Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

15 Agen Perjalanan Wisata Malaysia Kunjungi Purworejo

Kompas.com - 20/01/2014, 14:53 WIB
PURWOREJO, KOMPAS.com — Sebanyak 15 agen perjalanan wisata dari Penang, Malaysia, melakukan kunjungan ke Purworejo, Jawa Tengah, Sabtu (18/1/2014). Mereka bermaksud melihat potensi pariwisata Purworejo yang bisa menjadi destinasi wisata baru bagi warga Malaysia yang ingin berlibur ke Indonesia. Dua lokasi tersebut adalah Curug Siklotok di Desa Kaligono dan peternakan kambing peranakan Ettawa di Desa Tlogoguwo, Kecamatan Kaligesing.

Selain menikmati keindahan lanskap alam Kaligesing, para agen tersebut juga disuguhi kesenian asli Purworejo, yaitu Tarian Dolalak. Tidak hanya itu, kedatangan mereka yang bertepatan dengan musim durian dan manggis membuat kedua buah itu menjadi sajian utama dalam sambutan ini.

Didampingi petugas dari Bidang Pariwisata Dinas Koperasi Perindustrian, Perdagangan, dan Pariwisata (Diskopperindagpar) Purworejo, belasan tamu dari negeri jiran tersebut menjelajahi obyek wisata alam yang masih asli. Bahkan, mereka juga menjajal wahana flying fox yang belum lama ini dipasang di Curug Siklotok.

Ketika mengunjungi Curug Siklotok, mereka disambut Tarian Dolalak yang ditarikan oleh grup Dolalak setempat. Setelah itu, rombongan harus berjalan kaki sedikitnya dua kilometer untuk mencapai Curug Siklotok. Meski lelah, pemandangan indah membuat para peserta terpesona. Itulah yang diungkapkan oleh Mohd Lokman Laui dari Sheba Tour and Travel.

"Saya sudah mengunjungi banyak tempat, tapi wahana alam yang begitu lengkap seperti di sini rasanya cukup jarang. Di sini tidak hanya ada pemandangan pegunungan, tapi juga air terjun (curug), sungai yang mengalir di bebatuan alam, dikombinasikan dengan buah yang segar dan tarian tradisional. Semuanya itu bagus," ujarnya.

Lokman mengatakan, kunjungan ke Purworejo membawa nuansa baru untuk kunjungan wisata. Selama ini ia hanya mengenal Bandung, Jakarta, dan Yogyakarta. Namun tidak jauh dari Yogya, ternyata ada lokasi wisata yang menurutnya sedemikian bagus.

"Tempat ini recommended sekali. Potensial untuk menjadi tempat pesiar alam," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Diskopperindagpar Purworejo Lilos Anggorowati mengatakan, kunjungan para agen perjalanan wisata dari Malaysia ini diadakan untuk memperkenalkan potensi pariwisata Purworejo. Mereka sengaja diarahkan ke obyek wisata pegunungan.

"Mereka sengaja diarahkan ke Siklotok yang lokasinya berupa pegunungan. Ini karena umumnya, pantai telah menjadi sesuatu yang biasa. Obyek wisata spesifik yang dimiliki Purworejo misalnya curug dan peternakan peranakan Ettawa ini bisa menjadi sesuatu yang baru untuk diperkenalkan," katanya.

Lilos mengatakan, ia berharap para agen tersebut bisa mulai melirik Purworejo sebagai destinasi wisata baru yang menarik selain Yogyakarta. Untuk itu, rombongan diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk menikmati yang ada.

"Ke depannya, kami berharap ada kesempatan untuk menjadikan Purworejo sebagai satu bagian dari kunjungan wisatawan asal negara tersebut," katanya. (Tribun Jogja/Rento Ari Nugroho)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pengalaman ke Pasar Kreatif Jawa Barat, Tempat Nongkrong di Bandung

Pengalaman ke Pasar Kreatif Jawa Barat, Tempat Nongkrong di Bandung

Jalan Jalan
Libur Panjang Waisak 2024, KAI Operasikan 20 Kereta Api Tambahan

Libur Panjang Waisak 2024, KAI Operasikan 20 Kereta Api Tambahan

Travel Update
Pasar Kreatif Jawa Barat: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Pasar Kreatif Jawa Barat: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Travel Update
Berkunjung ke Pantai Nangasule di Sikka, NTT, Ada Taman Baca Mini

Berkunjung ke Pantai Nangasule di Sikka, NTT, Ada Taman Baca Mini

Jalan Jalan
10 Wisata Malam di Semarang, Ada yang 24 Jam

10 Wisata Malam di Semarang, Ada yang 24 Jam

Jalan Jalan
Tanggapi Larangan 'Study Tour', Menparekraf: Boleh asal Tersertifikasi

Tanggapi Larangan "Study Tour", Menparekraf: Boleh asal Tersertifikasi

Travel Update
Ada Rencana Kenaikan Biaya Visa Schengen 12 Persen per 11 Juni

Ada Rencana Kenaikan Biaya Visa Schengen 12 Persen per 11 Juni

Travel Update
Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Tidak ada Larangan Wisata ke Indonesia

Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Tidak ada Larangan Wisata ke Indonesia

Travel Update
Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Bisu Semangat Pelajar STOVIA

Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Bisu Semangat Pelajar STOVIA

Travel Update
World Water Forum 2024 Diharapkan Dorong Percepatan Target Wisatawan 2024

World Water Forum 2024 Diharapkan Dorong Percepatan Target Wisatawan 2024

Travel Update
Tebing di Bali Dikeruk untuk Bangun Hotel, Sandiaga: Dihentikan Sementara

Tebing di Bali Dikeruk untuk Bangun Hotel, Sandiaga: Dihentikan Sementara

Travel Update
Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Kerja Sama untuk Program Frequent Flyer

Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Kerja Sama untuk Program Frequent Flyer

Travel Update
5 Alasan Pantai Sanglen di Gunungkidul Wajib Dikunjungi

5 Alasan Pantai Sanglen di Gunungkidul Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
Pantai Lakey, Surga Wisata Terbengkalai di Kabupaten Dompu

Pantai Lakey, Surga Wisata Terbengkalai di Kabupaten Dompu

Travel Update
Bali yang Pas untuk Pencinta Liburan Slow Travel

Bali yang Pas untuk Pencinta Liburan Slow Travel

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com