Kompas.com - 24/01/2014, 09:30 WIB
EditorI Made Asdhiana

Lauk yang terlalu sayang untuk dilewatkan adalah ayam lado mudo. Daging ayam berasa sangat istimewa dengan tambahan bumbu kecombrang. Rasa asam dari kecombrang yang biasanya ditemui sebagai campuran rujak ternyata bisa memberikan rasa unik, yaitu pedas dengan semburat asam segar.

Menggigit daging ayam lado mudo, ayam laos, atau ayam bumbu cabai hijau, semakin spesial ketika disandingkan dengan sayur pencok katel. Sayur ini dibuat dari tumisan pucuk daun kacang kedelai yang dibumbui dengan cabai. Rasa pucuk daun kedelai ini dijamin bikin ketagihan jika disantap dengan nasi yang panas mengepul.

Karena daun kacang kedelai sulit dijumpai di Bandung, pengelola warung sengaja mendatangkan khusus dari Majalengka. ”Tiap bulan kami coba cari menu tradisional Nusantara yang hampir punah. Makanan paling enak itu makanan ala rumah,” kata Manajer Operasional Warung Misbar Adhi Jatnika.

Sajian minumannya pun tak kalah. Beragam minuman tradisional mulai dari bandrek, es cingcau hijau, bajigur, jamu, hingga es dung-dung bisa langsung dipilih. ”Lebih menekankan ke tradisional,” ujar Supervisor Warung Misbar Hendra Jasmara.

Pesta rakyat

Minuman-minuman itu tersaji apik dalam gerobak-gerobak terpisah yang mirip dengan yang dijajakan pedagang keliling di kampung-kampung. Tak hanya minuman, gerobak-gerobak itu juga menjajakan camilan menggiurkan seperti rujak ngidam atau tahu gejrot. Di sela-sela kursi pengunjung, seorang pelayan beredar sambil menjajakan rokok yang diwadahi kotak kayu.

”Konsep kami adalah warung. Bukan restoran atau kafe, tapi tetap higienis. Makan kayak di pesta rakyat yang nyaman dan bebas,” tambah Adhi.

Hidangan di restoran ini diolah oleh 19 koki. Harga makanannya tergolong murah dengan rentang dari Rp 3.000 sampai paling mahal Rp 27.500 per satuan. Rata-rata, tiap orang mengeluarkan dana Rp 40.000-an untuk sekali sarapan, makan siang, ataupun makan malam. Warung ini bisa menampung lebih dari 180 orang.

Seperti suasana pesta rakyat, pengunjung bebas berbaur. Tak ada sekat pembatas antara perokok dan bukan perokok. Udara ruangan tak terasa pengap karena ventilasi udara yang terbuka. Konsumen warung ini pun sangat beragam, dari anak muda, orang tua, hingga anak-anak.

Dibuka sejak 25 Agustus 2012, Warung Misbar juga sudah membuka cabang di Denpasar, Bali. Warung dengan konsep bioskop zaman dulu ini lahir dari ide tiga pemegang saham yang kemudian mendirikan PT Radha Boga Jaya.

Kegembiraan dalam sebuah pesta rakyat menjadi pesona utama Warung Misbar. Lengkap dengan hiburan layar tancap, kenangan lama terputar kembali berbalut kelezatan sajian Nusantara. (Mawar Kusuma)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.