Gubernur Bali Dorong Bangli Lirik Sektor Pariwisata

Kompas.com - 24/01/2014, 14:45 WIB
Wisatawan menikmati matahari terbit dari kawah I Gunung Batur di Kecamatan Kintamani, Bangli, Bali, Jumat (7/10/2011). Gunung ini memiliki tiga buah kawah yang masih aktif yang terletak di kaldera Batur raksasa. Banyak wisatawan ke tempat ini hanya berolahraga dan melihat pemandangan. Padahal kawasan gunung juga menjadi laboratorium geologi yang mahakaya. KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT Wisatawan menikmati matahari terbit dari kawah I Gunung Batur di Kecamatan Kintamani, Bangli, Bali, Jumat (7/10/2011). Gunung ini memiliki tiga buah kawah yang masih aktif yang terletak di kaldera Batur raksasa. Banyak wisatawan ke tempat ini hanya berolahraga dan melihat pemandangan. Padahal kawasan gunung juga menjadi laboratorium geologi yang mahakaya.
EditorI Made Asdhiana
BANGLI, KOMPAS.com - Gubernur Bali Made Mangku Pastika mendorong Pemerintah Kabupaten Bangli mulai melirik sektor pariwisata sebagai salah satu upaya menggenjot pendapatan asli daerah (PAD).

"Bangli harusnya bekerja lebih keras untuk menggenjot PAD dengan tidak hanya bertopang pada pertanian dan perkebunan, namun mulai melirik sektor pariwisata," kata Pastika saat mengadakan kunjungan kerja ke Kabupaten Bangli, Kamis (23/1/2014).

Meskipun nantinya mengembangkan pariwisata, Pastika berpesan supaya tidak meninggalkan sektor pertanian. Yang terbaik adalah membuat konsep pengembangan pariwisata yang ditopang oleh pertanian.

Di kabupaten yang terkenal dengan hawanya yang sejuk itu terdapat beberapa obyek wisata unggulan seperti danau dan Gunung Batur, Pura Ulundanu Batur, kawasan Kintamani, Desa Penglipuran, Desa Trunyan, Museum Vulkanologi Batur, dan sebagainya.

JOKO DWI CAHYANA Wisatawan di Desa Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali.
Di sisi lain, Pastika mengatakan Kabupaten Bangli menjadi salah satu kabupaten di Bali yang menjadi prioritas dalam program penanggulangan kemiskinan karena sampai saat ini daerah itu menyumbangkan angka kemiskinan 5,6 persen atau di bawah rata-rata Bali yang secara keseluruhan sebesar 3,9 persen.

"Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemprov Bali untuk menurunkan angka kemiskinan. Saya minta kepada bupati agar segera merinci keperluan Kabupaten Bangli dan disetor ke provinsi agar bisa segera dianggarkan melalui APBD Provinsi Bali. Kalau bisa sebelum Maret semua sudah lengkap," ujarnya.

Gubernur Bali meminta program-program yang diusulkan oleh Bangli harus sinergi dengan program Pemprov Bali. Sinkronisasi diperlukan agar program-program pemerintah provinsi dan kabupaten kota tidak tumpang tindih atau malah beberapa program prioritas menjadi terlupakan.

Sementara itu, Bupati Bangli I Made Gianyar, mengatakan pemerintah kabupaten sudah bekerja sangat keras. Dengan dana yang sedikit dan SDM yang kurang, Bangli seperti tertatih-tatih mengejar ketingggalan dari kabupaten lainnya di Bali.

EKA JUNI ARTAWAN Anak-anak di Desa Trunyan, Bali, bebas menyaksikan kerangka manusia berupa tengkorak dari jarak dekat.
Menurut Gianyar, untuk program-program pembangunan di Kabupaten Bangli sudah disinergikan dengan program-program Pemprov Bali. "Kami sudah meneruskan program Bali Mandara, selain juga program-program milik pemerintah kabupaten Bangli sendiri yang prorakyat," ujar Gianyar.

Dalam kunjungan kerja itu Pastika didampingi Wagub Bali Ketut Sudikerta dan beberapa kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Bali. Hadir pula Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, beserta jajaran kepala SKPD Kabupaten Bangli.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X