Kompas.com - 11/03/2014, 09:51 WIB
Sejumlah jeep mengantar wisatawan di kawasan wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, Sabtu (17/12/2011). Setelah sempat sepi wisatawan selama kurang lebih 6 bulan akibat erupsi Gunung Bromo, Pariwisata di kawasan ini kembali hidup. Untuk menyewa jeep wisatawan harus mengeluarkan biaya Rp 450.000. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESSejumlah jeep mengantar wisatawan di kawasan wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, Sabtu (17/12/2011). Setelah sempat sepi wisatawan selama kurang lebih 6 bulan akibat erupsi Gunung Bromo, Pariwisata di kawasan ini kembali hidup. Untuk menyewa jeep wisatawan harus mengeluarkan biaya Rp 450.000.
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Wisata alam di kawasan konservasi seperti taman nasional, taman wisata alam, taman hutan raya, cagar alam, suaka margasatwa dan taman buru ditargetkan mampu menyumbang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp 1 triliun pada 2014.

Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Sonny Partono di Jakarta, Senin (10/3/2014), mengatakan upaya untuk meningkatkan PNBP dari sektor wisata alam tersebut yakni pada tahun ini Kemenhut akan menaikkan tarif masuk ke lokasi wisata seperti taman nasional, taman wisata alam, taman hutan raya, cagar alam, suaka margasatwa dan taman buru pada pertengahan bulan ini seiring dengan aktifnya PP 12/2014.

Tarif masuk ke lokasi-lokasi yang sebelumnya hanya Rp 2.500 akan dinaikkan secara bervariasi menjadi Rp 5.000-Rp 20.000 bagi wisatawan domestik dan Rp 100.000-Rp 300.000 bagi wisatawan asing.

"Dengan tarif Rp 2.500 ternyata tidak bisa memperbaiki lingkungan yang ada di lokasi. Kami malah nombok," katanya.

BARRY KUSUMA Taman Nasional Way Kambas
Lagi pula, lanjut Sony, tarif itu masih terlalu kecil untuk turis mancanegara yakni hanya berkisar antara 10-30 dollar AS, sedangkan di negara mereka sekali masuk ke obyek wisata alam bisa lebih dari itu, misalnya Kaoyai National Park Thailand sebesar 18 dollar AS.

Besarnya tarif diterapkan berdasarkan rayon, misalnya rayon 1 dikenakan tarif tertinggi mencapai Rp 20.000, rayon 3 yang tarifnya paling rendah Rp 5.000.

Kawasan wisata alam yang termasuk dalam rayon 1 yaitu Bromo Tengger dan Bali Barat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung Kemenhut, Bambang Supriyanto mengatakan perbaikan tarif termasuk dalam promosi bentuk jasa lingkungan.

Kini wisatawan bisa menikmati wisata lain yang sebelumnya tidak ada, seperti wisata satwa liar. "Harapannya dengan memperbaiki tarif lama, maka jumlah pengunjungnya juga bertambah," katanya.

Pada 2012 jumlah pengunjung wisata alam mencapai 4.686.947 orang, terdiri dari wisatawan dalam negeri 2.651.171 orang dan wisatawan mancanegara 219.369 orang.

Lalu untuk kunjungan ke Taman Nasional, pengunjung dalam negeri mencapai 1.674.376 orang sedangkan wisatawan mancanegara mencapai 142.031 orang.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Dermaga di Pulau Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Sampai dengan Desember 2013 jumlah investasi di sektor ekowisata mencapai lebih dari Rp 152 miliar dengan jumlah penyerapan tenaga kerja 1.228 orang.

Pada kesempatan itu Sonny menyatakan pihaknya akan membatasi pemanfaatan jasa lingkungan atau pariwisata yang berada di lokasi konservasi untuk menjaga agar satwa yang berada lokasi konservasi tetap nyaman, meskipun dikejar target PNBP senilai Rp 1 triliun pada tahun ini.

Dia mencontohkan Pulau Komodo, pihaknya membatasi setiap tahun maksimal hanya boleh ada 80.000 wisatawan yang berkunjung ke sana.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.