Kompas.com - 22/02/2014, 08:20 WIB
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Aromanya bak tanah di perkebunan kopi. Tak cukup sekali puas untuk menghisap uapnya dari hidung. Setelah itu pasti tak sabar untuk menyeruput air hitam yang ada dalam cangkir yang sudah di genggaman tangan. Akhirnya sruuuup... akh, seruputan di ujung bibir ini benar-benar mengingatkan akan tanah Papua yang indah dan menakjubkan.

Tidak salah kopi ini dinamakan Golden Lable Coffee atau kopi berlabel emas. Saat Kompas.com meneguknya, tekstur kopi Lembah Baliem ini lebut tapi rasa kopinya sangat pekat. Setelah ditelan, rasa asamnya seperti betah berlama–lama di ditenggorokan. Setelah itu rasa pahit khas kopi akan datang belakangan tinggal bersama rasa asam.

"Untuk Golden Lable kami menyeduhkan dengan cara syphon dengan menyesuaikan karakter biji kopi, suhu, dan waktu penyeduhan agar rasanya terjaga," ujar Resianri Triane, Manajer Kafe Anomali.

KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN Kopi Lembah Baliem diseduh dengan cara syphon.
Biji kopi ini diambil langsung dari pedalaman Papua dari para petani kebun lokal di Lembah Baliem, Papua. Tak heran aroma rasanya sangat kuat karena dihasilkan dari tanah di dataran yang tinggi untuk perkebunan yaitu diketinggian sekitar 1.700 meter dari permukaan laut.

Kafe yang berdiri sejak 2007 silam ini menyediakan Kopi Lembah Baliem dalam edisi terbatas. Bisa dinikmati di tempat atau beli bubuk kopi yang dibawa pulang. Kemasannya ditata apik dalam kantong berbahan karung jadi sangat pantas juga untuk dijadikan suvenir buat kerabat.

Ada juga kopi Aceh. Aromanya seperti mencium buah kopi. Bertekstur lembut dengan rasa asam mengalahkan rasa pahitnya. Asamnya sampai terasa di ujung langit–langit mulut. Kopi terasa ringan saat diteguk. Kopi Aceh berasal dari daerah Jagong Jeget, Aceh Tengah.

KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN Kopi Latte, campuran kopi, susu dan busa susu yang sangat lembut.
Kopi-kopi yang ada tersedia di Kafe Anomali berasal dari berbagai tanah daerah di Indonesia yaitu Kopi Jawa, Mandailing Sumatera, Toraja, Bali, dan Aceh. "Setiap kopi memiliki karakter biji dan rasa yang berbeda. Semua dipengaruhi dari karakter tanah tempat di mana dia tumbuh," kata Rasianri.

Kopi–kopi ini memang hanya bisa berjodoh dengan para pecinta dan penikmat kopi sejati. "Kalau tidak dengan passion (minat) terhadap kopi, sulit bisnis di bidang ini. Kami menjalankannya dengan ideologi," kata M. Abgari, pemilik Kafe Anomali.

Pria yang biasa dipanggil Agam ini menjelaskan tentang ideologi yang dimaksud adalah dengan memahami karakter setiap biji kopi. Selain itu menghargai proses setiap pembuatan kopi. "Kami lebih memilih proses dengan waktu yang lama misalnya karena yang penting adalah menjaga rasa kopi," ucapnya.

KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN Di Kafe Anomali, semua biji kopi berasal dari seluruh Indonesia.
Bagi yang bukan penikmat kopi keras, kafe yang sudah membuka 5 gerai di Jakarta dan Bali ini juga ada banyak pilihan minuman kopi lainnya. Kopi Latte salah satunya adalah campuran kopi, susu, dan foam atau busa susu. Berbeda dengan Cappucino, foam di Latte lebih tipis. Saat bibir ada di ujung cangkir, foam terasa sangatlah lebut. Rasa kopinya tiba-tiba menyelinap masuk ke ujung lidah. Tak perlu ditambah gula, rasa manis Latte berasal dari campuran susunya. Suhunya juga tidak terlalu panas menjaga agar susunya tidak pecah.

Bila ingin minuman dingin, Creme Brulle adalah pilihan yang tepat. Lebih cocok lagi diminum sambil berbincang santai. Minuman ini adalah campuran dari kopi, karamel, susu, ditambah foam dingin di atasnya. Tanpa diaduk teksturnya akan ringan dan rasanya manis khas karamel. Bila diaduk minuman ini menjadi legit dan kental. Rasa karamelnya justru mengalahkan rasa manisnya.

Agam mengungkapkan, "Kami ingin customer datang ke Anomali untuk menikmati kopi, bukan sebagai selingan". Tak salah memang, bila ingin mengenal kopi Indonesia lebih dekat, Anomali Kafe adalah tempat yang sesuai. Tak perlu tanya harga, seruput dan nikmati. Itulah nilai dari secangkir kopi...

KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN Creme Brulle, kopi dengan saus karamel dan es, cocok untuk bersantai.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dieng Culture Festival 2022 Digelar Lagi, Ini Jadwal dan Daftar Acaranya

Dieng Culture Festival 2022 Digelar Lagi, Ini Jadwal dan Daftar Acaranya

Travel Update
10 Larangan dan Imbauan Pendakian Gunung Penanggungan via Tamiajeng

10 Larangan dan Imbauan Pendakian Gunung Penanggungan via Tamiajeng

Travel Tips
Tarif Kontribusi Konservasi Pulau Komodo Rp 3,75 Juta Masih Wacana

Tarif Kontribusi Konservasi Pulau Komodo Rp 3,75 Juta Masih Wacana

Travel Update
8 Tempat Wisata Dekat Florawisata D'Castello Ciater Subang

8 Tempat Wisata Dekat Florawisata D'Castello Ciater Subang

Jalan Jalan
Tips Mendaki Gunung Penanggungan via Tamiajeng, Jangan Meremehkan

Tips Mendaki Gunung Penanggungan via Tamiajeng, Jangan Meremehkan

Travel Tips
Rute ke Basecamp Pendakian Gunung Penanggungan via Tamiajeng, Mojokerto

Rute ke Basecamp Pendakian Gunung Penanggungan via Tamiajeng, Mojokerto

Travel Tips
Solo Hiking Gunung Penanggungan via Tamiajeng, Si Kecil yang Tak Boleh Diremehkan

Solo Hiking Gunung Penanggungan via Tamiajeng, Si Kecil yang Tak Boleh Diremehkan

Jalan Jalan
4 Wisata Dekat Pantai Pasir Putih PIK 2, Ada Banyak Tempat Kulineran

4 Wisata Dekat Pantai Pasir Putih PIK 2, Ada Banyak Tempat Kulineran

Jalan Jalan
Merespons Keinginan Putin, Kapan Penerbangan Moskwa-Bali Dibuka Lagi?

Merespons Keinginan Putin, Kapan Penerbangan Moskwa-Bali Dibuka Lagi?

Travel Update
Museum Bank Indonesia Buka 7 Juli, Catat HTM dan Ketentuan Masuk

Museum Bank Indonesia Buka 7 Juli, Catat HTM dan Ketentuan Masuk

Travel Update
Museum Istana Hong Kong Dibuka untuk Umum

Museum Istana Hong Kong Dibuka untuk Umum

Travel Update
Sandiaga dan Gibran Ingin Penerbangan Internasional Langsung ke Solo

Sandiaga dan Gibran Ingin Penerbangan Internasional Langsung ke Solo

Travel Update
Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo, Aturan Keamanan Akan Diperketat

Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo, Aturan Keamanan Akan Diperketat

Travel Update
Wisata ke Venesia Italia Bakal Dikenai Tiket Masuk, Segini Harganya

Wisata ke Venesia Italia Bakal Dikenai Tiket Masuk, Segini Harganya

Travel Update
Piala Dunia 2026, Jarak Antar Stadion Terjauh Capai 5.000 Km

Piala Dunia 2026, Jarak Antar Stadion Terjauh Capai 5.000 Km

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.