Kompas.com - 07/02/2014, 15:44 WIB
Deni Kusnadi, staf Landscape Dusun Bambu (kiri), dan Ketua Forum Penyelamat Lingkungan Hidup Jawa Barat Thio Setiowekti, beberapa waktu lalu, berjalan di jalan masuk Dusun Bambu, Desa Kertawangi, Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, yang dirimbuni dedaunan bambu. Bambu yang tumbuh di kiri dan kanan jalan didesain sedemikan rupa agar membentuk terowongan bambu. KOMPAS/SAMUEL OKTORADeni Kusnadi, staf Landscape Dusun Bambu (kiri), dan Ketua Forum Penyelamat Lingkungan Hidup Jawa Barat Thio Setiowekti, beberapa waktu lalu, berjalan di jalan masuk Dusun Bambu, Desa Kertawangi, Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, yang dirimbuni dedaunan bambu. Bambu yang tumbuh di kiri dan kanan jalan didesain sedemikan rupa agar membentuk terowongan bambu.
EditorI Made Asdhiana

Kini, di Dusun Bambu ditanam sekitar 60 jenis bambu, 15 jenis di antaranya dari China, Jepang, dan Myanmar. Lalu, 45 jenis lainnya dari Indonesia, di mana 15 jenis adalah endemik Bali.

Sebagai contoh bambu hitam (Bambusa lako), bambu gombong (Gigantochloa pseudoarundinacea), bambu suling atau awi tamiyang (Schizostachyum iraten), dan bambu sembilang (Dendrocalamus giganteus) dari Myanmar, yang batangnya mencapai panjang 30 meter dan berdiameter 18 cm-25 cm. Ada 1.250 jenis bambu yang tersebar di seluruh dunia dan sekitar 150 jenis di antaranya terdapat di Indonesia.

Ronny bertekad, semua jenis bambu di dunia ditanam di lokasi itu sehingga konvensi bambu nasional tahun 2015 serta konvensi bambu dunia tahun 2017 dapat digelar di tempat ini. ”Saya yakin dalam 5 sampai 10 tahun ke depan bambu menjadi tren, terutama untuk kebutuhan bahan bangunan ataupun mebel seiring dengan semakin terbatasnya hasil kayu dan upaya pemulihan hutan,” ujarnya.

Ketua Forum Penyelamat Lingkungan Hidup Jawa Barat Thio Setiowekti berpendapat, pemilihan bambu di Dusun Bambu sudah tepat karena tanaman ini mempunyai daya serap air yang tinggi sehingga dapat mengurangi limpasan air dari hulu. ”Di mana ada bambu, di situ juga pasti ada mata air. Itu terbukti ketika musim kemarau saat ini bermunculan mata air di sekitar Dusun Bambu,” kata Thio.

Dusun Bambu sejauh ini merupakan satu-satunya tempat usaha yang mampu memenuhi persyaratan yang diatur dalam Peraturan Daerah Jawa Barat Nomor 1 Tahun 2008 tentang Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kawasan Bandung Utara (KBU). KBU merupakan daerah perbukitan yang mempunyai pengaruh besar terhadap tata air atau sebagai kawasan resapan air. Secara administratif, KBU berada di Kabupaten Bandung (meliputi 3 kecamatan), Kota Bandung (10 kecamatan), Kota Cimahi (2 kecamatan), dan Kabupaten Bandung Barat (6 kecamatan).

”Kami juga sangat berkomitmen pada fungsi ekologis sehingga dari luas areal sekitar 40 hektar, sebenarnya kami mempunyai hak memanfaatkan areal untuk pengembangan bisnis hingga 15 persen untuk bangunan, tetapi kami hanya memanfaatkan 3,6 persen. Lahan lainnya untuk dihutankan dan didesain untuk taman,” ucap Manajer Operasional Dusun Bambu Uung Rumaji.

Lahan yang ada salah satunya dijadikan danau buatan guna menampung limpasan air langsung dari puncak gunung. Kemudian, dari danau, air disalurkan ke kampung sekitarnya untuk menyirami tanaman sayur petani. Warga sekitar Dusun Bambu umumnya menanam sayuran, di antaranya kubis dan brokoli.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyambut positif ekowisata di Dusun Bambu yang melakukan konservasi bambu. ”Ini merupakan salah satu konsep ekonomi hijau. Hutan tetap dilestarikan, tetapi tetap mendatangkan nilai ekonomi, bahkan bisa lebih tinggi daripada nilai ekonomi kayu,” ucap Heryawan.

Di sana disediakan bibit pohon bagi pengunjung Dusun Bambu. Setiap pengunjung akan diberi satu bibit pohon untuk dibawa pulang dan ditanam di tempat yang sesuai dengan pilihan pengunjung, yang terpenting bibit tersebut ditanam di luar areal Dusun Bambu. Hal itu dimaksudkan agar pengunjung juga mendukung pelestarian lingkungan melalui penanaman pohon. (Samuel Oktora)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kitagawa Pesona Bali, Tempat Wisata Bernuansa Pulau Dewata di Wonogiri

Kitagawa Pesona Bali, Tempat Wisata Bernuansa Pulau Dewata di Wonogiri

Jalan Jalan
Ancol Belum Terima Wisatawan Usia di Bawah 12 Tahun Saat Libur Maulid

Ancol Belum Terima Wisatawan Usia di Bawah 12 Tahun Saat Libur Maulid

Travel Update
Wisatawan di Bantul Diharapkan Tunjukkan Kartu Vaksin Jika Susah Akses PeduliLindungi

Wisatawan di Bantul Diharapkan Tunjukkan Kartu Vaksin Jika Susah Akses PeduliLindungi

Travel Update
Dari Sejarah hingga Budaya, Temukan 4 Kegiatan Harmonis di Desa Wisata Kampung Majapahit

Dari Sejarah hingga Budaya, Temukan 4 Kegiatan Harmonis di Desa Wisata Kampung Majapahit

Jalan Jalan
Syarat Terbaru Naik Pesawat, Wajib Tes PCR walau Divaksin Dosis Lengkap

Syarat Terbaru Naik Pesawat, Wajib Tes PCR walau Divaksin Dosis Lengkap

Travel Update
DAMRI Buka Rute Baru untuk Perjalanan Yogyakarta-Jakarta PP

DAMRI Buka Rute Baru untuk Perjalanan Yogyakarta-Jakarta PP

Travel Update
Turis Asing Wajib Punya Asuransi Rp 1,4 Miliar Dirasa Berat, Ini Tanggapan Sandiaga

Turis Asing Wajib Punya Asuransi Rp 1,4 Miliar Dirasa Berat, Ini Tanggapan Sandiaga

Travel Update
Harga Paket Karantina di Hotel untuk Turis Asing di Bali Masih Digodok

Harga Paket Karantina di Hotel untuk Turis Asing di Bali Masih Digodok

Travel Update
Turun ke PPKM Level 2, Wisata Yogyakarta Boleh Buka dengan Syarat

Turun ke PPKM Level 2, Wisata Yogyakarta Boleh Buka dengan Syarat

Travel Update
Ada Rencana Sambutan untuk Turis Asing Pertama yang Tiba di Bali

Ada Rencana Sambutan untuk Turis Asing Pertama yang Tiba di Bali

Travel Update
Penerbangan Reguler dari Luar Negeri ke Bali Masih Sepi, Kemenparekraf Gencarkan Promosi

Penerbangan Reguler dari Luar Negeri ke Bali Masih Sepi, Kemenparekraf Gencarkan Promosi

Travel Update
Ganjil Genap Diterapkan di Puncak dan Sentul Bogor, Antisipasi Libur Nasional.

Ganjil Genap Diterapkan di Puncak dan Sentul Bogor, Antisipasi Libur Nasional.

Travel Update
PPKM Level 2, Sebagian Besar Wisata Gunungkidul Siap Dikunjungi

PPKM Level 2, Sebagian Besar Wisata Gunungkidul Siap Dikunjungi

Travel Update
Sandiaga Angkat Bicara Soal Bali yang Masih Sepi Turis Asing

Sandiaga Angkat Bicara Soal Bali yang Masih Sepi Turis Asing

Travel Update
Hanya Turis Asing Berpaspor dari 19 Negara yang Bisa Langsung ke Bali dan Kepri

Hanya Turis Asing Berpaspor dari 19 Negara yang Bisa Langsung ke Bali dan Kepri

Travel Update

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.