Kompas.com - 15/02/2014, 16:02 WIB
EditorI Made Asdhiana
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Obyek Wisata Keraton Yogyakarta ditutup sementara bagi wisatawan karena kondisinya masih kotor tertutup tebaran abu vulkanik letusan Gunung Kelud di Jawa Timur.

Pantauan Antara, Sabtu (15/2/2014), sejumlah abdi dalem "Prajurit Biru" didukung para relawan masih melakukan pembersihan di kawasan wisata keraton itu.

"Debu masih bertebaran tidak mungkin kita buka karena justru akan membahayakan wisatawan. Sekarang masih bersih-bersih dulu," kata seorang abdi dalem keraton, Raden Handoko Pawoko, di Yogyakarta.

Menurut Handoko, baik di halaman luar maupun dalam rata-rata ketebalan debu masih mencapai satu centimeter, sehingga belum memungkinkan untuk dibuka bagi umum.

"Semua regol (pintu masuk) keraton masih kami tutup dan tidak menerima wisatawan," katanya.

Terkait kapan obyek wisata itu akan dibuka kembali, menurut Handoko, masih menunggu keputusan dari keluarga Keraton.

"Selain menunggu halaman Keraton memungkinkan bagi wisatawan, kami juga masih menunggu keputusan dari pihak keluarga dalem untuk membuka kembalinya," katanya.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Pintu masuk bagi wisatawan di Keraton Yogyakarta, Yogyakarta, lengang karena obyek wisata tersebut masih ditutup, Sabtu (15/2/2014). Masih tebalnya abu vulkanik dari Gunung Kelud yang menyelimuti seluruh wilayah Yogyakarta membuat sebagian besar obyek wisata di kota tersebut belum dapat beroperasi.
Handoko mengemukakan, pada hari-hari normal kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara rata-rata sebanyak 2.000 hingga 4.000 orang per hari.

"Dari tadi pagi sudah ada yang datang baik perorangan maupun rombongan tapi 'kecele' dan balik pulang," katanya.

Seorang wisatawan mancanegara yang berniat masuk obyek wisata itu, Paul, mengaku penasaran saja terhadap kondisi keraton. Ia memahami kebijakan penutupan keraton karena kondisi yang belum memungkinkan akibat banyak abu vulkanik.

"Saya kebetulan saja masih ada di Yogyakarta dan menyempatkan mampir ke Keraton, karena belum bisa kembali pulang disebabkan bandara ditutup," kata wisatawan asal Perancis itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.