Kompas.com - 03/02/2014, 08:17 WIB
Sajian rolls (vital dan goldkorn) isi daging dan secangkir kopi di Mahlzeit ’n’ das Brot The Bistro, kedai roti, kue, dan keik di Jalan Achmad Adnawijaya (Jalan Pandu Raya), Kota Bogor. KOMPAS/AMBROSIUS HARTOSajian rolls (vital dan goldkorn) isi daging dan secangkir kopi di Mahlzeit ’n’ das Brot The Bistro, kedai roti, kue, dan keik di Jalan Achmad Adnawijaya (Jalan Pandu Raya), Kota Bogor.
EditorI Made Asdhiana
MENYANTAP hidangan ala Eropa, ada sesuatu yang sepertinya selalu muncul, yaitu penggunaan gandum yang dominan juga sayuran segar. Di Mahlzeit ’n’ das Brot (di Bogor), kata CEO Linda Iborg, komposisi roti 90 persen terbuat dari gandum dan selebihnya tepung terigu.

”Biji-bijian dan kacang-kacangan yang dipakai dalam pembuatan roti minimal ada sembilan jenis. Bahan diimpor dari Eropa atau Australia. Ada oat, gandum, kacang almond, dan biji bunga matahari,” kata Linda.

Dicandai dengan seloroh bahwa roti mancanegara apalagi dari Eropa terkenal keras, Linda hanya mengangguk sambil tersenyum. Ada unsur kesengajaan dalam membuat roti yang keras karena bisa nyambung alias klop ketika dikudap bersama semangkuk sup panas. Dicelupkan ke dalam sup atau gigit saja rotinya kemudian menyeruput sup dijamin sedap.

Aneka roti keras ini dibuat dalam berbagai bentuk. Mau yang panjang seperti pemukul bola atau bulat maupun oval yang terkesan bantat. Di berbagai toko roti, termasuk outlet roti di supermarket ternama seperti Lotte Mart, Carrefour, Hypermart, sampai Giant, roti keras ini pun tersedia. Beberapa variasi roti gandum sengaja dibuat dalam bentuk lebih kecil agar lebih akrab dan mudah dikonsumsi orang Indonesia yang tak terbiasa memakan roti sebagai makanan pokok.

Roti gandum memang agak keras dan alot. Namun, roti jenis ini diyakini lebih sehat. Bahan gandum dan biji lebih baik daripada tepung. Saat memakan pun juga lebih menyehatkan. Roti gandum memerlukan 40 lebih kunyahan sebelum masuk kerongkongan dan diolah lambung. Cara makan ini dipandang menyehatkan.

Meskipun roti gandum ala Eropa dikenal agak alot, bahkan ada yang keras, bukan berarti tidak disukai cara memakan langsung. Munich Oktoberfest atau festival bir di Muenchen membuktikannya. Pretzel dikonsumsi sebagai kudapan sambil minum bir.

Di kedainya, Linda memang tidak menyediakan bir. Minuman yang disediakan adalah teh dan kopi. Linda juga menjual waffle dan cokelat buatan toko lain milik temannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ada juga toples plastik berisi almond panggang dan permen dengan bentuk lucu, teman sempurna saat mengudap roti.

Di Paviljoen Kota (di Mal Kota Kasablanka), sayuran dimasak khusus sehingga rasanya enak tetapi tetap segar. Dalam sepiring Chicken Florentine, sayuran tampil seimbang dengan masakan olahan ayam. Pipilan jagung kuning berbaur dengan kacang polong, wortel, dan sayuran lain tampak menarik. Rasanya ternyata juga lezat karena jelas dimasak dengan racikan bumbu yang pas.

Sup kacang merah juga juara yang sepertinya nyaris selalu dipesan tamu di sini. Penyajian sayuran dalam setiap menu membuat hidangan serba daging jadi tidak terlalu enek. Apalagi, seperti kata Manager Area Outlet Paviljoen Kota Restaurant Lucas Matahero, sebagian besar masakan di sini menggunakan daging sapi, ayam, dan ikan sebagai bahan utama.

Setelah menyikat habis satu porsi cumi masak hitam dengan sepiring nasi, misalnya, ada salad segar dan menarik yang selalu bisa menjadi penawar amis nan mujarab. Salad bisa dipesan tersendiri sebagai makanan pembuka ataupun penutup.

Suka-suka sajalah, yang penting dalam mengonsumsi makanan, tuntutan asupan dengan keseimbangan gizi terpenuhi. (BRO/PIN/NEL)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

NTB Kembangkan Wisata Olahraga, Bisa Contek Kunci Kesuksesan Perancis

NTB Kembangkan Wisata Olahraga, Bisa Contek Kunci Kesuksesan Perancis

Travel Update
Nglanggeran Sukses Wakili Indonesia dalam Daftar Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021

Nglanggeran Sukses Wakili Indonesia dalam Daftar Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021

Travel Update
Libur Nataru, Kapasitas Tempat Wisata DIY 25 Persen dan Tak ada Perayaan Tahun Baru

Libur Nataru, Kapasitas Tempat Wisata DIY 25 Persen dan Tak ada Perayaan Tahun Baru

Travel Update
Rute The Beach Love Bali dari Bandara Ngurah Rai

Rute The Beach Love Bali dari Bandara Ngurah Rai

Travel Tips
Malaysia Batasi Pelaku Perjalanan dari Negara Berisiko Tinggi Omicron

Malaysia Batasi Pelaku Perjalanan dari Negara Berisiko Tinggi Omicron

Travel Update
Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Travel Update
Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Travel Update
Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Travel Update
Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Travel Update
Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Travel Update
Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Travel Update
Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Travel Update
Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Travel Update
Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Travel Update
Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.