhokseumawe Tutup Tempat Wisata Saat Libur Lebaran 2021

Pemkot Lhokseumawe Tutup Tempat Wisata Saat Libur Lebaran 2021

Travel Update
Okupansi Hotel di Yogyakarta Rendah, Kadispar DIY Ajak ASN Staycation

Okupansi Hotel di Yogyakarta Rendah, Kadispar DIY Ajak ASN Staycation

Travel Update
Pengunjung Asal DIY Tidak Wajib Bawa Surat Negatif Covid-19 Saat Berwisata di Yogyakarta

Pengunjung Asal DIY Tidak Wajib Bawa Surat Negatif Covid-19 Saat Berwisata di Yogyakarta

Travel Update
Borobudur Tutup, Candi Prambanan dan Ratu Boko Tetap Buka Saat Libur Lebaran

Borobudur Tutup, Candi Prambanan dan Ratu Boko Tetap Buka Saat Libur Lebaran

Travel Update
Libur Lebaran, Obyek Wisata di Kalimantan Barat Tetap Buka

Libur Lebaran, Obyek Wisata di Kalimantan Barat Tetap Buka

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X