Kompas.com - 10/02/2014, 15:13 WIB
Pengunjung melihat Candi Gumpung di kompleks Candi Muaro Jambi di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, Desember 2013 lalu. KOMPAS/HERU SRI KUMOROPengunjung melihat Candi Gumpung di kompleks Candi Muaro Jambi di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, Desember 2013 lalu.
EditorI Made Asdhiana
SEJAK dulu, bukit-bukit kecil yang menjulang kerap mengundang tanya. Salma (80), warga Desa Muaro Jambi, Kecamatan Maro Sebo, Muaro Jambi, Provinsi Jambi, pernah meyakini ada sesuatu yang tersembunyi. Keyakinannya itu benar. Akhirnya, gundukan yang dikelilingi kebun duku dan durian miliknya menyingkap sebuah ”kota tua”.

”Bukit-bukit itu kami sebut menapo (tumpukan bata yang membentuk struktur candi),” ujar Salma, saat mengenang bukit-bukit kecil tersebut pada akhir Januari lalu. Rahasia bukit kecil terungkap setelah Salma menikah dan punya anak. Pada 1970-an, sejumlah petugas arkeologi dari Jakarta mengupas dan memugar gundukan besar dan luas yang tak jauh dari kebunnya di Desa Muaro Jambi.

Hasilnya, bangunan bata megah berukuran 17 meter x 17 meter, yang dinamai Candi Gumpung, berdiri. Rangkaian pemugaran terus berlanjut hingga menjadi kompleks Candi Muaro Jambi yang terdiri dari Candi Gumpung, Candi Tinggi, Astano, Kembar Batu, Kedaton, Koto Mahligai, dan Teluk. Namun, tak semua candi utuh. Kompleks candi ini terletak sekitar 35 kilometer sebelah utara Kota Jambi. ”Ternyata benar, ada banyak candi di desa kami. Tidak sia-sia kami menjaganya selama ini,” ujarnya.

Selama ini, masyarakat Desa Muaro Jambi sangat menjaganya hingga kemegahan di balik bukit kecil itu tersingkap. Suatu kali, Salma mencangkul hingga kedalaman 1 meter. Tiba-tiba ia mendapat patung perunggu berbentuk anjing di dekat salah satu menapo. Tak hanya itu. Beberapa kali Salma menemukan uang kuno berbentuk koin dengan lubang di tengahnya. Gerabah dan pecahannya juga diperolehnya saat berkebun.

KOMPAS/IRMA TAMBUNAN Candi Gumpung merupakan bagian dari Kawasan Cagar Budaya Muaro Jambi yang dicalonkan sebagai warisan dunia atau world heritage. Situs ini memerlukan pelestarian yang terpadu dengan masyarakat, lingkungan, dan budaya setempat.
Bata-bata tua yang tercecer di antara menapo ditatanya kembali. Tak jarang, jika kelelahan berkebun, Salma tertidur. Ia juga selalu mengingat pesan orangtua untuk tidak bertindak gegabah, seperti buang air kecil, meludah, dan bertindak atau berucap tak senonoh di sekitar menapo. ”Bukan karena percaya mistis. Orangtua kami yakin menapo-menapo itu adalah peninggalan suci pada masa lalu. Harus dihormati,” ujarnya.

Penghormatan masyarakat selama turun-temurun terhadap menapo dinilai kalangan arkeolog sebagai bentuk pelestarian terhadap situs. Itu sebabnya di hamparan seluas 3.100 hektar di sepanjang tepian Sungai Batanghari, ratusan candi dan menapo yang tertimbun tanah nyaris tak terganggu.

Sejak awal, upaya rekonstruksi sejarah mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Puluhan warga bahkan terlibat saat proses ekskavasi dan pemugaran. Setelah proyek selesai, mereka bergantian menjaga dan memelihara situs.

Kekaguman dunia

Kemegahan Muaro Jambi dalam kuatnya ikatan dengan masyarakat lokal mengundang kekaguman dunia. Kawasan tersebut berpeluang menjadi warisan budaya dunia. Muaro Jambi ternyata 20 kali lebih luas daripada Candi Borobudur di Jawa Tengah dan dua kali lebih luas daripada kompleks Candi Angkor Wat di Kamboja. Kompleks Candi Muaro Jambi pun sempat disebut sebagai kawasan candi terluas di Asia Tenggara.

KOMPAS/IRMA TAMBUNAN Candi Gumpung merupakan bagian dari Kawasan Cagar Budaya Muaro Jambi yang dicalonkan sebagai warisan dunia atau world heritage. Situs ini memerlukan pelestarian yang terpadu dengan masyarakat, lingkungan, dan budaya setempat.
Tak heran jika Prof Masanori Nagaoka, Programme Specialist for Culture UNESCO, saat mengunjungi Muaro Jambi empat tahun silam, mengagumi kompleks ini. ”Situs itu masih sangat asli,” katanya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Mal Terbesar di Dunia, Banyak yang dari Thailand dan China

10 Mal Terbesar di Dunia, Banyak yang dari Thailand dan China

Jalan Jalan
Kebun Raya Bogor Resmikan Wahana Baru Griya Anggrek

Kebun Raya Bogor Resmikan Wahana Baru Griya Anggrek

Travel Update
15 Wisata Bantul Yogyakarta dengan Pemandangan Alam Instagramable

15 Wisata Bantul Yogyakarta dengan Pemandangan Alam Instagramable

Jalan Jalan
Pemerintah Kota Yogyakarta Siapkan Jalur Skuter Listrik di Kotabaru

Pemerintah Kota Yogyakarta Siapkan Jalur Skuter Listrik di Kotabaru

Travel Update
Wisata ke Rowo Bayu Banyuwangi, Diduga Lokasi Asli KKN di Desa Penari

Wisata ke Rowo Bayu Banyuwangi, Diduga Lokasi Asli KKN di Desa Penari

Jalan Jalan
Rahasia Ruangan yang Terkunci di Taj Mahal, Benarkah Ada Kuil Hindu?

Rahasia Ruangan yang Terkunci di Taj Mahal, Benarkah Ada Kuil Hindu?

Jalan Jalan
8 Motif Batik Betawi dari Jakarta yang Bernilai Sejarah dan Budaya

8 Motif Batik Betawi dari Jakarta yang Bernilai Sejarah dan Budaya

Jalan Jalan
Festival Dugong di Alor NTT, Upaya Pemulihan Ekonomi lewat Pariwisata

Festival Dugong di Alor NTT, Upaya Pemulihan Ekonomi lewat Pariwisata

Travel Update
11 Tempat Wisata di Jepang buat Pecinta Anime dan Manga

11 Tempat Wisata di Jepang buat Pecinta Anime dan Manga

Jalan Jalan
Sederet Fasilitas Baru TMII Setelah Revitalisasi, Ada Trem Listrik

Sederet Fasilitas Baru TMII Setelah Revitalisasi, Ada Trem Listrik

Travel Update
Sandiaga Sebut Industri Seni Lokal Bisa Belajar dari K-Pop, Ini Alasannya

Sandiaga Sebut Industri Seni Lokal Bisa Belajar dari K-Pop, Ini Alasannya

Travel Update
Aturan Perjalanan Dilonggarkan, Harga Tiket Pesawat Diharapkan Ikut Turun

Aturan Perjalanan Dilonggarkan, Harga Tiket Pesawat Diharapkan Ikut Turun

Travel Update
Daftar Visa on Arrival Kunjungan Wisata Ditambah, Jadi 60 Negara

Daftar Visa on Arrival Kunjungan Wisata Ditambah, Jadi 60 Negara

Travel Update
Siapkan SDM Pariwisata, Labuan Bajo Akan Bangun Poltekpar

Siapkan SDM Pariwisata, Labuan Bajo Akan Bangun Poltekpar

Travel Update
Syarat Perjalanan Tak Perlu Tes Covid-19, Ini Kata Pelaku Industri Pariwisata

Syarat Perjalanan Tak Perlu Tes Covid-19, Ini Kata Pelaku Industri Pariwisata

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.