Kompas.com - 17/02/2014, 15:21 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

Fedi Fianto bersama tim ekspedisi Gapai Tinggi melakukan perjalanan ini pada November 2013. Perjalanan memakan waktu 35 hari. "Perjalanan ke Base Camp (pos pemberhentian) saja sudah membutuhkan waktu minimum 8 hari. Ini sudah merupakan tantangan tersendiri," ujar pria lulusan Institute Teknologi Bandung (ITB) ini. Saat itu, dari 2 tim ekspedisi asal Indonesia, hanya 1 pendaki yang bisa mencapai puncak Ama Dablam.

Kesulitan lain muncul akibat dari Badai Tropis di India yang terjadi selama bulan Oktober dan November. Imbasnya menyebabkan cuaca buruk di Himalaya, khususnya Ama Dablam. Hal ini menyebabkan tingginya tumpukan salju termasuk ancaman datangnya longsor salju. Akhirnya banyak tim membatalkan pendakian karena gunung tidak dapat didaki. "Tidak memungkinkan untuk memasang tali karena para Sherpa (pemandu dari penduduk lokal) tidak bisa menemukan blue ice atau batu untuk menancapkan paku es," kata Fedi.

Saat cuaca membaik semua tim yang tersisa bergegas untuk mendaki yang mengakibatkan pos pemberhentian 2 penuh. Pos ini berada di atas jurang dan hanya mampu menampung 6 tenda saja. Di sini Fedi Fianto harus mengambil keputusan yang sulit. Mundur atau terus jalan mencapai puncak. Inilah saat paling sulit selama pendakian. Di tengah cuaca yang berat dan kondisi fisik yang lelah, kata pantang menyerah memiliki arti lebih dari biasanya.

Akhirnya Fedi terus berjalan sendirian. Hanya ditemani Sherpa dan tanpa anggota tim lainnya, ia memutuskan jalan menuju puncak. "Saya berangkat jam 8 pagi tanggal 21 November, sampai di Puncak Ama Dablam pada jam 12 siang keesokan harinya tanggal 22 November, selama 28 jam nonstop," ungkapnya.

Jadilah Fedi Fianto mengukir sejarah, untuk kedua kalinya Sang Merah Putih berkibar di puncak Ama Dablam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.