Kompas.com - 23/03/2014, 15:06 WIB
Kota Male, ibukota Maladewa, dilihat dari udara. KOMPAS/YULIA SAPTHIANIKota Male, ibukota Maladewa, dilihat dari udara.
EditorI Made Asdhiana
MALADEWA adalah negara yang tak pernah absen disebut ketika dunia berbicara tentang pemanasan global. Keindahan alam negara kepulauan yang berada di wilayah selatan Asia itu terancam ”hilang” ditelan laut.

Sore itu kapal feri dari dermaga di Pulau Male menuju Pulau Hulhumale dipadati penumpang. Kapal ini membawa sebagian besar penumpang yang bertempat tinggal di Hulhumale dan bekerja di Male.

Setibanya di Hulmuhale, sebagian penumpang memilih berkendaraan dengan bus umum, melewati jalan beraspal dan lingkungan perumahan yang tertata rapi, menuju tempat tinggal mereka. Sebagian lagi menggunakan sepeda motor pribadi yang sejak pagi diparkir di pelataran dermaga.

Setiap harinya, sebagian besar penduduk yang tinggal di Hulhumale ini harus menyeberang lautan selama 20 menit menggunakan feri menuju Male untuk beraktivitas. Mereka berdagang, berbelanja di pasar tradisional dan mal, atau bekerja di kantor.

KOMPAS/YULIA SAPTHIANI Kegiatan olahraga air menjadi salah satu daya jual wisata Maladewa. Untuk itu, setiap resor di Maladewa menyediakan berbagai peralatan olahraga air, baik untuk disewa maupun cuma-cuma.
Male adalah ibu kota Maladewa yang juga merupakan nama pulau. Pulau ini padat dengan bangunan kantor, pasar, sekolah, mal, sampai stadion sepak bola, hingga menjadi pusat berbagai kegiatan penduduk.

Adapun Hulhumale adalah pulau yang dipusatkan sebagai tempat tinggal, tentu saja dengan beragam fasilitas pelengkapnya, seperti rumah sakit, pasar swalayan kecil, sekolah, tempat rekreasi taman dan pantai, tempat pengisian bahan bakar, dan pembangkit tenaga listrik.

Selain fungsinya, Male dan Hulhumale memiliki perbedaan lain. Male adalah pulau lama yang terbentuk secara alami. Sementara Hulhumale adalah pulau buatan, yaitu pulau yang dibuat manusia.

Pulau seluas 2 kilometer persegi itu direklamasi mulai Oktober 1997. Berdasarkan data dari Housing Development Corporation (HDC), pulau ini diharapkan menjadi tempat tinggal bagi 60.000 orang.

Saat ini, Hulhumale sudah dihuni sekitar 3.000 orang. Sebagian di antaranya mengungsi dari pulau lama yang musnah karena tsunami tahun 2004. Salah satunya adalah Ahmad yang bekerja sebagai sopir bus umum.

”Kami pindah ke sini karena tsunami. Awalnya tinggal di tenda-tenda pengungsian,” kata Ahmad, yang sekarang sudah tinggal di apartemen yang dibangun pemerintah.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pullman Ciawi Vimala Hills Beri Promo Menginap dan Menu Spesial Imlek

Pullman Ciawi Vimala Hills Beri Promo Menginap dan Menu Spesial Imlek

Travel Promo
Perlukah Penutup Telinga Saat Bayi Naik Pesawat? Ini Penjelasan Dokter

Perlukah Penutup Telinga Saat Bayi Naik Pesawat? Ini Penjelasan Dokter

Travel Tips
Bos Maskapai AS Ingatkan Jaringan 5G Bisa Timbulkan Malapetaka

Bos Maskapai AS Ingatkan Jaringan 5G Bisa Timbulkan Malapetaka

Travel Update
Pramugari Lebih Pilih Layani Penumpang di Kelas Ekonomi, Ini Alasannya

Pramugari Lebih Pilih Layani Penumpang di Kelas Ekonomi, Ini Alasannya

Travel Update
Wajib Tahu, 8 Cara Aman Mengemas Makeup Saat Liburan

Wajib Tahu, 8 Cara Aman Mengemas Makeup Saat Liburan

Travel Tips
Sejarah Angpau, Tradisi Memberi Koin untuk Usir Roh Jahat

Sejarah Angpau, Tradisi Memberi Koin untuk Usir Roh Jahat

Travel Update
Asal-usul Imlek dan Tujuan Perayaannya, Penting Diketahui

Asal-usul Imlek dan Tujuan Perayaannya, Penting Diketahui

Travel Update
Sejarah Perayaan Imlek di Indonesia, Dulu Sempat Dilarang

Sejarah Perayaan Imlek di Indonesia, Dulu Sempat Dilarang

Travel Update
Penonton MotoGP Mandalika Jadi 100.000 Orang, Akomodasi Masih Kurang

Penonton MotoGP Mandalika Jadi 100.000 Orang, Akomodasi Masih Kurang

Travel Promo
7 Wisata Pacitan Selain Pantai yang Wajib Dikunjungi

7 Wisata Pacitan Selain Pantai yang Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
Skema Bebas Karantina Thailand Akan Diterapkan Lagi Februari 2022

Skema Bebas Karantina Thailand Akan Diterapkan Lagi Februari 2022

Travel Update
3 Wisata Gunung Api Purba Gunungkidul Selain Nglanggeran dan Wediombo

3 Wisata Gunung Api Purba Gunungkidul Selain Nglanggeran dan Wediombo

Jalan Jalan
Wings Air Akan Buka Rute Ternate-Ambon PP, Tiket Mulai Rp 839.600

Wings Air Akan Buka Rute Ternate-Ambon PP, Tiket Mulai Rp 839.600

Travel Update
Pemerintah Kota Denpasar Lakukan Penataan UMKM di Pantai Sanur Bali

Pemerintah Kota Denpasar Lakukan Penataan UMKM di Pantai Sanur Bali

Travel Update
22 Negara Ini Masuk Daftar Risiko Tertinggi untuk Perjalanan akibat Covid-19

22 Negara Ini Masuk Daftar Risiko Tertinggi untuk Perjalanan akibat Covid-19

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.