Kompas.com - 03/03/2014, 13:53 WIB
Wisatawan menggunakan ban sebagai pelampung menyusuri Gua Pindul, sebuah gua sepanjang 300 meter dengan sungai yang mengalir di dalamnya, sebagai bagian dari wisata yang ditawarkan oleh Desa Wisata Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, Kamis (22/11/2012). Wisata yang mulai beroperasi sejak tahun 2010 ini berhasil menggerakkan ekonomi warga setempat dari mata pencaharian semula sebagai petani ke bidang jasa. KOMPAS/DIDIT PUTRA ERLANGGA RAHARDJOWisatawan menggunakan ban sebagai pelampung menyusuri Gua Pindul, sebuah gua sepanjang 300 meter dengan sungai yang mengalir di dalamnya, sebagai bagian dari wisata yang ditawarkan oleh Desa Wisata Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, Kamis (22/11/2012). Wisata yang mulai beroperasi sejak tahun 2010 ini berhasil menggerakkan ekonomi warga setempat dari mata pencaharian semula sebagai petani ke bidang jasa.
EditorI Made Asdhiana
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Desa Wisata di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta yang jumlahnya cukup banyak dan beragam masih memungkinkan untuk dikembangkan sebagai daya tarik kunjungan wisatawan ke daerah ini.

"Jadi, sampai saat ini desa wisata memiliki prospek cerah sehingga bisa menjadi andalan pariwisata daerah ini. Potensi desa wisata akan menjadi pelengkap keberagaman obyek wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta  sehingga bisa menjadi obyek wisata andalan DIY," kata Ketua Yayasan Widya Budaya Yogyakarta, Widi Utaminingsih di Yogyakarta, Senin (3/3/2014).

Menurut Widi, perlu upaya mengembangkan desa wisata tersebut terutama oleh Pemerintah DIY dan pemerintah kabupaten sehingga diharapkan mampu menarik minat wisatawan mancanegara maupun nusantara untuk berkunjung dan menginap di desa wisata.

"Setiap desa wisata di DIY memiliki suasana khas terutama budaya, adat istiadat, seni, dan pemandangan alamnya," kata Widi.

Widi Utaminingsih mengatakan setiap desa wisata memiliki potensi yang bisa dikembangkan baik dari segi pertanian, peternakan maupun nilai tradisi dan atraksi seni, budaya serta adat-istiadat yang masih hidup dan digunakan masyarakat di desa. Dengan demikian jika potensi yang dimiliki desa wisata digarap dengan baik akan dapat menarik minat wisatawan berkunjung.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Wisatawan mencoba menggunakan alat ani-ani untuk memanen padi di Desa Tamanagung, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.
Dengan demikian setiap wisatawan yang berkunjung ke desa wisata tersebut dapat menikmati suasana kehidupan desa yang masih alami. Wisatawan bisa menikmati hidup di alam perdesaan termasuk melihat kehidupan warga desa sehari-hari dengan menginap di rumah penduduk.

Selama menikmati suasana desa, wisatawan bisa ikut mencangkul atau membajak sawah bersama-sama dengan petani dan ikut mengerjakan pembuatan produk kerajinan. "Selain itu wisatawan bisa melihat langsung pertunjukan kesenian tradisional dan kegiatan warga desa lain," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jumlah desa wisata di wilayah DIY tercatat sekitar 50 desa. Untuk mengembangkannya perlu kerja sama semua pihak," tambah Widi.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pacu Adrenalin, Tamu Harus Terjun Payung untuk Check-In di Hotel Ini

Pacu Adrenalin, Tamu Harus Terjun Payung untuk Check-In di Hotel Ini

Jalan Jalan
Wisata Malam Bangkok, 6 Lokasi Terbaik Nikmati Malam Kota Bangkok

Wisata Malam Bangkok, 6 Lokasi Terbaik Nikmati Malam Kota Bangkok

Jalan Jalan
Penginapan di Dieng Tawarkan Promo Work From Dieng, Harga Mulai Rp 50.000

Penginapan di Dieng Tawarkan Promo Work From Dieng, Harga Mulai Rp 50.000

Travel Promo
Bali Bakal Buka untuk Turis Asing pada Oktober 2021?

Bali Bakal Buka untuk Turis Asing pada Oktober 2021?

Travel Update
5 Tempat Wisata Gunungkidul Terbaru, Cocok untuk Liburan Akhir Pekan

5 Tempat Wisata Gunungkidul Terbaru, Cocok untuk Liburan Akhir Pekan

Jalan Jalan
Candi Ratu Boko Uji Coba Buka pada 25 September, Kuota Pengunjung 1.700 Orang

Candi Ratu Boko Uji Coba Buka pada 25 September, Kuota Pengunjung 1.700 Orang

Travel Update
Pinus Sari dan Pinus Pengger Terapkan Ganjil Genap hingga Minggu

Pinus Sari dan Pinus Pengger Terapkan Ganjil Genap hingga Minggu

Travel Update
Daftar 3 Tempat Wisata Jawa Tengah yang Buka, Bisa Dikunjungi dengan DAMRI

Daftar 3 Tempat Wisata Jawa Tengah yang Buka, Bisa Dikunjungi dengan DAMRI

Jalan Jalan
Eksplorasi Misool, Surga Dunia di Timur Indonesia

Eksplorasi Misool, Surga Dunia di Timur Indonesia

BrandzView
Fiji Berencana Sambut Kembali Turis Asing pada Akhir 2021

Fiji Berencana Sambut Kembali Turis Asing pada Akhir 2021

Travel Update
5 Oleh-oleh Camilan Renyah Khas Malang

5 Oleh-oleh Camilan Renyah Khas Malang

Jalan Jalan
Australia Akan Buka Perbatasan dan Uji Coba Paspor Vaksin Covid-19 pada Akhir 2021

Australia Akan Buka Perbatasan dan Uji Coba Paspor Vaksin Covid-19 pada Akhir 2021

Travel Update
Itinerary 3 Hari 2 Malam di Bengkulu, Water Sport di Pantai Jakat

Itinerary 3 Hari 2 Malam di Bengkulu, Water Sport di Pantai Jakat

Itinerary
5 Taman Hiburan Keluarga di Korea Selatan yang Cocok untuk Wisatawan Muslim

5 Taman Hiburan Keluarga di Korea Selatan yang Cocok untuk Wisatawan Muslim

BrandzView
Itinerary 3 Hari 2 Malam di Makassar, Wisata Edukasi di Leang-Leang

Itinerary 3 Hari 2 Malam di Makassar, Wisata Edukasi di Leang-Leang

Itinerary
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.