Surono: Kaji Ulang Pembukaan Wisata Kelud

Kompas.com - 20/03/2014, 17:07 WIB
Beberapa wisatawan, Selasa (11/3/2014), melihat kawasan sekitar kawah Gunung Kelud dari jarak sekitar 4 kilometer di jalan utama menuju kawah di Desa Sugihwaras, Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Sejak Sabtu pekan lalu, Pemerintah Kabupaten Kediri membuka obyek wisata Kelud meskipun masih dalam radius terbatas 3 kilometer dari kawah. KOMPAS/DEFRI WERDIONOBeberapa wisatawan, Selasa (11/3/2014), melihat kawasan sekitar kawah Gunung Kelud dari jarak sekitar 4 kilometer di jalan utama menuju kawah di Desa Sugihwaras, Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Sejak Sabtu pekan lalu, Pemerintah Kabupaten Kediri membuka obyek wisata Kelud meskipun masih dalam radius terbatas 3 kilometer dari kawah.
EditorI Made Asdhiana
SURABAYA, KOMPAS.com - Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Surono meminta Pemerintah Kabupaten Kediri mengkaji ulang pembukaan wisata Gunung Kelud (1.731 mdpl) pada awal Maret lalu karena dinilai masih berbahaya.

"Lebih baik berhati-hati daripada ragu," kata Surono saat dikonfirmasi Kamis (20/3/2014), terkait dengan kebijakan Pemkab Kediri yang membuka kembali wisata Gunung Kelud usai erupsi 13 Februari 2014 lalu.

Menurut Surono, keselamatan pengunjung atau pun warga harus diutamakan daripada sekadar membuka wisata. Surono mengingatkan, kondisi Gunung Kelud yang berada di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jatim masih belum stabil. Status saat ini juga masih waspada belum ke aktif normal.

"Memang antara uang dan keselamatan ada pertarungan. Tapi, kalau terjadi sesuatu seperti di Sinabung, baru (ditanya) kenapa tidak dilarang. Semua komplain akan sia-sia," katanya.

Surono melanjutkan, pihaknya tidak pernah memberikan rekomendasi ke pemda setempat untuk menjadikan gunung itu sebagai lokasi wisata. Terlebih lagi, mengizinkan pengunjung masuk ke kawasan kawah Gunung Kelud pascaerupsi.

Surono menegaskan, status Gunung Kelud masih waspada dan rekomendasi 3 kilometer harus netral dari berbagai macam aktivitas masyarakat. Mereka tidak diperbolehkan masuk ke kawasan itu, karena masih berbahaya.

Ia memaparkan, tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih belum melakukan pengkajian lebih mendalam tentang kondisi terkini Gunung Kelud. Walaupun dari kamera CCTV yang dipasang, gunung itu telah berubah yaitu terdapat kawah. Tim masih akan menunggu status gunung itu aktif normal dan baru akan melakukan penelitian.

Pemkab Kediri tetap menjadikan Gunung Kelud sebagai pusat wisata dan berencana segera memperbaiki kerusakan sarana yang disebabkan oleh erupsi. "Kami tentunya akan melakukan pembenahan. Yang jelas sebagai lokasi wisata, walaupun pascaletusan, Kelud tetap kami prioritaskan," kata Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Kediri Adi Suwignyo.

Adi mengatakan, pemerintah masih akan melakukan pengkajian untuk mengeskplor keindahan apa yang bisa diambil dari Gunung Kelud.

Jika setelah erupsi kawah berubah menjadi gunung yang disebut sebagai anak gunung dan saat ini sudah tidak ada, untuk itu saat ini sedang dipelajari struktur yang terbaru dari Gunung Kelud pascaerupsi 13 Februari lalu.

Jika sebelumnya, terdapat sumber mata air panas yang bisa dijadikan pusat wisata, saat ini juga sedang dipelajari apakah sumber itu masih ada atau tertutup pascaerupsi.

Sejak wisata Kelud dibuka secara resmi pada Sabtu (8/3/2014), tingkat kunjungan lebih dari 700 orang, dan meningkat tajam pada akhir pekan dengan pengunjung lebih dari 3.000 orang. Setiap pengunjung dikenai tarif Rp 10.000 masuk ke lokasi wisata.



Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebelum Buka Kembali, Pendakian Gunung Semeru Tutup Setahun

Sebelum Buka Kembali, Pendakian Gunung Semeru Tutup Setahun

Whats Hot
Perkuat Mitigasi dan Tanggap Darurat Bencana, Wae Rebo akan Dilengkapi Helipad

Perkuat Mitigasi dan Tanggap Darurat Bencana, Wae Rebo akan Dilengkapi Helipad

Whats Hot
5 Alasan Mengapa Mi Instan Jangan Jadi Bekal Utama saat Mendaki Gunung

5 Alasan Mengapa Mi Instan Jangan Jadi Bekal Utama saat Mendaki Gunung

Travel Tips
Air Terjun Cunca Jami yang Masih Tersembunyi di Sekitar Labuan Bajo

Air Terjun Cunca Jami yang Masih Tersembunyi di Sekitar Labuan Bajo

Jalan Jalan
7 Aturan yang Harus Dipatuhi Ketika Berwisata ke Kuil di Thailand

7 Aturan yang Harus Dipatuhi Ketika Berwisata ke Kuil di Thailand

Travel Tips
Berlibur ke Thailand, Kenali Apa yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan

Berlibur ke Thailand, Kenali Apa yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan

Travel Tips
Disneyland Hong Kong Dibuka Kembali 25 September 2020

Disneyland Hong Kong Dibuka Kembali 25 September 2020

Whats Hot
Urus Paspor Datang ke Rumah dengan Eazy Passport, Ini Ketentuan dan Prosedurnya

Urus Paspor Datang ke Rumah dengan Eazy Passport, Ini Ketentuan dan Prosedurnya

Travel Tips
Tak Bisa ke Kantor Imigrasi karena Pandemi? Coba Layanan Eazy Passport

Tak Bisa ke Kantor Imigrasi karena Pandemi? Coba Layanan Eazy Passport

Travel Tips
Cara Buat Paspor Masih Sama, Wajib Daftar Online Sebelum ke Kantor Imigrasi

Cara Buat Paspor Masih Sama, Wajib Daftar Online Sebelum ke Kantor Imigrasi

Travel Tips
Cara Booking Online Pendakian Gunung Semeru, Wajib bagi Calon Pendaki

Cara Booking Online Pendakian Gunung Semeru, Wajib bagi Calon Pendaki

Travel Tips
Pendakian Gunung Semeru Dibuka 1 Oktober 2020, Perhatikan 14 Poin Ini

Pendakian Gunung Semeru Dibuka 1 Oktober 2020, Perhatikan 14 Poin Ini

Travel Tips
Pendakian Gunung Semeru Buka Kembali 1 Oktober, Hanya 2 Hari 1 Malam

Pendakian Gunung Semeru Buka Kembali 1 Oktober, Hanya 2 Hari 1 Malam

Whats Hot
Taman Benyamin Sueb, Kilas Balik Perjalanan Karier Budayawan Betawi

Taman Benyamin Sueb, Kilas Balik Perjalanan Karier Budayawan Betawi

Jalan Jalan
Strawberry Rock, Spot Alternatif Memburu Golden Sunset di Labuan Bajo

Strawberry Rock, Spot Alternatif Memburu Golden Sunset di Labuan Bajo

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X