Menikmati Gemulai Tayub Bojonegoro

Kompas.com - 25/03/2014, 09:06 WIB
Tayub di Desa Jono, Kecamatan Temayang, Bojonegara, Jawa Timur, Kamis (13/3/2014) malam. KOMPAS/EDDY HASBYTayub di Desa Jono, Kecamatan Temayang, Bojonegara, Jawa Timur, Kamis (13/3/2014) malam.
EditorI Made Asdhiana
JANGAN lewatkan malam tanpa tayub di Bojonegoro, Jawa Timur. Mampirlah ke Desa Jono dan nikmatilah penari-penari cantik, gemulai bertayub ria, dengan suara merdu pula. Anda tentu saja boleh ikut menyandang sampur dan menari bersama mereka.

Malam terang bulan di Bojonegoro. Menembus gelap malam, melewati sawah dan hutan jati, akhirnya tiba juga di Desa Jono, Kecamatan Temayang, sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Bojonegoro. Di pendopo balai desa yang terang benderang, gamelan bertalu-talu. Tujuh perempuan penari tayub, atau sindir, menyinden merdu sambil menari gemulai. Tubuh mereka dibalut kain kebaya warna merah jambu. Warna-warna yang menyegarkan malam. Ya, malam itu, Kamis Legi (13/3), Bojonegoro memperlihatkan salah satu sisi keindahannya dalam tayub.

Mbak Yun, salah seorang penari, dengan merdu ikut melantunkan tembang ”Caping Gunung”. Tak kurang dari Bupati Bojonegoro Suyoto atau Kang Yoto ikut tayuban. Bahkan Mari Elka Pangestu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, juga menjajal menari bersama lengkap dengan sampur tersampir di pundaknya. Tamu yang dipandang terhormat biasanya memang didaulat untuk ikut menari dengan ditandai dikalungkannya selendang.

Tetamu cukup duduk lesehan berteman camilan ndeso berupa jagung rebus, pisang rebus, ubi rebus, dan kacang rebus. Plus kopi panas dalam cangkir kecubung. Sementara itu, laron-laron beterbangan di pendopo mengitari terangnya sinar lampu.

Budaya agraris

Desa Jono terletak di tepian hutan jati di jalur Bojonegoro-Nganjuk. Desa Jono, atau n-Jono dalam lafal orang Jonegoro, adalah Desa Wisata Budaya. Di sini tumbuh seni tradisional, seperti jaranan, kethoprak, dan yang paling terkenal adalah tayub yang oleh warga sekitar disebut sindir. Disebut sindir atau sindiran karena lantunan syairnya bermuatan pesan atau sindiran.

Kepala Desa Jono, Dasuki, menuturkan, saat ini ada sedikitnya 22 sindir atau penari tayub. Menjadi sindir atau penari tayub merupakan profesi yang cukup menjanjikan di n-Jono. Dalam paket pergelaran lengkap, termasuk gamelan, penabuh, dan perangkat tata suara, kelompok tayub bisa mendapat bayaran Rp 10 juta-Rp 12 juta. Di luar tanggapan kelompok, para sindir tayub pun bisa ditanggap secara personal. Tarif untuk yunior atau petayub pemula sekitar Rp 500.000. Adapun petayub terkenal bisa mencapai Rp 8 juta per sindir. ”Setiap sindir bisa tanggapan 5-10 kali sebulan, apalagi pas musim wong duwe gawe,” kata Dasuki.

KOMPAS/EDDY HASBY Tayub di Desa Jono, Kecamatan Temayang, Bojonegara, Jawa Timur, Kamis (13/3/2014) malam
Sejumlah waranggana (sinden) tayub populer di antaranya Tegowati, Rasmi, Wariyati, Mujiati, Yuyun, Prihatini, Natipi, dan Hartini. Sekali pentas sedikitnya tarif mereka manggung Rp 2,5 juta. Dalam bertayub, penari tayub atau sindir bisa tampil berdua atau bisa juga sampai belasan penari. Penonton boleh menari bersama penari tayub. Acara akan semakin ramai dan hangat ketika sindir menyanyikan gending-gending populer. Malam itu, misalnya, tampil tujuh sindir membawakan tembang ”Gambir Sawit” serta ”Praon” atau ”Prau Layar”.

Hapus citra negatif

Tayub lahir dari kehidupan masyarakat agraris. Biasanya tayub digelar sebagai tanda syukur seusai panen atau menjadi hiburan pada acara hajatan seperti khitanan. Kelompok tayub kadang juga mbarang atau mengamen dengan mangkal di emperan toko sekitar Pasar Besar Kota Bojonegoro atau Pasar Kebo. Keberadaan Tayub Janggrung memang sudah lama menjadi ikon Bojonegoro sejak tahun 1980-an dan dinikmati masyarakat kalangan bawah. Hanya dengan Rp 5.000 sudah bisa menikmati lagu yang diminta.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemendes PDTT: Hampir Seribuan Desa Wisata Ikut Pelatihan Virtual Tour

Kemendes PDTT: Hampir Seribuan Desa Wisata Ikut Pelatihan Virtual Tour

Travel Update
7 Wisata Alam Sekitar Jakarta untuk Lari Sejenak dari Rutinitas

7 Wisata Alam Sekitar Jakarta untuk Lari Sejenak dari Rutinitas

Jalan Jalan
Harga Tiket dan Jadwal KA Kertanegara Jurusan Purwokerto-Malang PP

Harga Tiket dan Jadwal KA Kertanegara Jurusan Purwokerto-Malang PP

Travel Update
Menuju Flora Wisata San Terra Malang, Ini 3 Alternatif Transportasinya

Menuju Flora Wisata San Terra Malang, Ini 3 Alternatif Transportasinya

Travel Tips
Itinerary 2 Hari 1 Malam Wisata Pantai di Gunungkidul

Itinerary 2 Hari 1 Malam Wisata Pantai di Gunungkidul

Itinerary
Catat, Berikut Ini Perubahan Jadwal Libur Maret 2021

Catat, Berikut Ini Perubahan Jadwal Libur Maret 2021

Travel Update
Rute Menuju Embung Sikembang Pagergunung, Magelang yang Dikelilingi Perbukitan

Rute Menuju Embung Sikembang Pagergunung, Magelang yang Dikelilingi Perbukitan

Travel Tips
Wajibkan Pelancong dari Luar Negeri Tes Usap Anal untuk Deteksi Covid-19, China Diprotes

Wajibkan Pelancong dari Luar Negeri Tes Usap Anal untuk Deteksi Covid-19, China Diprotes

Travel Update
Itinerary Seharian Wisata di Bantul, Bisa Sandboarding

Itinerary Seharian Wisata di Bantul, Bisa Sandboarding

Itinerary
Itinerary Seharian Wisata Selfie di Jogja, Ada HeHa Ocean View

Itinerary Seharian Wisata Selfie di Jogja, Ada HeHa Ocean View

Itinerary
Kepulauan di Portugal Izinkan Turis yang Sudah Vaksin Covid-19 Berkunjung

Kepulauan di Portugal Izinkan Turis yang Sudah Vaksin Covid-19 Berkunjung

Travel Update
8 Tempat Makan di Jogja Ini Punya Pemandangan Indah

8 Tempat Makan di Jogja Ini Punya Pemandangan Indah

Jalan Jalan
#MelihatHarapan Bike Trenggalek 2021: Gowes Sehat Sambil Berbagi Kebaikan

#MelihatHarapan Bike Trenggalek 2021: Gowes Sehat Sambil Berbagi Kebaikan

Travel Update
Rencana Thailand Terima Turis yang Sudah Divaksin Covid-19

Rencana Thailand Terima Turis yang Sudah Divaksin Covid-19

Travel Update
Sambil Gowes, Kompas.com Salurkan Donasi Internet dan Buku di Trenggalek

Sambil Gowes, Kompas.com Salurkan Donasi Internet dan Buku di Trenggalek

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X