Kompas.com - 26/03/2014, 16:48 WIB
EditorI Made Asdhiana

”Waktu kecil, saya ingat di atas atap bak penampung yang lama itu keluar air juga yang sangat deras,” kata Itih (42), pedagang makanan ringan di kawasan wisata itu.

Di kawasan Paniis Singkup tersebut juga ada bumi perkemahan seluas sekitar 2 hektar. Bumi perkemahan itu berada pada dataran yang lebih tinggi. Anak sekolah dari tingkat SD hingga SMA sering berkemah di bumi perkemahan Paniis Singkup. Daya tampungnya mencapai 1.000 siswa. Namun, fasilitas perkemahan perlu ditingkatkan.

”Belum ada tenda yang disediakan pengelola,” ujar Nana.

Ditingkatkan

Rani Fitriani, Kepala Bagian Operasional dan Pengembangan Usaha PDAU Kuningan, mengatakan, Paniis Singkup merupakan salah satu tempat wisata yang diprioritaskan untuk ditingkatkan daya dukungnya. ”Promosi juga masih kurang. Dalam waktu dekat, kami ingin menambah barak untuk kemah anak-anak sekolah,” kata dia.

Pada musim liburan dan Lebaran, kawasan wisata ini paling banyak dikunjungi 200 orang. Jumlah kunjungan ini sebenarnya bisa ditingkatkan lagi mengingat potensi yang dimiliki kawasan ini.

”Daya tarik utamanya ialah pada Sungai Cipaniis. Itu hal yang sedang kami pikirkan, misalnya dengan menambahi fasilitas penunjang wisata air. Penataan kawasan perlu dilakukan, yakni merapikan jalur pejalan kaki dan warung-warung di sana. Harapannya, daerah itu lebih bersih dan tertata. Kami juga memikirkan untuk membangun tempat bermain anak-anak,” tutur Rani.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kuningan Teddy Suminar bahkan sedang membuat konsep pariwisata Pasawahan terpadu dengan konsep ziarah dan sejarah. Ini karena di wilayah Kecamatan Pasawahan dan sekitarnya terdapat beberapa obyek wisata yang bisa dikelola dalam satu tema besar, antara lain wisata air Telaga Remis dan wisata prasejarah (megalitik) di Cibuntu.

”Usulan itu masih dibahas di tingkat provinsi. Selain wisata alam, kami juga akan mengemas agrowisata, yakni dengan menampilkan kebun-kebun buah milik warga. Di Pasawahan banyak kebun salak warga yang bisa dikemas menjadi kawasan agrowisata,” ujar Teddy. (RINI KUSTIASIH)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

HUT Ke-77 RI, TikTok Ajak 4 Kreator Promosi Wisata Indonesia Selama 77 Jam

HUT Ke-77 RI, TikTok Ajak 4 Kreator Promosi Wisata Indonesia Selama 77 Jam

Travel Update
Panduan Wisata Jakarnaval 2022 di Ancol, Cara Pesan Tiket dan Rutenya

Panduan Wisata Jakarnaval 2022 di Ancol, Cara Pesan Tiket dan Rutenya

Travel Tips
Jelang HUT Ke-77 RI, Kuota Pendakian Gunung Binaiya Maluku Penuh

Jelang HUT Ke-77 RI, Kuota Pendakian Gunung Binaiya Maluku Penuh

Travel Update
Mengenal Desa Wisata Undisan Bali yang Berbasis Komunitas Adat

Mengenal Desa Wisata Undisan Bali yang Berbasis Komunitas Adat

Jalan Jalan
Jadi Lokasi Wahana Kereta Zombie, LRT Jakarta Tetap Beroperasi Normal

Jadi Lokasi Wahana Kereta Zombie, LRT Jakarta Tetap Beroperasi Normal

Travel Update
Sensasi Train to Apocalypse Jakarta, Kabur dari Zombie di Stasiun LRT

Sensasi Train to Apocalypse Jakarta, Kabur dari Zombie di Stasiun LRT

Jalan Jalan
Pop Art Jakarta 2022 di Senayan Park Dibuka Gratis untuk Umum

Pop Art Jakarta 2022 di Senayan Park Dibuka Gratis untuk Umum

Travel Update
Jerman Tolak Paspor RI Tanpa Kolom Tanda Tangan, Ini Kata Imigrasi

Jerman Tolak Paspor RI Tanpa Kolom Tanda Tangan, Ini Kata Imigrasi

Travel Update
20.000 Peserta Ditargetkan Ikut Upacara HUT Ke-77 RI di Gunung Talang

20.000 Peserta Ditargetkan Ikut Upacara HUT Ke-77 RI di Gunung Talang

Travel Update
Apa Tema HUT Ke-77 RI dan Maknanya?

Apa Tema HUT Ke-77 RI dan Maknanya?

Travel Update
10 Aktivitas Wisata di Scientia Square Park Tangerang, Lihat Alpaca

10 Aktivitas Wisata di Scientia Square Park Tangerang, Lihat Alpaca

Jalan Jalan
Tarif Foto Bawah Air dan Beragam Aktivitas di Umbul Ponggok Klaten

Tarif Foto Bawah Air dan Beragam Aktivitas di Umbul Ponggok Klaten

Travel Tips
Pertunjukan Kesenian Jawa Purba Selama 21 Jam Akan Digelar di Purbalingga

Pertunjukan Kesenian Jawa Purba Selama 21 Jam Akan Digelar di Purbalingga

Travel Update
Umbul Ponggok Klaten Aman bagi yang Tidak Bisa Renang, Ini Caranya

Umbul Ponggok Klaten Aman bagi yang Tidak Bisa Renang, Ini Caranya

Travel Tips
Pesona Danau Pading, Bekas Tambang yang Jadi Wisata di Babel

Pesona Danau Pading, Bekas Tambang yang Jadi Wisata di Babel

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.