Kompas.com - 17/02/2014, 15:21 WIB
Fedi Fianto di Puncak Ama Dablam, Nepal.

 ARSIP PRIBADI Fedi Fianto di Puncak Ama Dablam, Nepal.
|
EditorI Made Asdhiana

KOMPAS.com - "Rasanya sangat senang karena ini mimpi saya," ucap Fedi Fianto saat berbagi pengalamannya mencapai puncak Ama Dablam. Petualangannya mencapai Mother Necklace atau Kalung Ibu Dunia bukan tanpa rintangan. Selama musim gugur 2013, dari 35 tim ekspedisi dari seluruh dunia hanya 6 tim yang berhasil mencapai puncak. Fedi adalah pedaki kedua dari Indonesia yang mencapai puncak ini. Sebelumnya, Alvin Agie Perdana pada tahun 2012 mencapai posisi yang sama.

Ama Dablam masuk kategori Extreem High Altitude karena ketinggiannya melebihi 5.000 mdpl yaitu 6.812 mdpl. Gunung ini memiliki tingkat kesulitan medan tersulit kedua didunia di bawah gunung K2 di Pakistan. Sampai saat ini belum ada tim ekspedisi dari Indonesia yang berhasil menaklukan Gunung K2 yang kisah pendakiannya difilmkan oleh Hollywood dengan judul Vertical Limit.

Walaupun lebih rendah, tingkat kesulitan Gunung Ama Dablam berada di atas Gunung Everest sebagai gunung tertinggi di dunia. "Harus memanjat dinding batu dan dinding es vertikal. Berbeda dengan mendaki Aconcagua dan Everest yang tidak memerlukan skill (keahlian) tersebut," kata Fedi. Sesuai sebutannya, Kalung Ibu, adalah menggambarkan bentuk es abadi yang menggantung di puncaknya atau biasanya disebut hanging glacier.

Karena ketinggiannya, asupan oksigen juga minim hingga tubuh sulit beradaptasi. Apalagi dengan tubuh yang terbiasa dengan suhu ketinggian yang rendah atau biasa disebut tropis seperti di Indonesia. Di puncak Ama Dablam, oksigen hanya 44 persen dari kadar oksigen yang ada di permukaan laut (Jakarta).

Sebagai gambaran Fedi menjabarkan bahwa kadar oksigen di udara bebas di permukaan laut adalah 20 persen maka di puncak Ama Dablam hanya tinggal 9 persen saja. "Mendaki Ama Dablam tanpa tabung oksigen seperti yang saya lakukan, secara teoritis sama dengan mendaki Everest dengan tabung oksigen seperti yang dilakukan Clara Sumarwati, Tim Kopassus, Mahitala, dan Wanadri," kata Fedi.

Kepada Kompas.com, Fedi Fianto menjabarkan, ekspedisi Gapai Tinggi terbagi menjadi 3 sub tim. Tugas manajer dipegang oleh Cak Lukik karena paling senior dan paham tentang sejarah pendakian dan seluk beluk Himalaya. Maklum, posisi gunung Ama Dablam pas disekitar pegunungan Hilamayala. Tugas manajer memberikan arahan dan masukan tentang pemilihan agen pendakian dan seputar proses pendakian.

Sub tim kedua adalah penanggung jawab Ekspedisi Ama Dablam ialah Taufan Hidayat. Dia paling berpengalaman di dalam tim dalam berbagai pendakian di Indonesia. Taufan juga satu-satunya anggota yang sebelumnya sudah pernah mencapai Island Peak yang memiliki ketinggian hampir sama dengan Ama Dablam, yaitu 6.189 mdpl. Terakhir adalah anggota tim terdiri dari Fedi Fianto, Nikk, dan Arief Hidayat.

Persiapannya mencapai waktu 2 tahun. Selama kurun waktu tersebut, para anggota tim melakukan latihan fisik dan mental yang cukup menguras energi. "Karena dibiayai sendiri, kami serahkan porsi dan bentuk latihan ke masing-masing anggota tim. Saya sendiri, selain suka dengan gunung juga suka dengan laut," kata Fedi.

Selama latihan, Fedi mengikuti ajang olahraga internaional, di antaranya Triathlon (Bali Internasional Triathlon Full Distance), Open Water Swimming, Bali Marathon 2013 (Full Distance 42 km), Jakarta Climbers (klub pemanjat di Jakarta), dan kelas panjat tebing (rock climbing) yang berlokasi di Pasar Festival, Kuningan, Jakarta.

Beberapa kali tim juga menyempatkan latihan bersama di antaranya mendaki Gunung Salak dengan membawa galon isi air, bersepeda Jakarta – Bandung lewat Jonggol, dan latihan panjat tebing di Bogor. Untuk latihan ketahanan cuaca, beberapa anggota tim juga sempat melakukan perjalanan ke beberapa negara dengan suhu ekstrem seperti ke Iceland, Swiss,dan Norwegia.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Catat, Diskon 40 Persen dan Promo Kidzania Sampai Akhir Februari 2022

Catat, Diskon 40 Persen dan Promo Kidzania Sampai Akhir Februari 2022

Travel Promo
Kondisi TMII yang Terbengkalai Beredar di Twitter, Ini Penjelasannya

Kondisi TMII yang Terbengkalai Beredar di Twitter, Ini Penjelasannya

Travel Update
9 Kafe Instagramable Kediri, Cocok buat Tempat Ngopi dan Nongkrong

9 Kafe Instagramable Kediri, Cocok buat Tempat Ngopi dan Nongkrong

Jalan Jalan
Creative Hub Puncak Waringin Labuan Bajo Diserahkan ke Pemda Manggarai Barat

Creative Hub Puncak Waringin Labuan Bajo Diserahkan ke Pemda Manggarai Barat

Travel Update
Asyiknya Panen Stroberi Sambil Ngopi di Oktobery Tasikmalaya

Asyiknya Panen Stroberi Sambil Ngopi di Oktobery Tasikmalaya

Jalan Jalan
5 Cara Menenangkan Bayi Saat Naik Pesawat Menurut Psikolog

5 Cara Menenangkan Bayi Saat Naik Pesawat Menurut Psikolog

Travel Tips
Harga Tiket Jembatan Gantung dan Gondola di Girpasang Klaten

Harga Tiket Jembatan Gantung dan Gondola di Girpasang Klaten

Travel Update
Daftar 25 Negara yang Terapkan Pajak Turis Mulai 2022, Ada Indonesia

Daftar 25 Negara yang Terapkan Pajak Turis Mulai 2022, Ada Indonesia

Travel Update
Saran Pakar Feng Shui untuk Tahun Macan Air, Cari Tempat Wisata Baru

Saran Pakar Feng Shui untuk Tahun Macan Air, Cari Tempat Wisata Baru

Travel Tips
5 Negara Pilihan Utama Pensiunan 'Crazy Rich', Swiss Salah Satunya

5 Negara Pilihan Utama Pensiunan "Crazy Rich", Swiss Salah Satunya

Jalan Jalan
Pullman Ciawi Vimala Hills Beri Promo Menginap dan Menu Spesial Imlek

Pullman Ciawi Vimala Hills Beri Promo Menginap dan Menu Spesial Imlek

Travel Promo
Perlukah Penutup Telinga Saat Bayi Naik Pesawat? Ini Penjelasan Dokter

Perlukah Penutup Telinga Saat Bayi Naik Pesawat? Ini Penjelasan Dokter

Travel Tips
Bos Maskapai AS Ingatkan Jaringan 5G Bisa Timbulkan Malapetaka

Bos Maskapai AS Ingatkan Jaringan 5G Bisa Timbulkan Malapetaka

Travel Update
Pramugari Lebih Pilih Layani Penumpang di Kelas Ekonomi, Ini Alasannya

Pramugari Lebih Pilih Layani Penumpang di Kelas Ekonomi, Ini Alasannya

Travel Update
Wajib Tahu, 8 Cara Aman Mengemas Makeup Saat Liburan

Wajib Tahu, 8 Cara Aman Mengemas Makeup Saat Liburan

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.