Akibat Kelud, Industri Pariwisata Sleman Rugi Rp 1 Miliar Per Hari

Kompas.com - 23/02/2014, 17:08 WIB
Abu vulkanik erupsi Gunung Kelud menyelimuti kompleks Candi Prambanan. KOMPAS/ALOYSIUS BUDI KURNIAWANAbu vulkanik erupsi Gunung Kelud menyelimuti kompleks Candi Prambanan.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Hujan abu vulkanik yang menyelimuti kawasan Yogyakarta mengganggu industri pariwisata di Kabupaten Sleman. Kepala Dinas Budaya Pariwisata (Disbudpar) Sleman Ayu Laksmidewi mengatakan, kerugiannya mencapai Rp 1 miliar per hari.

"Kerugian yang menimpa industri pariwisata Sleman kurang lebih sekitar 50% dari kerugian total DIY yaitu sebesar 2 miliar rupiah per harinya," terang Ayu Laksmidewi, Minggu (23/02/2014).

Menurut Ayu, setelah bandara Internasional Adi Sutjipto kembali dibuka pada Rabu (19/02/2014) kemarin, industri wisata di Kabupaten Sleman mulai merangkak naik. Namun, tingkat hunian hotel di wilayah Sleman belum pulih.

"Restoran yang ada di wilayah Sleman juga mengalami penurunan yang sangat signifikan karena abu vulkanik sangat menganggu kenyamanan penikmat kuliner," ujarnya.

Hingga saat ini, pihak Pemda setempat dan masyarakat terus berusaha membersihkan abu vulkanik agar aktivitas industri pariwisata dapat normal kembali.

Pada 2013, kontribusi PAD dari sektor pariwisata sebesar 14,5% dari total PAD yaitu 473 miliar rupiah. Ayu berharap kunjungan wisata pada tahun 2014 ke Sleman tetap sesuai target, yakni 3,6 juta pada 2014. 

"Untuk mencapai target itu diperlukan kerja keras semua pihak. Bersama-sama berusaha agar industri pariwisata dapat segera normal kembali," ujarnya.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X