Kompas.com - 11/03/2014, 10:51 WIB
EditorI Made Asdhiana
DERAP langkah kaki kuda dan teriakan para penunggangnya riuh mengisi suasana siang di Lapangan Bondokawango, Desa Perobatang, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Jumat (21/2/2014).

Siang itu, puluhan pria yang telah mahir menunggang kuda dengan bersenjatakan lembing tumpul berlaga layaknya seorang kesatria yang berusaha membela kehormatan tanah kelahiran mereka dalam tradisi pasola.

Dalam tradisi perang lempar lembing itu, para penunggang kuda dibagi dalam dua kubu berdasarkan kawasan tempat tinggal mereka. Mereka harus beradu keterampilan menunggang kuda sembari melempar lembing agar mengenai tubuh penunggang kuda dari kubu lawan.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Berangkat menuju arena.
Sejumlah peserta yang didukung oleh beberapa calon anggota legislatif menghias kuda mereka dengan atribut bendera partai politik sehingga laga pasola pada siang itu menyerupai ajang kampanye pemilu.

Sebelum laga dimulai, pemimpin kedua kubu saling mengucap janji di tengah lapangan untuk tetap menjaga perdamaian dan tidak menggunakan acara tersebut untuk ajang balas dendam.

Pertarungan kemudian dilangsungkan dengan ditonton ribuan warga yang bersusah payah datang ke lapangan itu dengan berjejal menumpang kendaraan bak terbuka demi menyemangati para jagoan mereka.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Persiapan tampil.
Pasola digelar setahun sekali dalam perayaan adat Marapu (agama tradisional warga setempat) sebagai bentuk syukur terhadap hasil panen dan permohonan kepada dewa agar kembali dikaruniai hasil panen melimpah pada tahun tersebut.

Tradisi ini menjadi andalan bagi Sumba Barat Daya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Namun, bentrok antarpendukung kedua kubu yang kerap terjadi berpotensi mengurangi daya tarik pasola bagi wisatawan. (Ferganata Indra Riatmoko)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.