Kompas.com - 14/02/2014, 09:04 WIB
Wamenparekraf Sapta Nirwandar dan Dirjen Pemasaran Pariwisata Kemenparekraf Esthy Reko Astuti di ajang Vakantiebeurs 2014 di Utrecht, Belanda, yang berlangsung 14-19 Januari 2014. ARSIP KEMENPAREKRAFWamenparekraf Sapta Nirwandar dan Dirjen Pemasaran Pariwisata Kemenparekraf Esthy Reko Astuti di ajang Vakantiebeurs 2014 di Utrecht, Belanda, yang berlangsung 14-19 Januari 2014.
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu, mengatakan bahwa industri pariwisata merupakan salah satu komponen penting yang terus berkembang menjadi salah satu industri terbesar di dunia. Hal ini disampaikan Mari di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (13/2/2014).

“Dalam beberapa tahun terakhir banyak sekali studi dan penelitian yang menunjukkan mengapa pariwisata penting,” ujar Mari.

Menurut Mari, di Indonesia, sektor pariwisata menjadi penyumbang devisa sebesar 10 miliar dollar AS. Angka tersebut menjadikan sektor pariwisata sebagai sektor penghasil devisa keempat terbesar dari penghasilan ekspor barang dan jasa.

“Jumlah wisatawan ke Indonesia pada 2013 meningkat menjadi 8,8 juta wisatawan. Angka itu melebihi target kami sebesar 8,6 juta wisatawan,” kata Mari.

Hal ini juga berdampak pada lapangan pekerjaan di bidang pariwisata. “Satu dari sebelas pekerjaan di dunia dan di Indonesia berasal dari sektor pariwisata,” ujar Mari.

Meski berkembang pesat, Ketua DPP Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Azril Azhari, menilai sektor pariwisata di Indonesia dalam hal pengemasan masih tertinggal dengan negara tetangga Thailand.

“Pengemasan dalam bidang event, kuliner, destinasi, dan budaya. Pengemasan pariwisata di Indonesia belum menjadi kebijakan pokok,” kata Azril.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X