Kompas.com - 28/01/2014, 12:14 WIB
EditorI Made Asdhiana
PERNAH mencoba Cokelat nDalem dari Yogyakarta atau Soeklat "saking" Solo? Produk cokelat lokal itu menyodorkan cokelat rasa rempah. Maka, muncul cokelat rasa jahe, cengkeh, beras kencur, wedang ronde, wedang uwuh, dan ini dia, cokelat rasa bajigur.

Sebagai produsen kakao terbesar ketiga di dunia, nama Indonesia masih tertinggal dalam soal produk cokelat. Swiss dan Belgia yang tidak punya lahan kakao justru selama ini mendominasi dunia sebagai produsen cokelat ternama. Berangkat dari fakta tersebut, anak-anak muda ini terdorong untuk mengangkat harkat dan martabat cokelat Indonesia. Pendekatan yang mereka pakai, menciptakan cokelat dengan sentuhan rasa rempah, kekayaan lain Indonesia yang ratusan tahun lalu mengundang bangsa-bangsa asing datang.

Di Yogyakarta ada Meika Hazim (31) yang membangun usaha cokelat yang diberi label Cokelat nDalem. Di kota ini, cokelat lokal sedang naik daun, yang ditandai dengan munculnya 12 merek lokal, termasuk Cokelat nDalem yang secara resmi diluncurkan 1 Maret 2013.

Di Solo, Jawa Tengah, ada tiga sekawan Mutmainah, Ulfa Putri Arifah, dan Nia Anisa Putri yang merintis usaha cokelat yang diberi label Soeklat. Usaha yang dimulai awal 2012 ini diimpikan bakal menjadi salah satu oleh-oleh khas Solo.

Meika bersama sang suami, Wednes Aria Yuda (32) sebagai pengetes rasa, sejauh ini telah mengeluarkan 14 macam rasa cokelat. Ada rasa kayu manis, sereh, jahe, cengkeh, peppermint, cabe, wedang ronde, wedang uwuh, wedang bajigur, nanas, dan leci, selain cokelat standar, seperti dark chocolate, extra dark chocolate, dan less sugar dark chocolate. Ternyata varian baru dalam khazanah rasa cokelat ini mampu merebut hati konsumen. Terbukti rasa kayu manis, wedang ronde, dan wedang bajigur menjadi favorit konsumen.

”Konsepnya mengangkat dan memperkenalkan budaya, khususnya Yogyakarta. Nantinya juga ingin mengangkat budaya Indonesia lebih luas,” ujar Meika.

Tidak hanya rasa, kemasan cokelat juga tidak luput dari perhatian Meika. Ia mengangkat kekayaan lokal, namun mengemasnya dalam rancangan kemasan pop bergambar kartun. Kemasan itu, antara lain, bergambar tokoh pewayangan, seperti Werkudara, Gatotkaca, dan Wisanggeni, atau kesatuan prajurit Keraton Yogyakarta, seperti Mantrijero, Nyutro, dan Wirobrojo, dalam goresan kartun yang lucu.

Selain itu juga ada kemasan dengan aneka motif batik khas Yogyakarta. Setiap kemasan dilengkapi penjelasan ringkas seputar rasa, misalnya apa itu wedang uwuh, ronde, dan bajigur. Kemasan motif batik juga disertai penjelasan soal motif batik sehingga menambah wawasan pembelinya.

Pada awal produksi, Meika hanya menghabiskan bahan baku 5 kilogram cokelat. Kini, produksinya melonjak menjadi rata-rata 300 kilogram per bulan. Jumlah karyawan pun bertambah dari tiga menjadi delapan orang. Cokelat nDalem bisa ditemui di sejumlah minimarket dan 16 toko oleh-oleh di Yogyakarta serta sebentar lagi di supermarket berjaringan. Harganya dibuat terjangkau, sekitar Rp 12.000 per batang.

Meika juga membuka gerai baru Cokelat nDalem di kawasan kampus di Babarsari, Sleman. Rumah produksi yang sementara ini menebeng di rumah orangtua sudah dirasa sesak dan segera pindah ke tempat baru.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Para Wisatawan Asing Belajar Menenun di Nagekeo NTT

Saat Para Wisatawan Asing Belajar Menenun di Nagekeo NTT

Jalan Jalan
6 Tips Main ke Wahana Train to Apocalypse di Kelapa Gading

6 Tips Main ke Wahana Train to Apocalypse di Kelapa Gading

Travel Tips
Lihat Mobil Kepresidenan Sejak Era Soekarno Bisa Mampir ke Sarinah

Lihat Mobil Kepresidenan Sejak Era Soekarno Bisa Mampir ke Sarinah

Travel Update
Ada 'Fashion Week' di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

Ada "Fashion Week" di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

Jalan Jalan
Serunya Berkelana Bareng Orang Asing, Pernah Coba?

Serunya Berkelana Bareng Orang Asing, Pernah Coba?

Travel Update
Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

Jalan Jalan
Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Travel Tips
Pasar Seni Desa Kenalan Borobudur, Satukan Air Suci dari 3 Sumber Berbeda

Pasar Seni Desa Kenalan Borobudur, Satukan Air Suci dari 3 Sumber Berbeda

Travel Update
Pemegang Paspor RI yang Akan ke Jerman Bisa Ajukan Pengesahan Tanda Tangan di Kanim

Pemegang Paspor RI yang Akan ke Jerman Bisa Ajukan Pengesahan Tanda Tangan di Kanim

Travel Update
18 Pelanggaran pada Pendakian Gunung Prau, Ada yang Sanksinya Pidana

18 Pelanggaran pada Pendakian Gunung Prau, Ada yang Sanksinya Pidana

Travel Tips
Tur 6 Hari 5 Malam di Pulau Flores, Kunjungi Kampung Tradisional

Tur 6 Hari 5 Malam di Pulau Flores, Kunjungi Kampung Tradisional

Jalan Jalan
Hotel Artotel Batam Dibuka, Tawarkan Tarif Menginap Mulai Rp 598.000

Hotel Artotel Batam Dibuka, Tawarkan Tarif Menginap Mulai Rp 598.000

Travel Update
Travelin Fest Digelar di Bandara Soekarno-Hatta, Tawarkan Aneka Promo

Travelin Fest Digelar di Bandara Soekarno-Hatta, Tawarkan Aneka Promo

Travel Promo
Apa Bedanya Paspor Biasa dan Paspor Elektronik?

Apa Bedanya Paspor Biasa dan Paspor Elektronik?

Travel Tips
HUT Ke-77 RI, TikTok Ajak 4 Kreator Promosi Wisata Indonesia Selama 77 Jam

HUT Ke-77 RI, TikTok Ajak 4 Kreator Promosi Wisata Indonesia Selama 77 Jam

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.