Kompas.com - 30/01/2014, 15:20 WIB
Dalam menyambut Imlek, kawasan pecinan di Kota Semarang, Jawa Tengah, ramai dengan kegiatan Pasar Semawis, Jumat (24/1/2014). Pasar Semawis menjadi agenda tahunan dengan beragam acara seni budaya dan wisata kuliner. KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASADalam menyambut Imlek, kawasan pecinan di Kota Semarang, Jawa Tengah, ramai dengan kegiatan Pasar Semawis, Jumat (24/1/2014). Pasar Semawis menjadi agenda tahunan dengan beragam acara seni budaya dan wisata kuliner.
EditorI Made Asdhiana
DI Pasar Imlek Semawis yang diadakan oleh Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata atau Kopi Semawis, wayang potehi yang berasal dari China selalu hadir sebagai identitas budaya Tionghoa. Pertunjukan wayang berlangsung setiap tahun di tengah keriuhan pasar malam yang berlokasi di Jalan Wotgandul Timur hingga Gang Pinggir kawasan pecinan, Semarang, Jawa Tengah.

Menyambut datangnya Cia Gwee 2565, dalam Pasar Imlek Semawis (PIS) 2014, wayang kulit purwa dan berbagai jenis wayang lain seperti wayang golek dari Jawa Barat atau wayang klithik dari Yogyakarta juga ikut ditampilkan mulai Senin (27/1/2014) hingga Rabu (29/1/2014).

Saat menyusuri jalan, suasana akan berganti. Di panggung wayang potehi, yang terdengar adalah ramainya alat musik gembreng, kecer, suling, rebab, tambur, hingga trompet. Meski pengunjung berlalu lalang di antara panggung dan penonton, tidak ada yang terganggu.

Berjalan lebih jauh, sayup-sayup akan mulai terdengar alunan musik gamelan yang meneduhkan berpadu dengan suara dalang yang lengkap dengan ketokannya. Pertunjukan wayang purwa tengah berlangsung. Senin malam, dalang cilik bernama Jose Amadeus Krisna menghibur para penonton. Mereka dikelilingi aneka kuliner Semarang, seperti soto ayam, nasi ayam, juga lumpia hingga es puter.

Wayang menjadi tema sentral pada PIS yang kesebelas ini. Ketua Panitia PIS 2014, Harjanto Halim, mengatakan, wayang selain menjadi tontonan juga merupakan tuntunan. Ada banyak nilai-nilai baik yang disampaikan dalam setiap tokoh dan cerita. Pada akhirnya wayang juga memperlihatkan bahwa hanya kebenaran dan kejujuran yang dapat mengalahkan kelicikan dan keculasan.

”Pertunjukan budaya menjadi ajang interaksi yang sehat dan harmonis. Orang Tionghoa dalam perjalanannya juga jatuh cinta pada budaya Jawa,” tuturnya.

Guru Besar Seni Karawitan Institut Seni Indonesia Solo Rustopo mengatakan, orang Tionghoa juga turut berperan dalam mengembangkan budaya Jawa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada akhir abad ke-19, pertunjukan wayang orang mulai meredup di Keraton Mangkunegaran Solo. Hal ini membuat para pemainnya kehilangan pekerjaan. Momentum ini kemudian justru dilirik sebagai peluang oleh pengusaha Tionghoa. Maka para pemain wayang orang itu direkrut dan disediakan wadah untuk pentas. Masuklah wayang orang ke dalam dunia industri hiburan kala itu.

Adalah Gan Kam yang memulai upaya itu di Solo. Langkah ini kemudian yang menjadi cikal bakal terbentuknya pagelaran wayang orang Sriwedari yang eksis hingga kini.

Perkumpulan wayang orang pun bermunculan. Bukan semata bermotif ekonomi, tetapi lebih pada kesenangan. Pada waktu itu menonton wayang orang merupakan kebanggaan tersendiri. Kebanyakan mereka yang menonton adalah termasuk golongan masyarakat menengah ke atas.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Cara Mengatasi Mabuk Udara di Pesawat, Kurangi Makan Makanan Asin

8 Cara Mengatasi Mabuk Udara di Pesawat, Kurangi Makan Makanan Asin

Travel Tips
Artotel Group Bakal Fokus ke Teknologi pada 2022

Artotel Group Bakal Fokus ke Teknologi pada 2022

Travel Update
5 Cara Temukan Kursi Terbaik dan Ternyaman di Pesawat

5 Cara Temukan Kursi Terbaik dan Ternyaman di Pesawat

Travel Tips
Penutupan Akses ke Tempat Wisata Gunung Salak Aceh Utara Diperpanjang

Penutupan Akses ke Tempat Wisata Gunung Salak Aceh Utara Diperpanjang

Travel Update
Perancis Perketat Kebijakan untuk Turis Asing guna Cegah Omicron

Perancis Perketat Kebijakan untuk Turis Asing guna Cegah Omicron

Travel Update
Penyekatan di Check Point di Yogyakarta Saat Nataru Tidak Boleh Dilakukan

Penyekatan di Check Point di Yogyakarta Saat Nataru Tidak Boleh Dilakukan

Travel Update
Satpol PP Yogyakarta Bakal Lakukan Pemeriksaan Surat Kesehatan untuk Turis di Malioboro

Satpol PP Yogyakarta Bakal Lakukan Pemeriksaan Surat Kesehatan untuk Turis di Malioboro

Travel Update
Tips Aman Bepergian di Tengah Kasus Varian Baru Covid-19

Tips Aman Bepergian di Tengah Kasus Varian Baru Covid-19

Travel Tips
Aturan PCR Saat Nataru untuk Anak Usia di Bawah 12 Tahun Dinilai Mempersulit

Aturan PCR Saat Nataru untuk Anak Usia di Bawah 12 Tahun Dinilai Mempersulit

Travel Update
Angkasa Pura I Catat Kenaikan Pergerakan Penumpang Tertinggi pada November 2021

Angkasa Pura I Catat Kenaikan Pergerakan Penumpang Tertinggi pada November 2021

Travel Update
PPKM Level 3 Nataru Batal, Pemerintah Yogyakarta Tetap Terapkan Sanksi untuk Pelanggar Protokol Kesehatan

PPKM Level 3 Nataru Batal, Pemerintah Yogyakarta Tetap Terapkan Sanksi untuk Pelanggar Protokol Kesehatan

Travel Update
Kawasan Malioboro Yogyakarta Tidak Menerapkan Penyekatan saat Nataru

Kawasan Malioboro Yogyakarta Tidak Menerapkan Penyekatan saat Nataru

Travel Update
Daftar Desa Wisata Pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021

Daftar Desa Wisata Pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021

Travel Update
Masa Karantina 10 Hari untuk Antisipasi Omicron dan Turis Indonesia ke Luar Negeri

Masa Karantina 10 Hari untuk Antisipasi Omicron dan Turis Indonesia ke Luar Negeri

Travel Update
Garuda Indonesia Travel Fair, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,3 Jutaan

Garuda Indonesia Travel Fair, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,3 Jutaan

Travel Promo
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.