Lurik Menerobos Zaman

Kompas.com - 25/02/2014, 08:48 WIB
Proses penyekiran atau pembuatan motif lurik di rumah produksi Kurnia Lurik. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOProses penyekiran atau pembuatan motif lurik di rumah produksi Kurnia Lurik.
EditorI Made Asdhiana

Jika hingga kini Rachmad tetap bertahan, itu karena pasar masih meminati lurik buatannya. Ia berkreasi memakai bahan baku benang katun atau sutra kualitas baik yang sesekali dipadukan dengan serat alami.

Kreativitas

Kreativitas juga menjadi kunci pertahanan bagi Kurnia Lurik di Krapyak Wetan, Bantul, DI Yogyakarta. Ketika pengusaha-pengusaha lurik gulung tikar dan hanya menyisakan sepuluh pengusaha di DIY, Kurnia Lurik bertahan sejak didirikan Dibyo Sumarto (almarhum) pada tahun 1962.

Dengan 50 pekerja yang mayoritas lanjut usia, Kurnia Lurik stabil memproduksi 4.500 meter lurik per bulan. Produksi pakaian adat atau surjan bagi abdi dalem keraton tetap digenjot. Namun, pakem klasik ini telah berkembang sesuai tren warna dan penataan garisnya pun makin abstrak.

Motif klasik hujan liris warna hitam putih yang biasa digunakan oleh raja Yogyakarta, misalnya, diproduksi bervariasi dengan warna mulai hijau toska, maron pelangi, atau ungu muda. Setiap bulan selalu ada motif baru yang dirilis.

Pada masa sulit, era 1980-an, produksi terdongkrak bagi pemenuhan kebutuhan seragam sekolah. Permintaan antara lain masih berdatangan dari sekolah swasta, seperti Tarakanita dan Tugu Ibu. Lurik unggul sebagai seragam karena bahannya tebal, kuat, dan awet.

Sejak tahun 2000, Kurnia Lurik mengusung fashion lurik sebagai pakaian sehari-hari. Pengembangan lurik juga mengarah pada pembuatan kerajinan tangan seperti tas, dompet, dan perlengkapan interior dengan melibatkan warga di sekitar rumah produksi lurik.

”Lulus kuliah, awalnya saya enggak pengin kerja di sini. Tapi, eman-eman kalau enggak diteruskan. Selagi pakaian masih berbahan kain, ada kesempatan lurik dilirik,” ujar Jussy Rizal (27), cucu Dibyo yang kini mengelola Kurnia Lurik bersama keluarganya.

Kecintaan pada kain tenun, termasuk lurik, turut menumbuhkan kepedulian dalam diri Jadin C Djamaludin, pemilik Jadin Craft Textiles di Sewon, Bantul.

Ia sempat menjadi juragan tenun ketika membuka pabrik tenun dengan tenun buatan tangan di Yogyakarta pada 1984. Pabrik itu dilengkapi dengan laboratorium pewarnaan hingga komputerisasi desain.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengalaman Menjelajahi Museum Nasional Indonesia Secara Virtual

Pengalaman Menjelajahi Museum Nasional Indonesia Secara Virtual

Jalan Jalan
Sejarah Makan Daging Anjing di China, Bukan Tradisi?

Sejarah Makan Daging Anjing di China, Bukan Tradisi?

Whats Hot
Imbas Wabah Corona, Kucing dan Rakun di Kafe Hewan Seoul Kesepian

Imbas Wabah Corona, Kucing dan Rakun di Kafe Hewan Seoul Kesepian

Jalan Jalan
Pengalaman Bikin Dalgona Coffee Tanpa Mixer, Pakai Saringan Sederhana

Pengalaman Bikin Dalgona Coffee Tanpa Mixer, Pakai Saringan Sederhana

Travel Tips
InterContinental Bali Resort Bikin Masker Sendiri, Berikan ke Pegawai dan Warga

InterContinental Bali Resort Bikin Masker Sendiri, Berikan ke Pegawai dan Warga

Whats Hot
Ngopi di Rumah? Coba Resep Baru Ini, Kopi Campur Kunyit

Ngopi di Rumah? Coba Resep Baru Ini, Kopi Campur Kunyit

Makan Makan
Turis Berkurang karena Corona, Gajah Thailand Alami Kelaparan

Turis Berkurang karena Corona, Gajah Thailand Alami Kelaparan

Jalan Jalan
Bandara Soetta Sediakan 270 Parking Stand untuk Tempat Parkir Pesawat

Bandara Soetta Sediakan 270 Parking Stand untuk Tempat Parkir Pesawat

Whats Hot
Simak, Cara Permintaan Pembatalan dan Refund di Tiket.com

Simak, Cara Permintaan Pembatalan dan Refund di Tiket.com

Whats Hot
[POPULER TRAVEL] Simpan Telur di Dalam Freezer | Alasan Teripang Mahal

[POPULER TRAVEL] Simpan Telur di Dalam Freezer | Alasan Teripang Mahal

Whats Hot
11 Inisiatif Restoran Terbaik Dunia Saat Pandemi Covid-19, dari Bagi Makanan sampai Bikin Petisi

11 Inisiatif Restoran Terbaik Dunia Saat Pandemi Covid-19, dari Bagi Makanan sampai Bikin Petisi

Makan Makan
Kunjungan Turis Asing ke Bali Menurun, Nyaris Sudah Tidak Ada Tamu

Kunjungan Turis Asing ke Bali Menurun, Nyaris Sudah Tidak Ada Tamu

Whats Hot
Mesin Penyemprot Disinfektan ke Bagasi Hadir di Bandara Soekarno Hatta dan 18 Bandara Lain

Mesin Penyemprot Disinfektan ke Bagasi Hadir di Bandara Soekarno Hatta dan 18 Bandara Lain

Whats Hot
KBRI di Washington Imbau Turis Indonesia di AS Cepat Pulang ke Tanah Air

KBRI di Washington Imbau Turis Indonesia di AS Cepat Pulang ke Tanah Air

Whats Hot
Amerika Serikat Tunda Penerbitan Paspor Baru, Kecuali Urusan Darurat Kesehatan

Amerika Serikat Tunda Penerbitan Paspor Baru, Kecuali Urusan Darurat Kesehatan

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X