Di Pekan Kuliner Indonesia, Ibu Negara Serbia Cicipi Nasi Goreng Indonesia

Kompas.com - 26/02/2014, 20:30 WIB
Penulis Susana Rita
|
EditorPalupi Annisa Auliani

BEOGRAD, KOMPAS.com - Promosi kuliner Indonesia saat ini sedang berlangsung di Beograd, Serbia. Ibu Negara Serbia, Dragisa Nikolic, menyempatkan diri membuka Pekan Kuliner Indonesia ini. Nasi goreng Indonesia pun sempat dicicipinya.

Pekan Kuliner Indonesia berlangsung di Crowne Plaza Hotel Beograd, dari Senin (24/2/2014) sampai dengan Minggu (2/3/2014). Namun, seremonial pembukaan baru dilakukan pada Selasa (25/2/2014) waktu Beograd.

“Kehadiran ibu negara Serbia dalam pekan kuliner Indonesia menunjukkan signifikansi keakraban  antara Indonesia dan Serbia,” ungkap Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwadar, Selasa.

Promosi ini diwakili 30 ikon makanan yang berasal dari berbagai pulau di Indonesia. Pekan Kuliner Indonesia berlangsung bersamaan dengan keikutsertaan Indonesia dalam pameran pariwisata terbesar di wilayah Balkan, Belgrade International Fair of Tourism (IFT) ke-66, di kota yang sama.

Dalam IFT 2014, Indonesia menjadi official partner country  atau negara partner resmi penyelenggaraan pameran. Pagelaran tersebut sekaligus menandai 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Serbia.

Dalam sambutannya, Dragisa Nikolic mengungkapkan, mengenal cita rasa kuliner suatu bangsa akan membawa pemahaman sekaligus penghargaan terhadap budaya dan karakter khusus Indonesia dan masyarakatnya. “Saya melihat pengalaman kuliner akan membawa Indonesia lebih dekat kepada kita (bangsa Serbia),” ungkap Dragisa.

Lebih lanjut Dragisa mengungkapkan, mengolah makanan merupakan sebuah seni yang merefleksikan semangat geografis dan orang-orang yang mendiaminya, baik diolah oleh chef amatir maupun profesional.

Menurut Dragisa, sayur dan buah pun tumbuh di tanah dengan karakter yang spesifik. Makanan, imbuh dia, juga mesin waktu yang dapat membawa penikmatnya menuju abad-abad sebelumnya.

Keahlian memasak, tambah Dragisa, merupakan sebuah seni yang tidak hanya terkait cita rasa makanan, tetapi juga penampakannya. "Banyak ahli  mengungkapkan sedap tidaknya  sebuah makanan dimulai penampakannya di piring," kata dia.

Sementara itu, Sapta mengungkapkan,  makanan yang ditampilkan dalam Pekan Kuliner Indonesia hanyalah sebagian kecil dari kekayaan cita rasa Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, Indonesia memiliki 5.600 resep dari berbagai pelosok nusantara.

Namun,  tambah Sapta, Indonesia masih jauh ketinggalan dibandingkan negara-negara seperti China, Jepang, Thailand, dalam mempromosikan makanan. "Selama ini (Indonesia) tidak terlalu giat mempromosikan  makanan yang kita miliki,” ungkap Sapta.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.