Kompas.com - 17/03/2014, 16:26 WIB
Penenun kain Ulos di Desa Suhi Suhi, Pulau Samosir, Sumatera Utara. BARRY KUSUMAPenenun kain Ulos di Desa Suhi Suhi, Pulau Samosir, Sumatera Utara.
EditorI Made Asdhiana
LONDON, KOMPAS.com - Film dokumenter "Rangsa Ni Tonun" yang menceritakan dan mendokumentasikan tentang teknik serta tradisi pembuatan tenun khas Batak, Sumatera Utara, diputar dalam Festival Internasional 5th Marrakech Biennale di Kota Marrakech, Maroko.

"Pemutaran film berlangsung sejak 26 Februari lalu hingga akhir Maret 2014," kata Sekretaris III/Pelaksana Fungsi Pensosbud Suparman Hasibuan kepada Antara London, Jumat (14/3/2014).

Suparman mengatakan, film tersebut merupakan karya seniman Jawa, MJA Nashir, bersama Sandra Niessen, Antropolog Belanda-Kanada yang banyak menulis dan meneliti tentang kain tenun Batak.

Penyelenggaraan Festival Marrakech Biennale bertujuan untuk menjembatani hubungan yang erat antarkebudayaan dari berbagai negara melalui karya seni yang diadakan di Kota Marrakech, Maroko, setiap dua tahun sekali.

Festival itu dirintis oleh Vanessa Branson, wanita berkebangsaan Inggris, anggota the British Moroccan Society pada tahun 2014. Penyelenggaraan festival kali ini merupakan yang kelima dan telah banyak menghadirkan karya para seniman dari berbagai negara termasuk Maroko.

Film "Rangsa Ni Tonun" mendapat kehormatan untuk diputar setiap harinya dalam festival ini, tepatnya di Gedung Dar Si Said Marrakech. Karya film ini juga dibahas secara khusus dalam program Artist Talk yang diadakan di Hotel Sofitel Marrakech, dengan menghadirkan pembuat film, MJA Nashir dan Sandra Niessen.

Masyarakat Indonesia memanfaatkan kesempatan diskusi dengan Sutradara Film MJA Nashir untuk mengetahui lebih lanjut tentang film ini.

Lirik penutup film ini, "Hanya generasi sekarang yang mampu meyakinkan bahwa tradisi luhur masa silam tak kan lenyap ditelan zaman" semakin membuat antusias para penonton, khususnya mahasiswa Indonesia di Maroko untuk mendiskusikan karya ini.

"Film ini dibuat bersumberkan kekaguman terhadap keindahan Batak tradisional dan untuk menjunjung tinggi nilainya," kata MJA Nashir.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

85 Persen Hotel di Kabupaten Bogor sudah Tersertifikasi CHSE

85 Persen Hotel di Kabupaten Bogor sudah Tersertifikasi CHSE

Travel Update
Okupansi Hotel Kabupaten Bogor Fluktuatif saat Larangan Mudik

Okupansi Hotel Kabupaten Bogor Fluktuatif saat Larangan Mudik

Travel Update
Tempat Wisata Gunungkidul Tetap Buka Saat Libur Lebaran, Asalkan...

Tempat Wisata Gunungkidul Tetap Buka Saat Libur Lebaran, Asalkan...

Travel Update
Masjid Istiqlal akan Dikembangkan Sebagai Wisata Halal

Masjid Istiqlal akan Dikembangkan Sebagai Wisata Halal

Travel Update
Sejarah Masjid Agung Surakarta, Peninggalan Mataram Islam di Kota Solo

Sejarah Masjid Agung Surakarta, Peninggalan Mataram Islam di Kota Solo

Jalan Jalan
ASN di Yogyakarta Diharapkan Bantu Hotel dengan Staycation Saat Libur Lebaran

ASN di Yogyakarta Diharapkan Bantu Hotel dengan Staycation Saat Libur Lebaran

Travel Update
 Larangan Mudik Buat Reservasi Hotel di Jogja Anjlok, Paling Parah Sejak PHRI Berdiri

Larangan Mudik Buat Reservasi Hotel di Jogja Anjlok, Paling Parah Sejak PHRI Berdiri

Travel Update
PHRI Yogyakarta Siapkan Paket Isolasi Mandiri, Penyokong Cashflow di Tengah Pandemi

PHRI Yogyakarta Siapkan Paket Isolasi Mandiri, Penyokong Cashflow di Tengah Pandemi

Travel Update
Rute Menuju Curug Suropdipo yang Keren di Temanggung

Rute Menuju Curug Suropdipo yang Keren di Temanggung

Travel Tips
Gegara Ulah Turis Asing, Gubernur Wayan Koster Sering Ditegur Menteri

Gegara Ulah Turis Asing, Gubernur Wayan Koster Sering Ditegur Menteri

Travel Update
Kemenparekraf Fasilitasi Pelaku Usaha Parekraf Lewat Nyatakan.id

Kemenparekraf Fasilitasi Pelaku Usaha Parekraf Lewat Nyatakan.id

Travel Update
Inilah Mengapa Mudik Sangat Berisiko Sebarkan Covid-19

Inilah Mengapa Mudik Sangat Berisiko Sebarkan Covid-19

Travel Update
Warga Jakarta, Ada Bazar Hampers Produk Ekraf Gratis Ongkir

Warga Jakarta, Ada Bazar Hampers Produk Ekraf Gratis Ongkir

Travel Promo
PHRI Banyuwangi: Kita Belum Vaksinasi Covid-19

PHRI Banyuwangi: Kita Belum Vaksinasi Covid-19

Travel Update
PHRI Banyuwangi Harap Ada Tamu dari Daerah Sekitar saat Libur Mudik

PHRI Banyuwangi Harap Ada Tamu dari Daerah Sekitar saat Libur Mudik

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X