Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 11/03/2014, 09:51 WIB
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Wisata alam di kawasan konservasi seperti taman nasional, taman wisata alam, taman hutan raya, cagar alam, suaka margasatwa dan taman buru ditargetkan mampu menyumbang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp 1 triliun pada 2014.

Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Sonny Partono di Jakarta, Senin (10/3/2014), mengatakan upaya untuk meningkatkan PNBP dari sektor wisata alam tersebut yakni pada tahun ini Kemenhut akan menaikkan tarif masuk ke lokasi wisata seperti taman nasional, taman wisata alam, taman hutan raya, cagar alam, suaka margasatwa dan taman buru pada pertengahan bulan ini seiring dengan aktifnya PP 12/2014.

Tarif masuk ke lokasi-lokasi yang sebelumnya hanya Rp 2.500 akan dinaikkan secara bervariasi menjadi Rp 5.000-Rp 20.000 bagi wisatawan domestik dan Rp 100.000-Rp 300.000 bagi wisatawan asing.

"Dengan tarif Rp 2.500 ternyata tidak bisa memperbaiki lingkungan yang ada di lokasi. Kami malah nombok," katanya.

BARRY KUSUMA Taman Nasional Way Kambas
Lagi pula, lanjut Sony, tarif itu masih terlalu kecil untuk turis mancanegara yakni hanya berkisar antara 10-30 dollar AS, sedangkan di negara mereka sekali masuk ke obyek wisata alam bisa lebih dari itu, misalnya Kaoyai National Park Thailand sebesar 18 dollar AS.

Besarnya tarif diterapkan berdasarkan rayon, misalnya rayon 1 dikenakan tarif tertinggi mencapai Rp 20.000, rayon 3 yang tarifnya paling rendah Rp 5.000.

Kawasan wisata alam yang termasuk dalam rayon 1 yaitu Bromo Tengger dan Bali Barat.

Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung Kemenhut, Bambang Supriyanto mengatakan perbaikan tarif termasuk dalam promosi bentuk jasa lingkungan.

Kini wisatawan bisa menikmati wisata lain yang sebelumnya tidak ada, seperti wisata satwa liar. "Harapannya dengan memperbaiki tarif lama, maka jumlah pengunjungnya juga bertambah," katanya.

Pada 2012 jumlah pengunjung wisata alam mencapai 4.686.947 orang, terdiri dari wisatawan dalam negeri 2.651.171 orang dan wisatawan mancanegara 219.369 orang.

Lalu untuk kunjungan ke Taman Nasional, pengunjung dalam negeri mencapai 1.674.376 orang sedangkan wisatawan mancanegara mencapai 142.031 orang.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Dermaga di Pulau Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Sampai dengan Desember 2013 jumlah investasi di sektor ekowisata mencapai lebih dari Rp 152 miliar dengan jumlah penyerapan tenaga kerja 1.228 orang.

Pada kesempatan itu Sonny menyatakan pihaknya akan membatasi pemanfaatan jasa lingkungan atau pariwisata yang berada di lokasi konservasi untuk menjaga agar satwa yang berada lokasi konservasi tetap nyaman, meskipun dikejar target PNBP senilai Rp 1 triliun pada tahun ini.

Dia mencontohkan Pulau Komodo, pihaknya membatasi setiap tahun maksimal hanya boleh ada 80.000 wisatawan yang berkunjung ke sana.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber Antara
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buana Life Pangalengan: Harga Menu, Jam Buka, dan Daya Tarik 

Buana Life Pangalengan: Harga Menu, Jam Buka, dan Daya Tarik 

Jalan Jalan
Uniknya Masjid Hidayatullah di Jakarta Selatan, Sajikan Akulturasi 4 Budaya

Uniknya Masjid Hidayatullah di Jakarta Selatan, Sajikan Akulturasi 4 Budaya

Jalan Jalan
Usai Acara, Delegasi ASEAN Tourism Forum 2023 Akan Jelajah Yogyakarta

Usai Acara, Delegasi ASEAN Tourism Forum 2023 Akan Jelajah Yogyakarta

Travel Update
Ada Apa di Museum Taman Prasasti Jakarta?

Ada Apa di Museum Taman Prasasti Jakarta?

Travel Update
5 Tips Berkunjung ke Buana Life Pangalengan, Reservasi Lebih Dulu

5 Tips Berkunjung ke Buana Life Pangalengan, Reservasi Lebih Dulu

Jalan Jalan
ASEAN Tourism Forum 2023 di Yogya Dimulai, Ada Pameran Parekraf Selama 4 Hari

ASEAN Tourism Forum 2023 di Yogya Dimulai, Ada Pameran Parekraf Selama 4 Hari

Travel Update
Strategi Indonesia Pulihkan Pariwisata Pascapandemi, Luncurkan Visa sampai Pameran di Luar Negeri

Strategi Indonesia Pulihkan Pariwisata Pascapandemi, Luncurkan Visa sampai Pameran di Luar Negeri

Travel Update
Kelenteng Hok Tek Tjengsin, Tempat Ibadah 3 Agama di Kuningan Jakarta

Kelenteng Hok Tek Tjengsin, Tempat Ibadah 3 Agama di Kuningan Jakarta

Jalan Jalan
6 Hotel Dekat ICE BSD Tangerang, Ada yang Tinggal Jalan Kaki

6 Hotel Dekat ICE BSD Tangerang, Ada yang Tinggal Jalan Kaki

Travel Tips
Dikunjungi Iriana Jokowi, Ini Kisah Kampung Pathuk di Yogyakarta

Dikunjungi Iriana Jokowi, Ini Kisah Kampung Pathuk di Yogyakarta

Jalan Jalan
5 Aktivitas di Buana Life Pangalengan, Bisa Prewedding

5 Aktivitas di Buana Life Pangalengan, Bisa Prewedding

Jalan Jalan
Ada Vaksin Booster Kedua, Bakal Jadi Syarat Perjalanan?

Ada Vaksin Booster Kedua, Bakal Jadi Syarat Perjalanan?

Travel Update
6 Wisata Malam di Surabaya, Pas untuk Anak-anak dan Dewasa

6 Wisata Malam di Surabaya, Pas untuk Anak-anak dan Dewasa

Jalan Jalan
6 Prediksi Tren Liburan 2023, Staycation hingga Wisata Hemat

6 Prediksi Tren Liburan 2023, Staycation hingga Wisata Hemat

Travel Update
Catat, Daftar Kantong Parkir untuk Pengunjung Cap Go Meh Bogor

Catat, Daftar Kantong Parkir untuk Pengunjung Cap Go Meh Bogor

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+