Kompas.com - 16/03/2014, 20:45 WIB
Seorang anak bersepeda dengan menggunakan masker di Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (13/3/2014). Kabut asap yang disebabkan kebakaran lahan dan hutan tersebut semakin pekat. Pemerintah Provinsi Riau mengimbau warga untuk menggunakan masker terkait kualitas udara yang memburuk. TRIBUN PEKANBARU/Doddy VladimirSeorang anak bersepeda dengan menggunakan masker di Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (13/3/2014). Kabut asap yang disebabkan kebakaran lahan dan hutan tersebut semakin pekat. Pemerintah Provinsi Riau mengimbau warga untuk menggunakan masker terkait kualitas udara yang memburuk.
EditorI Made Asdhiana
PADANG, KOMPAS.com - Kabut asap berasal dari Pekanbaru, Provinsi Riau yang menyelimuti wilayah Sumatera Barat mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan ke provinsi itu. "Kabut asap sejak tiga pekan dari Pekanbaru mulai mempengaruhi kunjungan wisatawan," kata Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, di Padang, Sabtu (15/3/2014).

Gubernur menjelaskan, kunjungan wisatawan berpengaruh akibat kabut asap tersebut terlihat dari tidak adanya penerbangan menuju Bandar Internasional Minangkabau (BIM) Ketaping, Kabupaten Padangpariaman.

"Sekarang ini aktifitas penerbangan di BIM berkurang akibat kabut asap dan secara otomatis wisatawan yang datang berkunjung ke Sumbar juga berpengaruh," ungkapnya.

Akibat kabut asap yang berasal dari Pekanbaru tersebut, lanjut Irwan, terdapat sepuluh kota/kabupaten di Sumbar terkena imbasnya. "Dari 19 kota/kabupaten di Sumbar, 10 Kota/kabupaten terkena dampak akibat kabut asap tersebut," ujarnya.

Menurut Irwan, di samping berkurangnya kunjungan wisatawan datang akibat kabut asap, juga tercatat sekitar 3.000 warga terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). "Ribuan warga yang terkena ISPA itu berada di Kabupaten Pasaman Barat, namun di kabupaten/kota di Sumbar lainnya belum mendapatkan informasi," katanya.

Gubernur menjelaskan, di samping itu ada wali kota/Bupati di Sumbar yang meliburkan anak-anak sekolah agar tidak terganggu oleh dampak dari kabut asap.

Hal sama juga dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumbar, Burhasman Bur yang mengakui secara tak langsung akibat kabut asap tersebut berdampak terhadap jumlah kunjungan wisatawan yang datang ke Sumbar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dampak kabut asap dari Pekanbaru tersebut sangat berpengaruh terhadap jumlah kunjungan wisatawan yang datang ke Sumbar," katanya.

Burhasman menjelaskan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata belum mendapat data secara pasti beberapa kabupaten/kota di Sumbar yang mengalami pengurangan kunjungan wisatawan.

"Kami masih melakukan pendataan kunjungan wisatawan yang datang ke Sumbar terkait kabut asap dari Kota Pekanbaru," tambah Burhasman.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Candramaya Pool and Resort, Tempat Wisata Baru Bernuansa Bali di Klaten

Candramaya Pool and Resort, Tempat Wisata Baru Bernuansa Bali di Klaten

Jalan Jalan
Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Wisata, Kunjungan ke Kota Batu dan Malang Naik

Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Wisata, Kunjungan ke Kota Batu dan Malang Naik

Travel Update
Wisata Gunungkidul Buka, Ribuan Wisatawan Kunjungi Pantai Baron

Wisata Gunungkidul Buka, Ribuan Wisatawan Kunjungi Pantai Baron

Travel Update
Seluruh Tempat Wisata Bantul Buka, Wisatawan Diimbau Gunakan Transaksi Nontunai

Seluruh Tempat Wisata Bantul Buka, Wisatawan Diimbau Gunakan Transaksi Nontunai

Travel Update
Beli Tiket Kereta Api Jarak Jauh Wajib Pakai NIK Mulai 26 Oktober 2021

Beli Tiket Kereta Api Jarak Jauh Wajib Pakai NIK Mulai 26 Oktober 2021

Travel Update
Mau Wisata Sejarah Sambil Menikmati Alam Bawah Laut? Coba Diving Bernuansa Perang Dunia II di Morotai

Mau Wisata Sejarah Sambil Menikmati Alam Bawah Laut? Coba Diving Bernuansa Perang Dunia II di Morotai

BrandzView
Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat jika Ada Diskresi dari Satgas Covid-19

Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat jika Ada Diskresi dari Satgas Covid-19

Travel Update
Panduan Berwisata ke Pos Bloc Jakarta, Jangan Datang Sore

Panduan Berwisata ke Pos Bloc Jakarta, Jangan Datang Sore

Travel Tips
Yogyakarta PPKM Level 2, Taman Pintar Mulai Dikunjungi Wisatawan

Yogyakarta PPKM Level 2, Taman Pintar Mulai Dikunjungi Wisatawan

Travel Update
5 Aktivitas Wisata di Pos Bloc Jakarta, Santai di Bean Bag sampai Foto-foto

5 Aktivitas Wisata di Pos Bloc Jakarta, Santai di Bean Bag sampai Foto-foto

Jalan Jalan
Wisata ke Pos Bloc Jakarta, Ada Apa Saja?

Wisata ke Pos Bloc Jakarta, Ada Apa Saja?

Jalan Jalan
3 Tempat Wisata Sekitar Kitagawa Pesona Bali Wonogiri, Ada Gunung Kelir

3 Tempat Wisata Sekitar Kitagawa Pesona Bali Wonogiri, Ada Gunung Kelir

Jalan Jalan
Rute Tercepat ke Kitagawa Pesona Bali, Kampung Bali di Wonogiri

Rute Tercepat ke Kitagawa Pesona Bali, Kampung Bali di Wonogiri

Travel Tips
Wisata Gunungkidul Resmi Dibuka

Wisata Gunungkidul Resmi Dibuka

Travel Update
3 Aktivitas di Kitagawa Pesona Bali Wonogiri, Lihat Pertunjukan Budaya

3 Aktivitas di Kitagawa Pesona Bali Wonogiri, Lihat Pertunjukan Budaya

Jalan Jalan

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.