Komunitas Ekonomi Kreatif Yogyakarta Perlu Dicontoh

Kompas.com - 03/02/2014, 14:26 WIB
Pemudik berbelanja kaos di gerai industri kaos Dagadu, Jalan Pakuningratan, Yogyakarta, Jumat (24/8/2012). Kaos hasil industri kreatif merupakan salah satu komoditi yang banyak dicari pemudik selama berada di Yogyakarta.  KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOPemudik berbelanja kaos di gerai industri kaos Dagadu, Jalan Pakuningratan, Yogyakarta, Jumat (24/8/2012). Kaos hasil industri kreatif merupakan salah satu komoditi yang banyak dicari pemudik selama berada di Yogyakarta.
EditorI Made Asdhiana
YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu berdiskusi bersama sejumlah komunitas ekonomi kreatif Yogyakarta di Yogyatorium PT Aseli Dagadu Djogja, Sabtu (1/2/2014) malam.

Mari Elka Pangestu yang didampingi pejabat kementerian dan Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tazbir mendengarkan pemaparan dan gambaran kegiatan dari sejumlah komunitas ekonomi kreatif Yogyakarta.

Setelah mendengarkan pemaparan itu, Menparekraf mengatakan sejumlah komunitas ekonomi kreatif termasuk Dagadu Djogja merupakan kegiatan ekonomi yang perlu dicontoh untuk pengembangan ekonomi kreatif daerah lain.

"Harusnya kita belajar dari komunitas Yogyakarta, saya sangat apresiasi terhadap apa yang disampaikan masing-masing komunitas, harapan saya Yogya dengan ekonomi kreatifnya ini bisa terus tumbuh," katanya.

Mari menyatakan akan terus mendorong kegiatan ekonomi kreatif oleh suatu komunitas di Indonesia termasuk di Yogyakarta, dengan harapan mereka bisa saling berorganisasi dan memahami masing-masing ekspresinya.

"Orang-orang kreatif sering kali eksis sendiri, akan tetapi setelah ketemu dengan orang kreatif yang lain dan berkolaborasi dengan beberapa pihak, ternyata hasilnya luar biasa," katanya.

Oleh sebab itu, lanjut Mari, tumbuhnya kreativitas juga harus diimbangi dengan bagaimana interaksi dan kolaborasi antar-komunitas kreatif lainnya sehingga bisa menciptakan ruang kreatif dan kegiatannya terus berkembang.

Menurut Mari, di Indonesia terdapat semacam link sebagai wadah berinteraksi antar-sesama komunitas ekonomi kreatif, tetapi perlu juga bertatap muka langsung dengan para komunitas untuk saling diskusi.

"Berinteraksi di dunia maya (internet) ternyata sangat berbeda dengan face to face, karena kita bisa saling berkolaborasi, banyak cara yang bisa dilakukan apakah itu workshop, seminar," katanya.

Berbagai komunitas ekonomi kreatif yang turut serta dalam diskusi bersama Menparekraf dalam memperingati PT Dagadu Djogja ke-20 tahun itu, di antaranya komunitas animasi, komunitas fotografi, radio komunitas, serta komunitas seni dan budaya.

"Yogya memang gudangnya orang kreatif sehingga Bu Menteri ingin bertemu dengan komunitas kreatif di Yogyakarta," kata Tazbir.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X