Museum Sejarah Jakarta Akan Buka Ruang Diponegoro

Kompas.com - 06/03/2014, 08:52 WIB
|
EditorI Made Asdhiana


JAKARTA, KOMPAS.com
– Dalam tahun ini, Museum Sejarah Jakarta akan membuka Ruangan Pangeran Diponegoro. Ini merupakan bentuk penghormatan kepada Pangeran Diponegoro, mengingat Museum Sejarah Jakarta pernah menjadi tempat penahanan Pangeran Diponegoro dan keluarganya sebelum diasingkan ke Manado.

“Kami ingin menyediakan ruangan untuk Pangeran Diponegoro, sebagai pahlawan yang pernah ditahan di sini,” ujar Enny Prihantini, Direktur Museum Sejarah Jakarta, Selasa (5/3/2014).

AZMI PAMUNGKAS Surat dari Pangeran Diponegoro yang ditemukan di arsip militer, Breda, Belanda dikembalikan oleh Peter Carey kepada Museum Sejarah Jakarta pada Selasa (5/3/2014)


Sejarawan Peter Carey yang merilis buku terbarunya berjudul Takdir: Riwayat Pangeran Diponegoro (1785 – 1855) di hari yang sama, mengembalikan dua surat dari Pangeran Diponegoro yang ditemukan di dalam arsip militer di Breda, Belanda untuk disimpan di Museum Sejarah Jakarta.

Surat dengan aksara Jawa tersebut merupakan tulisan tangan asli milik Pangeran Diponegoro yang ditujukan kepada ibu dan puteranya. “Ini merupakan salah satu kekayaan dari warisan sejarah Indonesia,” ujar Carey.

Menurut Enny, nantinya kedua surat milik Pangeran Diponegoro tersebut akan menjadi bagian dari Ruang Diponegoro. "Kami akan hunting koleksi-koleksi mana saja yang akan dimasukkan di Ruang Diponegoro. Surat tersebut salah satunya," kata Enny.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X