Kompas.com - 24/02/2014, 14:32 WIB
Pameran ”ISI ISI” di Galeri Kemang 58, Jakarta, Jumat (21/2/2014). Pameran diikuti seniman Yogyakarta, lintas usia, lintas pengalaman, dan lintas komunitas yang masing-masing merespons bidang karya seluas 35 cm x 35 cm. KOMPAS/LASTI KURNIAPameran ”ISI ISI” di Galeri Kemang 58, Jakarta, Jumat (21/2/2014). Pameran diikuti seniman Yogyakarta, lintas usia, lintas pengalaman, dan lintas komunitas yang masing-masing merespons bidang karya seluas 35 cm x 35 cm.
EditorI Made Asdhiana

Di antara karya kedua perupa, hadir beratus karya lain dengan beragam siasat merespons pakem 35 cm x 35 cm dengan khas. Perupa dari ASRI, Joko Pekik, tetap menghadirkan ”keriuhan massa” lewat lukisan ”Sejuta Anak Ayam”. Perupa ASRI lainnya, Aming Prayitno, menghadirkan ”Doble T” dan ”Triple Circle”.

Patokan dimensi 35 cm x 35 cm tak menghalangi perupa AT Sitompul (ISI Yogyakarta angkatan 2000) menghadirkan kanvas berlapis carvet dan cat akrilik merah dalam serial ”Kebaikan”, ”Kebenaran”, serta ”Kebaikan Menjaga Kebenaran” yang memadu bentuk-bentuk simetris dari dua karya pertama.

Sujono (ISI Yogyakarta angkatan 1986) malah menghadirkan ”lukisan” tiga dimensi ”Mbeler”, mempertahankan ukuran lebar dan tinggi 35 cm x 35 cm yang membingkai sebentuk telinga berbahan fiberglass yang molor dijewer. Karya tiga dimensi yang tertib pakem juga dihadirkan Kamroden Haro lewat ”Kamroden Family” yang berbahan kuningan dan besi. Semuanya hadir dengan kekhasan gelombang besar ekspresi rupa dari berbagai masanya, dengan sentuhan personal dari setiap perupa.

Dalam pameran tanpa kurator itu, dosen ISI Yogyakarta, Suwarno Wisetrotomo, memberikan catatan pengantar pameran berjudul ”Isen-isen” yang mengulas keguyuban para perupa lintas generasi. Juga keliaran mereka merespons patokan ukuran karya 35 cm x 35 cm.

Suwarno membenarkan ukuran karya yang mungil membuatnya ”cair”, mudah ditenteng dan diperjualbelikan banyak kolektor yang setelah krisis ekonomi global cenderung berhati-hati berbelanja karya. ”Karya kecil seperti ini memang ramah terhadap pasar, tetapi sebagian besar perupa justru membuktikan proses berkarya mereka lepas dari kecenderungan mengikuti selera pasar. Mereka justru menghadirkan kemungkinan tak berbatas dari 35 cm x 35 cm,” ujar Suwarno.

Isen-isen, yang dalam batik dikenal sebagai motif pengisi motif utama, dipilih Suwarno untuk menggambarkan pameran Isi Isi. ”Proses pameran ini memaksa perupa melepaskan rutinitas berkaryanya, memberi jeda, dan interupsi dari siklus berkarya masing-masing. Dalam proses kreatif yang panjang, jeda itu perlu,” kata Suwarno. (Aryo Wisanggeni G)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Intip Mewahnya Vila Lokasi Syuting Film House of Gucci di Italia

Intip Mewahnya Vila Lokasi Syuting Film House of Gucci di Italia

Jalan Jalan
Bandara Adisutjipto Yogyakarta Kembali Buka Rute Yogyakarta-Bali

Bandara Adisutjipto Yogyakarta Kembali Buka Rute Yogyakarta-Bali

Travel Update
Citilink Jadi Maskapai Pertama yang Terbang Komersial ke Bandara Ngloram Blora

Citilink Jadi Maskapai Pertama yang Terbang Komersial ke Bandara Ngloram Blora

Travel Update
Slowakia Lockdown karena Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Slowakia Lockdown karena Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Travel Update
Negara-negara di Eropa Lockdown Lagi, Penjualan Paket Wisata Tak Terpengaruh

Negara-negara di Eropa Lockdown Lagi, Penjualan Paket Wisata Tak Terpengaruh

Travel Update
Kapal Pesiar Masih Dilarang Berlayar ke Hawaii hingga 2022

Kapal Pesiar Masih Dilarang Berlayar ke Hawaii hingga 2022

Travel Update
Desa Ara di Bulukumba Sulsel Bakal Punya Wisata Kapal Phinisi

Desa Ara di Bulukumba Sulsel Bakal Punya Wisata Kapal Phinisi

Travel Update
Polres Semarang Bentuk Satgas Jalur Wisata Saat Nataru, Antisipasi Lonjakan Pengunjung

Polres Semarang Bentuk Satgas Jalur Wisata Saat Nataru, Antisipasi Lonjakan Pengunjung

Travel Update
Wow! Ubud Jadi Kota Ke-4 Terbaik Sedunia, Kalahkan Kyoto dan Tokyo

Wow! Ubud Jadi Kota Ke-4 Terbaik Sedunia, Kalahkan Kyoto dan Tokyo

BrandzView
Per 1 Desember 2021, WNI Bisa Terbang Langsung ke Arab Saudi Tanpa Karantina 14 Hari di Negara Ketiga

Per 1 Desember 2021, WNI Bisa Terbang Langsung ke Arab Saudi Tanpa Karantina 14 Hari di Negara Ketiga

Travel Update
PPKM Level 3 Serentak, Taman Rekreasi Diminta Serius Terapkan Protokol Kesehatan

PPKM Level 3 Serentak, Taman Rekreasi Diminta Serius Terapkan Protokol Kesehatan

Travel Update
Menelusuri Sudut-sudut 'Nyeni' di West Kowloon Hong Kong, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

Menelusuri Sudut-sudut "Nyeni" di West Kowloon Hong Kong, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

BrandzView
Siap-siap, Selandia Baru Akan Terima Turis Asing pada 2022

Siap-siap, Selandia Baru Akan Terima Turis Asing pada 2022

Travel Update
Desa Wisata Liya Togo di Wakatobi, Punya Kekayaan Wisata Bahari sampai Seni Budaya

Desa Wisata Liya Togo di Wakatobi, Punya Kekayaan Wisata Bahari sampai Seni Budaya

Jalan Jalan
Rute Menuju Ruang Lapang Bandung dari Terminal Ledeng

Rute Menuju Ruang Lapang Bandung dari Terminal Ledeng

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.