Gembira Loka Bebas Abu Vulkanik

Kompas.com - 27/02/2014, 08:22 WIB
Pengunjung Kebun Binatang Gembira Loka, Yogyakarta, Minggu (8/12/2013), sedang bercengkerama dengan satwa koleksi di sana. Kebun binatang itu menjadi salah satu tempat rekreasi utama di Yogyakarta, khususnya akhir pekan. Pada hari kerja, Senin-Jumat, jumlah pengunjung sekitar 1.500 orang per hari. Pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu, jumlah pengunjung sekitar 5.000 orang per hari. KOMPAS/ADRIAN FAJRIANSYAHPengunjung Kebun Binatang Gembira Loka, Yogyakarta, Minggu (8/12/2013), sedang bercengkerama dengan satwa koleksi di sana. Kebun binatang itu menjadi salah satu tempat rekreasi utama di Yogyakarta, khususnya akhir pekan. Pada hari kerja, Senin-Jumat, jumlah pengunjung sekitar 1.500 orang per hari. Pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu, jumlah pengunjung sekitar 5.000 orang per hari.
EditorI Made Asdhiana
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Obyek wisata Gembira Loka Zoo Yogyakarta kini sudah terbebas dari abu vulkanik Gunung Kelud, sehingga kunjungan wisatawan ke kebun binatang itu kembali pulih. "Kawasan Gembira Loka sudah bebas dari abu vulkanik. Tingkat kunjungan sudah mulai normal kembali," kata Manager Marketing dan Pengembangan GLZoo Yogyakarta, Josep Kurniawan, di Yogyakarta, Rabu (26/2/2014).

Untuk mempercepat pembersihan akibat dari guyuran hujan abu vulkanik sebagai dampak erupsi Gunung Kelud, Kamis (13/2/2014) lalu, pihak GLZoo harus mendatangkan petugas pemadam kebakaran hutan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kota Yogyakarta.

Mereka menyemproti pepohonan yang penuh abu vulkanik di kawasan kompleks GLZoo, dengan peralatan mobil pemadam kebakaran. Sebelumnya, pascahujan abu vulkanik, ratusan karyawan GLZoo dikerahkan untuk bersih-bersih lokasi akses jalan pengunjung.

Hujan lebat yang turun beberapa hari terakhir menjadikan kebun binatang di Yogyakarta ini bebas dari abu vulkanik.

Josep menjelaskan, bersihnya kembali GLZoo dari abu vulkanik membuat pengunjung mulai membanjiri obyek wisata setempat yaitu jumlah pengunjung pada Sabtu (22/2/2014) tercatat lebih dari 1.000 orang. Sedangkan pada Minggu (23/2/2014) mencapai lebih dari 7.000 pengunjung.

"Sementara jumlah pengunjung pada Senin (24/2/2014) tercatat 700 orang lebih. Kemudian Selasa (25/2/2014) jumlah pengunjung mencapai 1.100 orang," katanya.

Josep menambahkan, sejak diluncurkannya program pembelajaran luar sekolah (PLS) di GLZoo pada pekan lalu, kini sudah banyak rombongan sekolah yang mulai mendaftar untuk mengunjungi GLZoo. "Saat ini ada sebanyak empat sekolah yang mendaftarkan diri mengikuti program ini, termasuk SMP-N 1 Bantul, yang akan menyertakan 300 siswanya," katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dampak Virus Corona, Kyoto Kampanye Pariwisata Sepi untuk Pikat Wisatawan

Dampak Virus Corona, Kyoto Kampanye Pariwisata Sepi untuk Pikat Wisatawan

Whats Hot
Contek Itinerary 'Dare To Surpries S2 Eps. 1' Dari Sushi ke Burger Susun

Contek Itinerary 'Dare To Surpries S2 Eps. 1' Dari Sushi ke Burger Susun

Jalan Jalan
Resep dan Cara Membuat Smash Burger di Rumah

Resep dan Cara Membuat Smash Burger di Rumah

Makan Makan
4 Makanan Murah Meriah Sekitar Stasiun Gubeng Surabaya, Harga Mulai Rp 20.000

4 Makanan Murah Meriah Sekitar Stasiun Gubeng Surabaya, Harga Mulai Rp 20.000

Makan Makan
Praktisi Pariwisata: Dibanding Promo Wisata ke Luar Negeri, Lebih Baik Incar Wisnus Milenial

Praktisi Pariwisata: Dibanding Promo Wisata ke Luar Negeri, Lebih Baik Incar Wisnus Milenial

Whats Hot
Wisman Negara Tetangga Bisa Bantu Pariwisata Indonesia karena Corona

Wisman Negara Tetangga Bisa Bantu Pariwisata Indonesia karena Corona

Whats Hot
Rangkaian Acara Hari Raya Galungan, Sembahyang hingga Mengarak Barong

Rangkaian Acara Hari Raya Galungan, Sembahyang hingga Mengarak Barong

Jalan Jalan
Ngejot, Tradisi Lintas Keyakinan di Bali yang Sarat Makna

Ngejot, Tradisi Lintas Keyakinan di Bali yang Sarat Makna

Jalan Jalan
Tradisi Ngelawar, Cerminan Eratnya Masyarakat Bali

Tradisi Ngelawar, Cerminan Eratnya Masyarakat Bali

Makan Makan
Dampak Wabah Corona, Insentif Sektor Pariwisata Ditetapkan Minggu Ini

Dampak Wabah Corona, Insentif Sektor Pariwisata Ditetapkan Minggu Ini

Whats Hot
[POPULER TRAVEL] Promo JAL Travel Fair | Mi Instan Korea Paling Enak

[POPULER TRAVEL] Promo JAL Travel Fair | Mi Instan Korea Paling Enak

Whats Hot
Wisata Misteri ke Pulau Poveglia yang Diasingkan, Terdapat Kuburan Masal

Wisata Misteri ke Pulau Poveglia yang Diasingkan, Terdapat Kuburan Masal

Jalan Jalan
Ubud Food Festival 2020 Hadirkan Lebih dari 90 Pembicara, Ada Juri MasterChef Indonesia

Ubud Food Festival 2020 Hadirkan Lebih dari 90 Pembicara, Ada Juri MasterChef Indonesia

Jalan Jalan
Konsep Pernikahan di Hotel, Pilih Mana?

Konsep Pernikahan di Hotel, Pilih Mana?

Travel Tips
7 Kuliner Legendaris Sekitar Alun-alun Bandung, Ada Warkop Berusia Hampir 1 Abad

7 Kuliner Legendaris Sekitar Alun-alun Bandung, Ada Warkop Berusia Hampir 1 Abad

Makan Makan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X