Kompas.com - 24/01/2014, 12:12 WIB
Turis asing di Danau Sentani KOMPAS.com/Ni Luh Made Pertiwi F.Turis asing di Danau Sentani
EditorI Made Asdhiana
KUCHING, KOMPAS — Pertemuan menteri pariwisata tingkat ASEAN menghasilkan beberapa kesepakatan. Hal itu antara lain konektivitas dan standardisasi layanan dalam mendorong industri pariwisata. Dalam Forum Pariwisata ASEAN pada 16-23 Januari 2014 ini, Indonesia mulai membuka hubungan bilateral dengan negara China, Korea Selatan, dan Jepang.

Keluarnya kesepakatan tersebut tidak terlepas dari semakin tumbuhnya pariwisata kawasan negara ASEAN dengan kunjungan turis 90,2 juta orang pada tahun 2013. Kunjungan turis regional dan internasional meningkat 12 persen jika dibandingkan tahun 2012.

Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar kesepakatan para menteri pariwisata yang hadir dalam Forum Pariwisata ASEAN (ATF) 2014 meningkatkan pelayanan dari segi sumber daya manusia dan infrastrukturnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu menyampaikan, industri pariwisata harus memiliki standar dan tersertifikasi. ”Ini terkait dengan persiapan kita menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN tahun 2015 sehingga profesi pariwisata harus memenuhi standar yang diakui negara ASEAN,” kata Mari di Kuching, seperti dilaporkan wartawan Kompas, P Raditya Mahendra Yasa, Rabu (22/1/2014).

Berkembangnya industri pariwisata di kawasan ASEAN tidak dapat dilepaskan dari mobilitas perjalanan turis yang melalui sejumlah lokasi perjalanan. Oleh karena itu, frekuensi penerbangan dan pembukaan jalur baru dengan harga rendah akan sangat menentukan konektivitas.

SERAMBI/M ANSHAR Penumpang kapal pesiar Calledonian Sky disambut tari ranup lampuan saat tiba di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Minggu (13/10/2013). Sebanyak 88 turis asal Australia dan Inggris tersebut menghabiskan waktu selama empat jam untuk mengunjungi sejumlah obyek wisata di Kota Banda Aceh sebelum melanjutkan pelayaran ke Pulau Simeulue (Aceh) dan Pulau Nias, Medan.
Dukungan infrastruktur yang memadai, seperti sarana bandara, perbaikan jalan, dan layanan informasi yang jelas, menjadi penentu berkembangnya industri pariwisata. Selain itu, tuntutan kemudahan bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan yang aman dan cepat, seperti kebijakan bebas visa antarnegara ASEAN, termasuk Myanmar.

Pada pertemuan ATF 2014, Mari Elka Pangestu juga menindaklanjuti kesepakatan dengan China dan Korea Selatan melalui kerja sama bidang pariwisata. Sebanyak 2 juta wisatawan telah ditargetkan secara dua arah Indonesia dan China.

Adapun rencana kerja sama dengan Korea Selatan dalam industri kreatif, seperti bidang film, seni pertunjukan, mainan, dan animasi.

”Kita telah membahas tindak lanjutnya, lalu membuat program aksi, termasuk bentuk kerja sama,” kata Mari.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X