Kompas.com - 10/02/2014, 15:13 WIB
Sebagian relief tertumpuk di kompleks Candi Kedaton, kawasan Cagar Budaya Muaro Jambi, Jambi, Sabtu (25/1/2014). Banyak relief kuno dicuri pengunjung selama masa ekskavasi sejak 2012. Pengamanan situs dibutuhkan lebih ketatagar tidak semakin banyak tinggalan kuno hilang dari tempat aslinya. KOMPAS/IRMA TAMBUNANSebagian relief tertumpuk di kompleks Candi Kedaton, kawasan Cagar Budaya Muaro Jambi, Jambi, Sabtu (25/1/2014). Banyak relief kuno dicuri pengunjung selama masa ekskavasi sejak 2012. Pengamanan situs dibutuhkan lebih ketatagar tidak semakin banyak tinggalan kuno hilang dari tempat aslinya.
EditorI Made Asdhiana

Keberadaan candi-candi di kawasan tersebut tetap asri meski dipugar para arkeolog. Kondisi bangunan dan lingkungannya relatif terawat dan memberikan kesan hubungan harmonis antara masyarakat dan situs. ”Saya belum melihat potensi yang dapat menjadikan situs ini gagal sebagai warisan dunia,” kata Masanori dalam catatan komentarnya.

Singkat kata, di kawasan tersebut, manusia, lingkungan, dan budaya tetap terjaga orisinalitasnya sehingga Muaro Jambi masih tampak seperti masa kejayaannya pada abad VII hingga XIV atau pada masa Melayu Kuno. Bahkan, saat pembangunan pabrik karet dan sawit serta penimbunan batubara marak tiga-empat tahun terakhir, hanya sebagian kecil menapo yang tergerus atau tertimbun genangan logam batubara.

”Hingga kini, masyarakat masih memegang nilai-nilai lama dan filosofi yang menjaga keaslian situs,” ujar Abdul Hafiz, Ketua Dwarapalamuja, lembaga pelestari situs Muaro Jambi, yang juga pemandu wisata di situs Muaro Jambi.

Muaro Jambi juga merupakan universitas bagi ribuan biksu. Mereka tidak hanya datang untuk mendalami agama, tetapi juga ilmu kedokteran, logika, filosofi, dan tata bahasa.

Lana Atisya adalah salah seorang biksu muda asal India yang bersekolah di Muaro Jambi selama 12 tahun sebelum kembali ke India. Ada juga Pendeta I-Tsing asal China yang membuat catatan saat singgah. ”Ribuan orang belajar dalam bangunan bertembok. Masyarakatnya ikut menyiapkan makanan dan ikut belajar. Keharmonisan tumbuh di Muaro Jambi,” tulis Masanori.

Ibu kota Melayu

Di bukunya mengenai naskah Melayu tertua, ahli filologi Uli Kozok menyatakan, Muaro Jambi selama berabad-abad pernah menjadi ibu kota Melayu. Peneliti Belanda, Schnitger, menyebut bangunan Muaro Jambi sebagai bagian dari sebuah kota yang besar. Situs ini juga tak kalah dengan Muara Takus di Riau, Padanglawas di Sumatera Utara, atau Bumiayu di Sumatera Selatan. Demikian pula McKinnon yang menilai Muaro Jambi merupakan situs terbesar di Sumatera.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Winston Mambo, Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi, membenarkan hal itu. ”Kompleks candi ini memang sangat megah,” ujarnya. (Irma Tambunan)

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Maskapai Penerbangan Paling Tepat Waktu Se-Asia Pasifik 2021, Indonesia Termasuk

10 Maskapai Penerbangan Paling Tepat Waktu Se-Asia Pasifik 2021, Indonesia Termasuk

Travel Update
PT KAI Luncurkan KA Nusa Tembini Jurusan Cilacap-Yogya 2 Juli 2021

PT KAI Luncurkan KA Nusa Tembini Jurusan Cilacap-Yogya 2 Juli 2021

Travel Update
Tebing Laut Ngungap Gunungkidul, Obyek Wisata Alam Tebing dan Lautan

Tebing Laut Ngungap Gunungkidul, Obyek Wisata Alam Tebing dan Lautan

Jalan Jalan
Penerbangan Misterius di Korea Selatan Laris Manis, Ditumpangi Belasan Ribu Penumpang

Penerbangan Misterius di Korea Selatan Laris Manis, Ditumpangi Belasan Ribu Penumpang

Travel Update
Jangan Nekat, Wisatawan Jakarta Dilarang ke Bandung Selama Sepekan

Jangan Nekat, Wisatawan Jakarta Dilarang ke Bandung Selama Sepekan

Travel Update
Malindo Air Mulai Uji Coba IATA Travel Pass

Malindo Air Mulai Uji Coba IATA Travel Pass

Travel Update
Paket Wisata Vaksin, Turis Indonesia Berkesempatan Dapat Vaksin Covid-19 di AS

Paket Wisata Vaksin, Turis Indonesia Berkesempatan Dapat Vaksin Covid-19 di AS

Travel Update
4 Aktivitas Seru Saat Wisata ke Taman Langit Malang

4 Aktivitas Seru Saat Wisata ke Taman Langit Malang

Jalan Jalan
30 Wisata Hits di Malang 2021, Banyak Spot Foto Kekinian

30 Wisata Hits di Malang 2021, Banyak Spot Foto Kekinian

Jalan Jalan
8 Desa Wisata di Sumba Timur NTT, Cocok untuk Wisata Alam dan Budaya

8 Desa Wisata di Sumba Timur NTT, Cocok untuk Wisata Alam dan Budaya

Travel Update
Kenapa Edelweis Tidak Boleh Dipetik? Ini 10 Fakta Menarik Si Bunga Abadi

Kenapa Edelweis Tidak Boleh Dipetik? Ini 10 Fakta Menarik Si Bunga Abadi

Travel Update
AirAsia Beri Promo Gratis Bagasi 15 Kilogram, Ini Caranya

AirAsia Beri Promo Gratis Bagasi 15 Kilogram, Ini Caranya

Travel Promo
Asyik! Wisatawan Indonesia Sudah Bisa Liburan ke Perancis

Asyik! Wisatawan Indonesia Sudah Bisa Liburan ke Perancis

Travel Update
Jam Buka dan Harga Tiket Kebun Binatang Jurug Kota Solo 2021, Ada Diskon

Jam Buka dan Harga Tiket Kebun Binatang Jurug Kota Solo 2021, Ada Diskon

Jalan Jalan
5 Tempat Wisata Malang Terbaru 2021, Cocok Dikunjungi Saat Akhir Pekan

5 Tempat Wisata Malang Terbaru 2021, Cocok Dikunjungi Saat Akhir Pekan

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X