Kompas.com - 18/02/2014, 11:40 WIB
EditorI Made Asdhiana

Di areal SAU juga terdapat artshop yang menjajakan berbagai cendera mata khas Jawa Barat. Bahkan, di halaman samping kanan terdapat guest house yang memiliki sembilan kamar. ”Itu untuk para tamu atau orang-orang yang belajar angklung di sini,” ujar Ayu Setianingsih, karyawan SAU.

Di sela seluruh bangunan itu terdapat beberapa rumpun bambu dari jenis bambu hitam, bambu apus, dan bambu gombong. Ketiga jenis bambu inilah yang menjadi bahan dasar pembuatan angklung.

Pencapaian ini, kata Taufik, tidak terwujud dalam waktu singkat. SAU bertransformasi hampir setengah abad untuk mencapai bentuknya seperti sekarang. Ide semula melestarikan seni angklung Sunda, telah menjelma menjadi pusat seni pertunjukan dan pendidikan seni Jawa Barat yang setiap hari menggelar sampai empat sesi pementasan. Di dalamnya setidaknya terlibat lebih dari 2.000 orang terdiri dari seniman, wisatawan, dan para pengelola jasa wisata setempat.

Dulu, angklung identik dengan seni jalanan yang para pemainnya mengamen di jalan-jalan. Angklung adalah tradisi yang hidupnya merana. ”Mang Udjo juga awalnya melakukan itu. Ia datang ke beberapa tempat untuk mempertunjukkan angklung,” kata Taufik.

Tetapi Udjo tak kenal lelah. Bersama gurunya, Daeng Soetigna (alm), ia maju terus. Daeng Soetigna telah menciptakan angklung doremi, dengan tangga nada diatonis, yang bisa memainkan lagu-lagu populer. ”Tetapi Mang Udjo kemudian yang mempertunjukkannya. Karena memang Daeng Soetigna lebih cenderung menjadi pendidik. Ia, misalnya, mengajarkan angklung kepada para pramuka,” tutur Taufik.

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO Para perajin angklung menyelesaikan pembuatan alat musik bambu khas Jawa Barat ini.
Siang itu, Kang Yayan, kakak kandung Taufik Udjo, memandu para wisatawan menggelar konser bersama. Setiap orang memegang satu angklung. Dengan hand sign yang diciptakan Mang Udjo, dalam seketika mengalun lagu ”Burung Kakak Tua”, yang sebelumnya sama sekali tidak dikenal oleh para wisatawan.

”Ternyata kita bisa menggelar konser besar secara dadakan,” ujar seorang wisatawan asal Belanda. Mereka riang dan angklung melekat di benaknya. Bukti bahwa tradisi bisa makin seksi jika diolah dengan sentuhan seni dan manajemen masa kini. (Putu Fajar Arcana) 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Info Shalat Idul Adha 2022 di Masjid Istiqlal, Jam Mulai sampai Tips

Info Shalat Idul Adha 2022 di Masjid Istiqlal, Jam Mulai sampai Tips

Travel Update
Tari Ja'i Meriahkan Turnamen Sepak Bola HUT ke-76 Bhayangkara di Manggarai Timur

Tari Ja'i Meriahkan Turnamen Sepak Bola HUT ke-76 Bhayangkara di Manggarai Timur

Travel Update
Harga Tiket dan Jam Buka Pantai Pasir Putih PIK 2

Harga Tiket dan Jam Buka Pantai Pasir Putih PIK 2

Travel Tips
Sandiaga Bertemu Ketum PP Muhammadiyah, Bahas Wisata Halal

Sandiaga Bertemu Ketum PP Muhammadiyah, Bahas Wisata Halal

Travel Update
Ho Chi Minh City Jadi Kota Terbaik bagi Solo Traveler di Dunia 2022

Ho Chi Minh City Jadi Kota Terbaik bagi Solo Traveler di Dunia 2022

Travel Update
Machu Picchu Nyaris Terbakar karena Kebakaran Hutan Dekat Reruntuhan Inca

Machu Picchu Nyaris Terbakar karena Kebakaran Hutan Dekat Reruntuhan Inca

Travel Update
Tank Rusak Militer Rusia Jadi Sasaran 'Selfie' Warga Ukraina

Tank Rusak Militer Rusia Jadi Sasaran "Selfie" Warga Ukraina

Travel Update
Pesona Wisata Sungai dan Seni Budaya di Desa Pandean Trenggalek

Pesona Wisata Sungai dan Seni Budaya di Desa Pandean Trenggalek

Jalan Jalan
Ubud Masuk 10 Destinasi Terbaik bagi Solo Traveler di Dunia 2022

Ubud Masuk 10 Destinasi Terbaik bagi Solo Traveler di Dunia 2022

Travel Update
Jalur Pendakian Cemara Kandang di Gunung Lawu Bakal Ditata

Jalur Pendakian Cemara Kandang di Gunung Lawu Bakal Ditata

Travel Update
Libur Sekolah, Kunjungan ke Gunungkidul Diprediksi Naik 30 Persen

Libur Sekolah, Kunjungan ke Gunungkidul Diprediksi Naik 30 Persen

Jalan Jalan
Panduan Wisata Garut Dinoland, Bisa Foto Bareng Dinosaurus

Panduan Wisata Garut Dinoland, Bisa Foto Bareng Dinosaurus

Jalan Jalan
Kunjungan ke Yogyakarta Naik, Diharapkan Banyak Wisatawan yang Belanja Produk Lokal

Kunjungan ke Yogyakarta Naik, Diharapkan Banyak Wisatawan yang Belanja Produk Lokal

Travel Update
Masuk TN Komodo Rp 3,75 Juta Bakal Berlaku untuk Semua Wisatawan

Masuk TN Komodo Rp 3,75 Juta Bakal Berlaku untuk Semua Wisatawan

Travel Update
Bukit Bintang, Destinasi Wisata Keluarga Baru di Aceh Besar

Bukit Bintang, Destinasi Wisata Keluarga Baru di Aceh Besar

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.