Kompas.com - 04/02/2014, 18:03 WIB
Wisatawan asal Belanda mengabadikan kunjungan mereka di permukiman yang rusak terkena lahar hujan di Desa Jumoyo, Salam, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (6/7/2011). Lokasi tersebut menjadi salah satu tempat singgah bagi berbagai agen pariwisata Yogyakarta yang hendak mengantar wisatawan ke Candi Borobudur. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOWisatawan asal Belanda mengabadikan kunjungan mereka di permukiman yang rusak terkena lahar hujan di Desa Jumoyo, Salam, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (6/7/2011). Lokasi tersebut menjadi salah satu tempat singgah bagi berbagai agen pariwisata Yogyakarta yang hendak mengantar wisatawan ke Candi Borobudur.
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS — Kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada Desember 2013 mencapai 860.700 orang, naik 6,59 persen dibandingkan November 2013. Jumlah kunjungan pada Desember 2013 itu merupakan kunjungan bulanan terbesar di Indonesia.

Pada November 2013, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 807.400 orang dan merupakan kunjungan terbesar di Indonesia sampai saat itu. Kepala Badan Pusat Statistik Suryamin menjelaskan, jumlah wisatawan terbanyak berasal dari Singapura, disusul Malaysia, Australia, China, dan Jepang.

”Kunjungan wisatawan asing tidak hanya ke destinasi yang secara tradisional sudah dikunjungi, seperti Bali. Namun, belakangan, Bandung dan sekitarnya mulai menjadi destinasi favorit wisatawan mancanegara,” kata Suryamin dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/2/2014).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu mengatakan, kenaikan wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2013 sangat menggembirakan. Dibandingkan dengan tahun 2012, jumlah kunjungan wisman meningkat 9,4 persen. ”Jumlah wisman mencapai 8,8 juta orang. Padahal, target kami hanya 8,6 juta pengunjung. Jadi, sudah melampaui hingga 200.000 wisman,” kata Mari.

Menurut Mari, pertumbuhan wisman tahun 2013 disebabkan banyak hal yang berkaitan. ”Kita melihat pertumbuhan di Asia masih sangat tinggi. Bahkan, wisatawan dari China juga masih sangat banyak. Kenaikannya mencapai 20 persen. Begitu juga dengan Timur Tengah, terutama dari Arab Saudi,” katanya.

Faktor lain yang menyebabkan kenaikan kunjungan wisman ini karena sejumlah pembangunan dan perbaikan infrastruktur yang dilakukan pemerintah. Ada banyak bandar udara yang dibangun dan diperbaiki.

Selain itu, apa yang dilakukan maskapai penerbangan, seperti memperbanyak rute dan jadwal penerbangan serta menambah armada, membuat kesempatan untuk melakukan perjalanan juga semakin banyak.

”Tahun 2013 juga banyak diselenggarakan MICE (meeting, incentive, conference and exhibition) berskala besar di Indonesia, seperti APEC, WTO, dan Miss World,” kata Mari.

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN Ilustrasi wisatawan mancanegara
Mengenai Bandung menjadi destinasi favorit, Mari mengakui karena Bandung mempunyai obyek wisata yang sangat menarik. ”Selain pemandangan yang indah, di Bandung pengunjung juga bisa berwisata kuliner, belanja, golf, dan sebagainya,” kata Mari.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari mengatakan, tren kunjungan wisatawan asing ke Kota Bandung meningkat. Kunjungan terbanyak dari Malaysia dan Singapura. Mereka rata-rata tinggal di Bandung selama lima hari.

”Paling banyak wisatawan berasal dari Malaysia, jumlahnya mencapai 40 persen. Wisatawan yang berasal dari Malaysia dan Singapura umumnya ke Bandung karena menyukai wisata belanja ataupun spa,” katanya. (AHA/ARN/SEM)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X