Kompas.com - 11/02/2014, 16:06 WIB
EditorI Made Asdhiana
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berupaya untuk memperbarui produk wisata baru Yogyakarta. Paket wisata baru ini akan ditawarkan dalam Asita Table Top di Pulau Bali.

Ketua Asita DIY, Edwin Ismedi Himna menuturkan selama 2013 banyak terjadi perubahan, terutama tumbuhnya hotel-hotel baru, sementara paket wisata masih mengandalkan produk lama sehingga dikhawatirkan pasar tidak berkembang.

"Supaya tidak terjadi kejenuhan wisatawan, kami berencana meng-update situasi Yogyakarta yang kini sudah berubah sekaligus mencari market baru dari Bali," ujarnya di Yogyakarta, Senin (10/2/2014).

Edwin mengakui Bali dan Jakarta, masih menjadi gerbang kedatangan wisatawan mancanegara (wisman). Terlebih dengan terbukanya penerbangan internasional dari dan ke Bali. Sedangkan untuk Yogyakarta, saat ini masih terbentur dengan terbatasnya penerbangan internasional.

“Saat ini baru ada international flight dari Singapura dan Malaysia. Oleh karena itu kami berharap wisatawan mancanegara dari Bali bisa ditarik berkunjung ke Yogyakarta,” ujarnya.

Kendalanya, selama ini kebanyakan wisman yang berkunjung dari Bali ke Yogyakarta hanya one day trip, mereka hanya dijadwalkan berkunjung ke Keraton, Malioboro atau Candi Borobudur, yang bisa dikunjungi dalam sehari. "Kita harus mencoba menambah destinasi baru, termasuk menciptakan wisata malam supaya turis minimal menginap sehari di Yogyakarta," katanya.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Petugas membantu pengunjung Candi Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta, mengenakan sarung batik bermotif Pintu Ratna, Selasa (21/8/2012). Pengelola Taman Wisata Candi Prambanan mulai mewajibkan setiap pengunjung mengenakan sarung batik tersebut sebagai salah satu bentuk penghormatan terhadap tempat sakral bagi umat Hindu tersebut serta untuk melestarikan batik. Pada tahap awal, pengelola tempat itu menyiapkan 5.000 helai sarung batik untuk mendukung program Sarungisasi tersebut.
Saat ini wisata malam di Yogyakarta baru bisa mengandalkan sendratari Ramayana di Candi Prambanan. Selain itu, untuk destinasi wisata mulai menawarkan pantai-pantai baru, seperti yang berada di Gunung Kidul yang jaraknya relatif jauh.

Dalam table top di Bali, Asita akan mengajak diskusi pelaku wisata di Bali supaya perlu adanya kerja sama menarik wisman ke Yogyakarta. Diakui bahwa sekitar 30 persen wisman yang berkunjung ke Kota Gudeg datang dari Pulau Dewata.

"Saya lihat pelaku wisata di Bali sangat terbuka. Saya harap nantinya banyak wisman yang bisa ditarik ke Yogyakarta, seperti dari Australia atau Rusia," kata Edwin. (Tribun Jogja)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.